
Empat bulan kemudian.
Syiffa pun kini merasa tidak betah lagi harus kuliah di kampusnya yang kini dirinya sedang menimba ilmu. Syiffa selalu mencoba bersabar menghadapai Ayu yang selalu membencinya dan berbuat ulah. Syiffa sudah mencoba menjelaskan kepada Ayu kalau dirinya dan Eka tidak ada hubungan apa apa tapi Ayu tetap tidak percaya. Padahal bagi Syiffa, Eka sudah dianggap seperti Kakaknya sendiri. Kala itu juga Ayu mencoba mengatakan cintanya terhadap Eka tapi sayangnya cintanya di tolak mentah mentah oleh Eka. Dan Eka malah mengungkapkan perasaan terhadap Syiffa tapi sayang, Syiffa menolak Eka dengan baik baik dan mengatakan kalau dirinya sudah menikah tapi mereka tidak mempercayainya bahkan Eka pun tidak peduli kalau Syiffa sudah menikah.
Syiffa, Tika dan Titi pun kini sedang asyik mengemil sambil berbincang bincang masalah kehidupan sehari harinya yang sering mereka lakukan, bahkan mereka pun tertawa terbahak bahak karena merasa ada yang lucu. Mereka tidak peduli orang lain begitu menatap sinis dirinya. Namun tiba tiba seperti biasa Eka dan Cs menghampiri Syiffa yang kini sedang asyik bersama temannya.
"Hei kalian lagi ngobrolin apa sih, kayaknya asyik banget ya sampe tertawa terbahak bahak gitu." Ucap Eka sambil duduk berhadapan dengan Syiffa.
"Eh Kak Eka, ini ada yang lucu dari Tika nih sampai sekarang suka mimpi ngompol eh malah jadi kenyataan ngompolnya di kasur hahha." Ucap Titi sambil tertawa.
"Ih Tika, ember kamu mah ya. Malu malu in aku ih." Gerutu Titi merasa kesal lalu menginjak kaki Tika.
"Aww... sakit Titi!! Lagian salah ya, kalau jujur hah?" Tanya Tika.
"Iya enggak juga sih, tapi kamu jangan jujur memalukan aku kali." Gerutu Titi.
"Ya ampun, sudah gede tapi tetap ngompol di kasur. Ingat umur woy." Sindir Kiki.
"Diam kamu Ki!! Lagian itu cuma sekali saja, enggak terus sering ih." Ucap Titi sambil menatap tajam Kiki.
"Sudah kalian jangan jadi berantem gitu malu nanti dilihat sama orang orang tuh. Oya ini kenapa ya dari diam mulu, tidak seperti biasanya suka heboh." Ucap Eka sambil menatap Syiffa yang kini sedang asyik dengan handphone.
"Enggak tahu, loh kenapa tiba tiba jadi asyik dengan hp Syiffa? Padahal tadi lagi asyik ngobrol bareng bareng." Ucap Tika.
"Sudah ah, yuk kita cabut dari sini." Ajak Syiffa kepada Tika dan Titi dengan nada serius.
"Baiklah Syiff," jawab Titi dan Tika bersamaan.
Lalu Syiffa dan teman temannya berdiri dari tempat meja makannya. Tanpa basa basi Syiffa pun pergi tanpa pamit kepada Eka. Namun sayangnya langkah Syiffa tertahan saat Eka menghadang jalannya.
"Kamu kenapa sih Syiffa, kok sekarang jadi begini hah? Apakah karena kejadian tempo hari yang membuat kamu jadi begini?" Tanya Eka yang kini berdiri di depan Syiffa.
__ADS_1
"Apaan sih Ka, sudahlah lagian ini tidak ada hubungannya dengan kejadian itu. Tapi aku mohon sama kamu jangan ganggu aku lagi. Lagian aku tidak mau jika harus berurusan karena kesalahpahaman diantara kita!" Syiffa sambil menatap Eka.
"Berurusan? Maksudnya apa hah? Bilang sama aku, siapa orang yang sudah mengancam sama kamu hah?" Tanya Eka sambil menatap Syiffa.
Lalu Syiffa pun sekilas menatap Ayu yang kini sedang memberikan kode dan menatap dengan tatapan penuh amarah.
"Sudahlah Eka, kamu tidak perlu tahu dan ini tidak penting buat kamu. Dan asal kamu tahu, aku ini sudah menikah Eka!! Jadi jangan berharap lebih terhadapku." Ucap Syiffa.
"Kamu bilang sudah menikah? Mana buktinya kalau emang kamu sudah menikah? Dari dulu selalu mengatakan sudah menikah, coba perkenalkan sama kita suamimu itu. Dan ingat ya, aku tidak peduli jika kamu benar benar sudah menikah." Bisik Eka sambil menarik pinggang Syiffa sehingga kini mereka saling berhadapan dan mata mereka saling bertemu.
Betapa terkejutnya semua orang saat melihat Syiffa dan Eka saling bertatapan bahkan ada yang iri terhadap Syiffa karena begitu beruntung bisa begitu bertatap langsung dengan Pria tampan idola dikampusnya. Bahkan ada orang yang tidak rela dan tidak terima tentang apa yang dilihatnya bahkan semakin memanas dan memuncak emosinya bahkan kebenciannya semakin menjadi jadi.
"Jangan kurang ajar kamu ya!! Oke, lihat saja nanti aku akan perkenalkan sama kalian suami aku yang jauh lebih tampan dari kamu. Dan kamu benar benar gila ya, sudah tahu orang punya suami malah tidak peduli." Gerutu Syiffa sambil menghempaskan kasar tangan Eka yang mencengkram pinggangnya lalu pergi meninggalkan kantin.
"Emang aku ini gila karena kamu Syiffa.." teriak Eka sambil menatap kepergian Syiffa yang kini semakin jauh.
Kau begitu membuatku pantang menyerah mendapatkanmu Syiffa, kau wanita yang lucu dan unik yang pernah aku temui. Baru kali ini benar benar harus memperjuangkan seorang wanita yang sudah menikah? Eh apa benar dia sudah menikah? Tapi entahlah, aku tidak peduli gerutu Eka sambil menyeringai tipis.
"Bos baik baik sajakan?" Tanya Kiki sambil menatap Eka.
Lalu Eka dan teman temannya berjalan menuju ruangan kelasnya karena sebentar lagi bell akan bunyi.
Kini Syiffa, Titi dan Tika pun sudah sampai di pintu ruangan namun ada yang menghalangi mereka saat mau masuk ke dalam ruangan.
"Hei hei mau kemana, cewek gatal hah?" Tanya Ayu yang kini sedang berdiri di depan pintu ruangan kelas.
"Kamu minggir enggak? Maksudny apa kamu berkata gitu hah?" Tanya Syiffa sambil menatap tajam Ayu.
"Kamu jangan pura pura bodoh!! Kamu emang cewek gatal yang begitu mau dipegang dan ditarik pinggangmu oleh seorang pria, dasar cewek murahan." Ucap Ayu dengan pedas.
"Kamu kalau bicara jangan sembarangan!! Lagian itu karena si pria brengsek itu yang kurang ajar. Lagian kenapa sih kamu selalu salah paham mulu hah? Kasihan banget ya kamu yang tidak pernah di anggap dan ditolak mentah mentah sama si Eka." Ucap Syiffa dengan menatap sinis Ayu.
__ADS_1
"Asal kamu tahu ya, ini semua karena gara gara kamu. Coba saja Kamu tidak hadir di kampus ini, mungkin dia sudah jadi milikku. Aku benci sama kamu Syiffa. Dan aku tidak akan membiarkan Kamu mendapatkan Eka." ucap Ayu sambil menatap tajam Syiffa.
"Kamu pikir, aku tertarik sama Eka iya hah? Mana mungkin aku suka sama Eka, lagian aku ini sudah bersuami. Kamu sama Eka sama saja, kalian emang cocok untuk menjadi pasangan kekasih. Dan jika kamu mau buatlah si Eka untuk berhenti mengharapkanku," ucap Syiffa menatap Ayu.
"Tapi bagaimana caranya?" Tanya Ayu.
"Itu terserah kamu, apapun yang akan kamu lakukan." Ucap Syiffa.
"Tapi satu satunya cara kamu harus keluar dari kampus ini." Ucap Ayu menatap Syiffa.
"Kamu benar benar gila ya. Aku enggak mungkin melakukan ini Ayu. Sampai kapanpun aku enggak bakal keluar dari kampus ini." Protes Syiffa.
"Kenapa kamu tidak bisa hah? Jangan jangan kamu benar iya memang menyukai Eka kan!!" Bentak Ayu.
"Apa yang kamu ucapkan salah Ayu, aku bertahan disini karena tidak mau membuat Suamiku kecewa karena masalah hal sepele. Kamu tenang saja Ayu, aku akan memperkenalkan Suamiku kepada kalian agar setelah dia sudah berada di indonesia." Ucap Syiffa.
"Baiklah kalau begitu, aku pegang janjimu." Ucap Ayu.
"Heem. Sekarang minggirlah, aku mau masuk kedalam." Ucap Syiffa sambil menatap Ayu.
Lalu Ayu dan Dini pun memberikan jalan untuk Syiffa dan teman temanya masuk ke dalam ruangan kelas.
Bell pun berbunyi pertanda waktu Istirahat habis, dan para Mahasiswi/Siswa mulai kembali belajar.
Kemudian Eka dan teman temannya masuk kedalam ruang kelas bersama dengan Dosen yang kebetulan masuk ke dalam ruangan juga.
Ketika melewati tempat duduk, Eka pun sekilas menatap Syiffa namun Syiffa berpura pura tidak melihat Eka. Dan kini Syiffa memilih menjadi orang yang pura pura tidak tahu. Syiffa melakukan demikian demi menjaga dan menghargai perasaan Ayu. Dan Syiffa juga tidak mau Ayu terus membenci Syiffa karena kesalahpahaman.
"Selamat siang semuanya," ucap Sang Dosen.
"Siang juga," jawab seluruh Mahasiswi/Siswa.
__ADS_1
"Sekarang kalian buka buku halaman no. 57, Bapak akan menjelaskannya." Ucap Pak Didi sang Dosen.
Lalu semua para Mahasiswi/Siswa pun dengan segera melakukan perintah dari Dosennya. Setelah semuanya membuka buku halaman tersebut dengan segera Dosen pun segera menjelaskan maksud dari halaman tersebut hingga selesai.