Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.60


__ADS_3

"Dia baik baik aja Pak Andrew. Dia harus banyak istirahat dan jangan terlalu banyak pikiran ya Pak Fattan." ucap Dr. Sasha.


"Tuh dengerin Ttan kata Dr. Sasha . "jangan banyak pikiran." jadi lupakanlah masa lalu dan mari kita raih masa depan menjadi lebih baik lagi." ucap Andrew.


"Ya sudah kalo begitu ini obatnya Pak Fattan untuk pereda nyeri dan vitamin nya jangan lupa di minum ya Pak dan lekas cepat sembuh ya pak Fattan." ucap Dr. Sasha.


"Makasih ya Dok." ucap Fattan.


"Sama sama Pak Fattan. Ya sudah saya permisi mau pulang Pak Fattan, pak Andrew." pamit Dr. Sasha.


"Ya Dok hati hati di jalannya ya dan terima kasih Dok." ucap Andrew.


"Ya Pak, wassalamualaikum. " ucap Dr. Sasha sambil berlalu pergi.


"Walaikumsalam," ucap Fattan dan Andrew bersamaan.


Lalu Dr. Sasha pun pergi meninggalkan cafe exotic.


Sebenarnya Dr. Sasha sudah tau apa penyebab dari rasa pusing dikepala Fattan yang dialaminya karena resiko dari kelebihan meminum bir, tapi dia berpura pura tidak tahu karena Dr. Sasha sangat takut bila harus mengatakan yang sebenarnya.


Di tempat lain.

__ADS_1


"Baru nyampai Nak? kok lama banget kalian? Ibu dari tadi nungguin kamu Nak takut kenapa napa Nak." ucap Ibu Nina.


"Iya maaf Bu, bikin Ibu khawatir tadi di jalanan terjebak macet Bu." ucap Syiffa berbohong.


"Ya sudah yang penting kalian sudah nyampai ke rumah dengan selamat." ucap Ibu Nina.


"Iya sudah permisi saya mau pulang dulu Bu Nina, Syiffa." ucap Ariff.


"Lho kok cepat banget Nak Ariff. Enggak mau masuk dulu ke dalam, Ibu sudah siapkan makan malamnya buat kalian." ucap Bu Nina.


"Enggak usah terima kasih banyak Bu. Lagian saya harus cepat pulang jemput adik saya sekarang Bu." ucap Ariff.


"Ya sama sama Bu. " ucap Ariff.


"Ya sudah saya permisi Bu, Assalamualaikum. " ucap Ariff.


"Walaikumsalam," ucap Bu Nina dan Syiffa bersamaan.


"Hati hati dijalan nya yang kak Ariff dan terima kasih banyak." ucap Syiffa.


"Iya syiff!" ucap Ariff sambil berlalu pergi meninggalkan rumah Syiffa.

__ADS_1


"Ehmzz.. cocok tuh kayak nya buat kamu sudah ganteng baik lagi." goda Ibu Nina.


"Ah Ibu apaan sich kalo bicara. Dia cuma atasan Syiffa Bu alias manager Syiffa di tempat kerja, enggak berharap lebih kok Bu." ucap Syiffa.


"Tapi massa enggak ada harapan sich Syiff untuk mendapat cowok seperti dia sih?" ucap mbak Sri yang tiba tiba datang.


"Eh mbak Sri, maaf ya Syiffa telat pulang nya ini obat nya mbak (sambil menyodorkan obat tersebut). Syiffa bukan nya enggak mau punya cowok seperti dia mbak. Tapi Syiffa enggak mau kalo punya harapan berlebihan yang unjungnya bikin kecewa karena tidak sesuai apa yang di inginkan." ucap Syiffa.


"Ya enggak apa apa kok Syiff . Tapi apa yang di ucapkan kamu itu memang benar, biarkan hanya tuhan yang memilih jodoh yang terbaik buat kamu. Sekarang keponakan aunty ternyata sudah dewasa ya." ucap mbak Sri mengacak ngacak lembut rambut Syiffa.


"Iya lah mbak pasti sudah dewasa massa sich mbak mau jadi anak kecil terus gitu yang hanya minta jajan, jajan dan jajan hehe." canda Syiffa.


"Ya sudah Bu , mbak saya permisi mau ke kamar dulu mau tidur." ucap Syiffa.


"Tumben anak Ibu jam segini sudah mau tidur." ucap Ibu Nina.


"Habis ngantuk banget nih, bukan tadi siang enggak tidur jadi sekarang tidurnya Bu." ucap Syiffa.


"Ya sudah sana tidur yang nyenyak lagian besok harus kerja kan." ucap Ibu Nina.


"Ya Bu," ucap Syiffa sambil berjalan pergi menuju kamar.

__ADS_1


__ADS_2