
"Dia adalah syiffa," ucap Fattan.
"whatt? Syi-syiffa!" ucap Ariff dengan suara gugup karena terkejut.
"Eem... " ucap Fattan dengan wajah datar.
"A-aku enggak salah dengar kan?? kamu serius sudah pacaran sama Syiffa? sejak kapan Ttan?" tanya Ariff.
"Emang nya kenapa kalo aku pacaran sama dia?" Tanya balik Fattan.
"I-iya enggak kenapa napa sich, kamu mau pacaran sama siapa juga termasuk sama Syiffa juga enggak masalah sich Ttan, cuma aku aneh aja!" ucap Ariff.
"Maksudnya aneh gimana?" Tanya Fattan sambil menaikan satu alisnya.
"Iya aneh aja Ttan, kamu sama Syiffa kan suka ribut mulu setiap kali bertemu enggak pernah akur dan sekarang tahu tahu sudah pacaran , kan aneh aja? Tapi aku salut sama kamu!" ucap Ariff.
"Pacaran? siapa bilang aku sama dia pacaran!" Tanya Fattan.
"Bukan nya tadi kamu bilang , kamu sama Syiffa pacarankan?" Tanya Ariff.
"Aku enggak bilang gitu, mana mungkin aku pacaran sama cewek yang bukan tipeku, lagi pula aku enggak tertarik sama sekali sama dia!" ucap Fattan.
"Lah.. terus maksud kamu apa mengajak Syiffa pergi sama kamu ke acara pernikahan si Laras?" Tanya Ariff.
"I-iya a-ku ngajak dia sebenarnya hanya memanfaatkan dia saja agar si Laras menyesali semuanya dan mengira aku sudah bisa move on sama si Laras dengan aku datang bersama Syiffa dan akan ku buat perhitungan sama si Laras yang berani menghianatiku dan dia harus merasakan gimana sakit nya hatiku saat dia meninggalkanku!" ucap Fattan.
__ADS_1
"Rencana kamu emang bagus sich tapi kamu salah memanfaatkan Syiffa sebagai alat untuk membalas dendam sama si Laras, lagian itu masalah pribadi kamu tann jangan melampiaskan egomu sama orang yang tidak tahu apa apa!" ucap Ariff mencoba menasehati.
"Ini masalah aku, jadi kamu jangan pernah ikut campur!" Ucap Fattan.
"Maaf Ttan bukan nya ikut campur cuma.."
Ucapan Ariff menggantung saat fattan menatap tajam padanya.
"Cuma apa?" Tanya Fattan.
"Enggak apa apa kok, terserah kamu aja dech kalo itu memang yang terbaik buat kamu. Tapi ingat jangan sampai keterlaluan sama Syiffa. kalo dia sampai tau rencanamu itu maka kamu akan tahu resikonya apa kan?" ucap Ariff.
"Heem.." ucap Fattan.
"Ya sudah kita ada pertemuan sama klien sekarang Ttan di restoran xxx!" ucap Ariff.
Lalu Fattan dan Ariff pergi menuju restoran yang di tuju untuk menemui kliennya.
Di tempat lain.
Tok....tok....tok.... suara orang mengetuk pintu.
"Syiff,,,, Nak Syiffa?" panggil Ibu Nina.
"Iya Bu?" jawab Syiffa.
__ADS_1
"Ayo kita makan malam dulu Nak, Ibu sudah siapkan makanannya!" ucap Ibu Nina.
"Iya bentar Bu!" ucap Syiffa sambil bangun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju keluar.
"Ya sudah yuks Bu." ucap Syiffa.
Lalu Ibu Nina dan Syiffa berjalan menuju tempat makan.
"Makasih ya Bu." ucap Syiffa yang sedang melihat Ibu Nina menyendokan makanan nya untuk Syiffa.
"Iya sudah makan dulu nih Nak!" ucap Bu Nina yang sudah beres mengalaskan makanannya.
"Iya Bu, oya Bu lain kali Ibu enggak usah repot repot kayak gini Bu, Syiffa bisa sendiri kok Bu!" ucap Syiffa merasa enggak enak hati.
"Enggak apa apa kok Nak,Nsudah cepat makan ntar ke buru dingin Nak mumpung masih hangat!" ucap Bu Nina.
Lalu Syiffa dan Bu Nina pun menikmati makan malamnya.
"Oya Nak Ibu duluan ya, mau ke kamar dulu." ucap Bu Nina yang sudah selesai makannya.
"Iya Bu!" ucap Syiffa sambil menggangukan kepala.
Lalu Ibu Nina pun berjalan menuju kamar. Namun tiba tiba.......
"Buuugghh..."
__ADS_1
"Ibu...!" teriak Syiffa ........