
Bell pun berbunyi, pertanda seluruh Mahasiswa/Siswi saatnya untuk pulang. Kini Syiffa pun sedang membereskan buku pelajarannya. Lalu seseorang pun mendekati Syiffa.
"Hei Syiffa, lagi beres beres mau pulang ya?" Tanya Kiki mendekati Syiffa.
"Hei.. iya." Jawab Syiffa sambil tersenyum.
"Ya ampun tambah cantik banget senyumannya. Kenalin nama Saya Kiki," ucap Kiki.
"Nama Saya Riko." Sahut Riko ikut bicara.
"Iya hei Kak Riko, hai Kak Kiki." Ucap Syiffa.
"Kok panggil Kakak sih, panggil saja nama." Protes Riko.
"Baiklah kalau begitu," jawab Syiffa.
"Oya Syiffa, kenalin nih Pria paling cakep, pintar, seorang pengusaha muda yang sukses dan juga ketua tim basket disini namanya Eka Pratama." Ucap Riko sambil menepuk pundak sahabatnya.
Lalu Eka pun hanya tersenyum kepada Syiffa, kemudian Syiffa pun membalas senyumannya.
"Ya sudah kalau begitu saya permisi mau pulang," pamit Syiffa sambil beranjak dari tempat meja belajarnya.
"Iya silahkan sayang, eh maksudnya cantik hehe." Canda Riko.
Lalu Syiffa pun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala kemudian pergi meninggalkan ruangan kelas dan berjalan menuju pinggir jalan untuk menunggu seseorang yang menjemput.
"Hei Bos, kenapa diam saja lihat cewek cantik hah? Biasanya langsung di gebet tuh kalau ada cewek cantik." Gerutu Kiki menghampiri Eka.
"Emanya harus ya, setiap ada cewek cantik Saya samperin hah?" Tanya Eka sambil menatap Kiki.
"Biasanya juga emang suka gitu, Bos ini gimana sih ah," Kiki sambil merangkul pundak Eka.
"Tapi Saya lihat itu cewek kayaknya bukan cewek biasa deh, kelihatannya itu Cewek suka dengan kelembutan deh," ucap Eka sambil menatap Syiffa yang kini sudah berada digerbang pintu.
__ADS_1
"Kelembutan? Maksudnya Ka?" tanya Riko merasa penasaran.
"Iya itu cewek orangnya kalau saya lihat lemah lembut, jadi jangan asal sembarangan saja main rangkul, tapi harus menaklukannya dengan otak dan perasaan." Eka sambil menunjuk bagian otak dan hati dengan tangan.
"Oh jadi gitu maksudnya. Tapi emang iya sih saya lihat emang gitu, ramah, murah senyum lagi." Ucap Riko.
"Benar tuh setuju." Ucap Kiki ikut menimpali.
"Ya sudah ayo kita pulang, sebentar lagi ada rapat diperusahaan." Eka sambil beranjak dari tempat duduk belajarnya.
"Siap Bos." Jawab Kiki dan Riko bersamaan.
Lalu mereka pun pergi meninggalkan ruangan kelas, dan berjalan menuju parkiran mobil.
"Maaf Non Syiffa, saya disuruh menjemput Nona oleh Den Fattan." Ucap Pak Toni sang supir.
"Emanya Kak Fattan kemana Pak? Sibukkah dia?" Tanya Syiffa sambil menatap Pak Toni.
"Iya Non. Den Fattan bilang katanya bakal malam juga pulangnya karena masih sibuk dengan pertemuan dengan para pengusaha." Jawab Pak Toni.
Kini Syiffa berjalan menuju pulang kerumahnya.
1 jam kemudian
Kini Syiffa pun sudah sampai dirumah, Lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Syiffa pun merasa sepi dirumahnya biasanya ketika suaminya masih cuti, dia orang yang selalu bikin dirinya kesal dan ketawa. Apalagi dengan mertuanya Bu Angel, dan Ayah Anwar harus pergi keluar negeri karena Ayah Anwar pun punya rumah disana. Lalu Syiffa pun berjalan menuju kamar, lalu merebahkan tubuhnya diatas kasur.
Jangan malam malam pulangnya Kak, Saya kesepian disini meski ada Bi Ati dan Asisten rumah tangga lainnya gerutu Syiffa sambil menatap photo suaminya dan dirinya di atas meja. Syiffa sadari dirinya pun tertidur diatas kasur.
.
.
Pt. Juhes Adijaya
__ADS_1
"Gimana sudah beres dan bisakan mengerjakan tugas pekerjaannya?" Tanya Fattan yang kini baru masuk ke dalam ruangannya.
"Sudahlah Pak, seperti inikan Pak?" Della sambil menyodorkan berkas terhadap Fattan.
"Iya.. baguslah kalau kamu sudah paham!" Fattan lalu menatap jam tanggannya.
"Oya Pak, apakah sudah beres acara pertemuannya dengan para pengusaha?" Tanya Della.
"Tentu saja sudah kok, ya sudah mari kita pulang sekarang sudah malam." Fattan sambil menatap Della.
"Baik Pak," jawab Della sambil merapihkan tempat kerjanya.
Setelah semuanya rapi dan tidak ada sesuatu yang ketinggalan lalu Della dan Fattan pun berjalan menuju parkiran mobil untuk pulang ke rumah kediaman Fattan.
.
.
Tok .. tok.. tok.. suara mengetuk pintu. Lalu dengan segera Syiffa pun terbangun dari tidurnya kemudian menatap jam dinding.
Ya ampun sudah jam 20.00 wib. Dengan segera Syiffa pun bangun dari atas kasur lalu berjalan menuju gerbang pintu karena tadi ada yang mengetuk pintu.
"Maaf Nona Syiffa ganggu," ucap Bi Ati saat Syiffa membuka pintunya.
"Tidak kok Bi, oya ada apa ya Bi?" Tanya Syiffa sambil menatap Bi Ati.
"Bibi cuma mau ingetin Non Syiffa saja untuk makan malam Non. Bibi sudah siapkan makanannya di atas meja makan." Ucap Bi Ati.
"Baiklah kalau begitu Bi, oya Bi, Kak Fattan belum pulang ya?" Tanya Syiffa.
"Belum Non, mungkin bentar lagi kali Non Syiffa." Jawab Bi Ati.
"Oh. Ya sudah yuk Bi, kita kebawah." Ajak Syiffa.
__ADS_1
"Baik Non," jawab Bi Ati.
Lalu Syiffa dan Bi Ati pun berjalan menuju ruangan meja makan.