
"Ayo Sayang, Kakak bantuin nih," ucap Fattan sambil mengulurkan tanggannya untuk menarik Syiffa dari kolam renang. Lalu Syiffa pun membalas uluran tangan suaminya, dan kini sudah berada diatas.
"Terima Kasih Kak." Ucap Syiffa sambil tersenyum
"Iya sama sama Sayang." Jawab Fattan.
Kemudian datanglah seorang pelayan dengan membawakan handuk untuk Syiffa dan Fattan lalu menyodorkan handuk tersebut.
"Terima kasih," ucap Syiffa.
Lalu pelayan tersebut hanya tersenyum sambil mengganggukan kepala lalu pergi.
Kemudian Syiffa dan Fattan berjalan ke kamar untuk mengantikan bajunya yang basah kuyup.
"Oya setelah ini kita mau kemana?" Tanya Fattan yang kini sudah selesai mengganti bajunya.
"Terserah Kakak saja maunya kamana, Syiffa nurut saja deh Kak." jawab Syiffa yang sedang mengeringkan rambutnya pakai hayder rambut.
"Ya sudah, kalau begitu kita pergi ke pasar malam saja, nanti malam gimana?" Tanya Fattan.
"Boleh tuh Kak. Syiffa sudah lama nih tidak pernah main kepasar malam." Ucap Syiffa sambil menatap Suaminya.
"Ya sudah kita tidur dulu yuk, masih ada waktu tiga jam lagi nih." Ucap Fattan sambil jam tangannya.
"Ya sudah yuk Kak, lagian Syiffa juga ngantuk nih Kak." Ucap Syiffa sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur. Kemudian Fattan pun dengan segera menyusul Istrinya ke atas kasur dan tidur disamping Istrinya.
"Oya Kak, nanti selama Kakak disana jangan lupa selalu ngabarin Syiffa dan terus jalin komunikasi ya Kak." Ucap Syiffa yang kini tidur di dada bidang suaminya.
"Iya tentu itu harus dong Sayang, dan paling penting tuh menjalin komunikasi. Tapi Kakak akan ngabarin kamu ketika dalam keadaan santai dan tidak sibuk." Ucap Fattan sambil mengusap lembut tangan Istrinya.
"Baiklah kalau begitu Kak. Oya nanti jangan lupa ya bawa oleh oleh yang banyakkk kalau Kakak pulang kesini." Ucap Syiffa.
"Ini orang sudah request saja ya. Iya nanti dibawain deh. Emangnya oleh oleh apa yang kamu mau?" Tanya Fattan.
__ADS_1
Namun Syiffa pun tidak menjawab perkataan Fattan dan hanya terdengar nafas yang beraturan.
Yaelah ini anak kebiasaan ya, kalau lagi ngobrol suka tidur duluan dan tahu tahu sudah tidur gerutu Fattan lalu mencium lembut rambut Syiffa. Kemudian Fattan pun memenjamkan matanya dengan perlahan lahan Fattan pun ikut tertidur dan kini mereka pun sedang berada di alam bawah sadarnya.
.
.
Di tempat lain.
Disebuah ruangan, kini ada seorang wanita cantik yang sedang duduk dikursi santainya. Kini wanita tersebut sedang berbincang dengan seseorang yang menelpon dirinya.
"Hallo, ada apa kamu menelponku?" Tanya wanita tersebut terhadap seseorang menelpon dirinya.
"Aku sengaja menelponmu, karena ada hal yang penting ingin aku sampaikan terhadapmu." Jawab Seseorang disebrang sana.
"Emangnya apa yang ingin kamu sampaikan?" Tanya wanita tersebut.
"Kalau besok Kak Fattan, akan segera berangkat ke Amerika. Dia akan tinggal disana hampir Delapan bulanan lebih." Ucap Seseorang disebrang sana.
"Ya seriuslah, ngapain harus berbohong. Dan untuk apa aku menelponmu." Ucap Seseorang disebrang sana.
"Baguslah kalau begitu. Terima kasih atas informasinya. Oya apakah kamu ikut juga kesini?" Tanya Wanita tersebut.
"Tentu saja aku ini ikutlah." Ucap Seseorang tersebut.
"Ngapain kamu harus ikut, yang ada kamu bisa mengacaukan rencanaku." Ucap Wanita tersebut.
"Tentu saja tidak akan membuat rencana kamu gagal. Lagian aku akan membantumu supaya bisa mendapatkan hatinya Kak Fattan dan aku pergi kesana juga lumayankan bisa ketemu kekasihku disana." Ucap Della.
"Baguslah kalau begitu. Kamu jangan berani mencoba coba mengambil Fattan dariku. Karena dia hanya milikku. Dan kamu Syiffa, lihatlah permainanku ini yang akan membuat dirimu begitu membenci Fattan hahaha." Gerutu Wanita tersebut.
"Iya aku tahu! Ya sudah, aku mau makan dulu nih lapar banget." Gerutu Della lalu mematikan handphonenya begitu saja.
__ADS_1
Tidak sopan banget ya ini orang main matiin handphone saja. Oya saatnya aku harus merubah diriku secantik mungkin, untuk menyambut kedatangan pangeran impianku. Dan aku akan memastikan supaya Fattan bisa jatuh cinta sama aku. Maafkan aku Syiffa, harus berbuat egois untuk merebut suamimu hahhaaha ucap wanita tersebut sambil tertawa terbahak bahak.
.
.
Ditempat lain.
Bunyi Alarm pun berdering menandakan pukul 19.00 wib sudah tiba.
Syiffa pun terbangun ketika mendengar suara alarm berdering. Dengan segara Syiffa bangun dan menatap ke sampingnya ternyata sudah tidak ada Suaminya.
Kemana dia? Kenapa dia tidak membangunkanku sehingga jam segini aku baru bangun gerutu Syiffa pada diri sendiri dan bangun dari atas kasur kemudian berjalan menuju wastafle.
Namun seseorang pun berjalan memasuki kamar. Dan melihat tempat tidurnya sudah tidak ada Syiffa disana.
Ternyata dia sudah bangun tuh, syukurlah kalau sudah bangun nanti tinggal berangkat ke pasar malamnya gerutu Fattan sambil duduk diatas soffa. Kemudian Syiffa pun keluar dan sudah beres dari westafle nya dan menatap Suaminya yang kini sedang duduk di soffa.
"Eh Kak Fattan sudah dari mana Kak? Kenapa tidak membangunkanku sehingga jam segini baru bangun jahat sekali." Gerutu Syiffa sambil menatap Suaminya.
"Habis di Villa lagi berbincang bincang dengan Pak Mus, orang yang selalu menjaga Villa ini. Habisnya saya tidak tega melihat Istriku tidur nyenyak dan nyaman, ya sudah biarkan saja Istirahat hingga sampai puas betul tidurnya." Jawab Fattan.
"Iss.. oya gimana jadi tidak Kak, pergi ke pasar malamnya?" Tanya Syiffa.
"Tentu sajalah jadi, makanya Kakak susul nih kesini." Ucap Fattan sambil menatap Syiffa.
"Baiklah kalau begitu. Bentar ya Kak, Syiffa dandan dulu biar tidak kelihat pucat." Ucap Syiffa sambil mengambil alas bedak dan liptint untuk dan hanya memakai tipis.
"Baiklah." Jawab Fattan
"Ya sudah yuk Kak kita berangkat, Syiffa sudah selesai nih." Ucap Syiffa yang kini sudah selesai.
"Ya sudah, ayo sayang." Jawab Fattan.
__ADS_1
Lalu mereka berdua pun pergi meninggalkan Villa tersebut dan berjalan menuju pasar malam yang tidak jauh dari tempat tersebut.