
Di sebuah taman tidak jauh dari tempat Mall ada seorang wanita yang kini sedang mengerutuki diri sendiri dan dia merasa kecewa dengan apa yang dilakukan calon suaminya.
Aku benar benar kecewa sama kamu Fattan! Bisa bisanya aku percaya begitu saja dengan ucapanmu. Ternyata aku salah menilaimu. Aku kira kamu benar benar tulus cinta dan sayang sama aku ketika apa yang kamu lakukan selama ini. Ternyata aku salah, kamu tidak seperti apa yang aku pikirkan hiks hiks." Syiffa mengerutuki kebodohan diri sendiri dan menangis karena merasa kecewa.
Aku benar benar benci kamu Pria brengsek!! Dan untuk kali ini aku tidak akan pernah percaya lagi dan kamu tidak akan bisa membodohi aku lagi pria brengsek!! Teriak Syiffa sambil mengusap airmatanya.
Tiba tiba ada seseorang memberikannya tisu kepada Syiffa.
"Nih ambil tisunya?" ucap seseorang tiba tiba datang dan memberikannya tisu.
Lalu Syiffa pun mengambil tisu tersebut sambil menatap orang yang memberikannya tisu.
"Kak Rendy?" Syiffa merasa terkejut dengan kedatangannya.
"Iya kenapa Syiffa? Maaf saya ganggu kamu ya?" Tanya Rendy sambil mendekati Syiffa.
Lalu Syiffa pun hanya menggelengkan kepala tanpa menjawab pertanyaan Rendy.
"Kamu kenapa sih teriak teriak begitu. Terus maksudnya siapa pria brengsek yang sudah menyakiti kamu itu hah?" Tanya Rendy. Dia tidak rela wanita yang Rendy sangat cintai disakiti oleh orang lain.
"Bukan siapa siapa kok Kak." ucap Syiffa sambil mengusap airmatanya.
__ADS_1
"Sudahlah Syiffa jangan bohong Saya tahu kamu sedang ada masalah iya Kan? Coba ceritakan saja Syiffa jangan terlalu dipendam tidak baik untuk kesehatan kamu yang ada jadi pikiran kan? Kan enak kalau sudah diceritakan bisa lega hati kamu dan siapa tahu Saya bisa membantu kamu." ucap Rendy.
Syiffa tidak mengubris perkataan Rendy tapi seketika dia matanya mulai mengeluarkan airmatanya membasahi pipinya ketika mengingat kejadian tadi.
"Loh Syiff kamu kenapa? Maaf perkataan saya sudah menyakitimu ya?" Tanya Rendy mulai cemas.
"Tidak Kak. Lagian ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Kakak kok. Cuma saya merasa kecewa dengan seseorang saja dan Kakak tahu dia bahkan melakukan hal yang tidak senonoh di tepat di depan mataku Kak hiks.. hiks.." Tangis Syiffa semakin pecah.
"Apakah dia calon suami kamu?" Tanya Rendy.
Syiffa hanya menganggukan kepalanya.
"Syiffa juga tidak tahu Kak. Mungkin selama ini Saya cuma sebagai pelampiasan saja Kak. Setelah dia sudah mendapatkan apa yang dia mau mungkin akan meninggalkanku saya kira begitu Kak hiks.. hiks.. " Syiffa masih menangis.
"Sudahlah Syiffa kamu jangan menangis lagi. Lagian tidak pantas pria brengs*ek seperti dia kamu tangisi Syiffa!" ucap Rendy sambil mengusap airmata Syiffa membasahi pipinya.
"Iya apa yang Kakak katakan benar Pria brengs*ek itu tidak boleh ditangisi tapi saya cuma merasa kecewa saja Kak. Dia selalu bilang Saya wanita yang dicintainya dan disayangi tapi sayang itu hanya palsu dan bodohnya saya percaya begitu saja sama dia Kak, hatiku sakit Kak ternyata cinta dan sayangnya cuma untuk mantannya itu hiks hiks." Syiffa masih terisak nangis dia merasakan sakit hatinya oleh cinta pertamanya yang masuk ke dalam kehidupan Syiffa.
Karena tidak tega Rendy pun memeluk Syiffa lalu mengusap lembut rambut panjang milik Syiffa.
"Sudahlah Syiffa sebelum melangkah lebih jauh kamu harus segera putuskan tunanganmu itu, lagian dia tidak pantas untuk dipertahankan apalagi dia sudah menyakiti kamu. Disana masih banyak kok pria yang lebih baik dari dia pastinya selalu setia dan pengertian." ucap Rendy sambil menguraikan pelukannya.
__ADS_1
"Iya Kak. Makasih ya Kak sudah mau dengerin semua curhatan saya dan makasih sudah memberikan solusi buat Syiffa." Ucap Syiffa sambil tersenyum.
"Iya sama sama Syiffa. Nah gitu dong senyum kan cantik tidak kayak tadi jelek tahu." ucap Rendy.
"Ih apa apaan sih Kak, tapi jelek juga Kakak kan naksir dan suka sama saya iyakan?" ucap sambil menaikan dua alisnya.
"Emang iya dari dulu kali saya suka sama kamu tapi sayangnya kamu selalu menolak saya entahlah apa alasannya mungkin saya orangnya jelek dan tidak seperti orang lain tampan dan kaya." ucap Rendy.
"Ih Kakak kok bicara gitu sih. Lagian Kakak itu tampan tahu sudah itu kaya lagi tapi maaf Syiffa sudah menganggap Kakak seperti Kakakku sendiri." ucap Syiffa sambil menundukan kepalanya karena merasa bersalah.
"Sudah jangan merasa bersalah begitu Syiffa. Lagian saya tidak apa apa kok dan mengerti kamu Syiff." ucap Rendy sambil menangkupkan tangannya ke wajah Syiffa agar melihat dirinya.
Namun tiba tiba seseorang datang menghampiri mereka berdua dengan amarah yang memuncak.
"Jangan sentuh Dia!!" ucap Fattan datang tiba tiba sambil menginbaskan tangan Rendy dengan kasar.
"Kamu pikir siapa seenaknya saja ngelarang larang saya hah?" ucap Rendy merasa tidak terima tangannya diinbaskan dengan kasar.
"Oh jadi kamu belum tahu juga hubungan saya dengan Syiffa iya hah? Saya adalah calon suami Syiffa!" ucap Fattan sambil menatap tajam Rendy. Dan Rendy tidak menyangka ternyata tunangannya adalah Fattan Adijaya rekan bisnisnya.
Kini suasana pun semakin mencekam saat keduanya menatap tajam dengan tatapan yang susah untuk di artikan.
__ADS_1