
Di rumah sakit,
"Maaf ya Nurul, kita lama datang kesininya." Ucap Syiffa yang baru saja tiba di rumah sakit.
"Enggak apa apa kok Syiff nyantai ajalah, lagian aku senang kok bisa jagain Ibu kamu." Jawab Nurul.
"Makasih Nur, oya Ibu belum bangun dari tadi Nurul?" Tanya Syiffa.
"Sudah kok dia bangun tadi sudah aku suapin makan, kata dokter tadi harus minum obat. Setelah itu Ibu kamu tidur lagi, mungkin efek dari obat kali Syiff bikin ngantuk." Ucap Nurul.
"Oh... Tadi Ibu nanyain aku enggak Nur? " Tanya Syiffa.
"Iya tadi Ibu kamu nanyain kamu, aku jawab Syiffa pulang dulu ke rumah buat ngambil pakaiannya dan yang lain lain."
"Makasih ya Nur, sudah jagain Ibu." Ucap Syiffa.
"Iya sama sama Syiff." Jawab Nurul.
"Oya, nih kita bawain makanan buat kamu." Ucap Angga sambil mengeluarkan makanannya.
"Wah makasih banget kak, tau aja deh kalau aku lapar hehe." Ucap Nurul tak tau malu.
"Emmzz.... Ya sudah sana makan dulu!" Ucap Syiffa.
"Siap bos, aku makan dulu ya. Oya kalian enggak ikut makan?" Tanya Nurul.
__ADS_1
"Enggak, kita tadi sudah makan kok." Jawab Angga.
"Emmzz,,,, pantesan aja lamaa.... Kalian ternyata makan dulu ya tadi, pasti sekalian pacaran kan...?" Ucap nurul.
"Apaan sih Nur, ngaco deh kalau ngomong. Sudah sana makan dulu ah!" Ucap Syiffa.
"Yeeh.... Nih orang apaan sih. Iya nih aku makan nih." Ucap Nurul.
Sedangkan angga hanya tersenyum melihat kedua cewek di hadapnnya yang begitu selalu saling mendukung dalam kondisi apa pun.
Kamu beruntung banget Syiff, punya teman kayak Nurul, selalu ada buat kamu saat duka dan suka batin Angga.
"Haloo... Kak... Kak angga?" Ucap Syiffa.
"Aku dari tadi panggil kak Angga ih, kok kak angga malah melamun aja. Emang lagi mikirin apa sih kak?" Tanya Syiffa.
"Aku enggak melamun kok, tadi aku cuma lagi melihat kalian aja. Aku salut sama kalian berdua dimana pun selalu ada, saat duka maupun suka. Tetaplah menjadi teman yang saling mendukung, bukan mencari teman untuk saling menjatuhkan!" Ucap angga.
"Sorry kak, itu bukan tipe aku kak, bener enggak Syiff? Kita berteman harus saling membantu dan mendukung, karena suatu saat nanti pasti kita bakal butuh bantuan teman, jadi ngapain harus saling menjatuhkan kayak yang enggak butuh bantuan teman aja. Emang mencari teman itu gampang, tapi mencari teman yang tulus dan pengertian itu susah loh!" Ucap Nurul.
"Setuju!" Ucap Syiffa dan Angga bersamaan.
"Ciee.... Samaan nih." jawabnya ucap Nurul.
"Apaan sih Nur." ucap Angga merasa salah tingkah.
__ADS_1
"Tau nih anak. Tumben banget kamu pinter Nur? bisa menjelaskan semua secara detail." ucap Syiffa.
"Oh... Jadi selama ini, kamu anggap aku bodoh gitu? Ih jahat banget, aku ini diam diam mengahanyutkan tau enggak? Di bilang bodoh tapi bisa mengejutkan seseorang." Ucap Nurul dengan bangga.
"Lagian aku enggak pernah anggap kamu bodoh ih, serius deh Nur." Ucap Syiffa.
"Iya... Iya aku tau kok, aku cuma bercanda Syiff." ucap Nurul yang sudah selesai makannya.
"Oya syiff,aku permisi dulu ya Syiff, sudah malam, enggak apa apakan?" Tanya Angga.
"Enggak apa apa kok Kak, silahkan aja kak, lagian kak Angga besok harus kerja lagi kan, jadi harus banyak istirahat juga." Jawab Syiffa.
"Cie,, perhatian nya sama kak Angga aja nih, aku enggak nih?" Ucap Nurul.
"Apaan sih Nur, itu mulut mulai ngawur nih bicaranya. Ya sudah kamu juga harus pulang sana bareng aja sama kak Angga, lagian kamu juga besok kan harus kerja." Ucap Syiffa.
"Iya siap Syiff." Jawab Nurul.
"Ya sudah aku permisi ya, Assalamualaikum." Ucap Angga.
"Iya, Walaikumsalam kak." Jawab Syiffa.
"Ya sudah Syiff, aku permisi sampai ketemu besok ya syiff." Ucap Nurul sambil melangkah berjalan menuju keluar.
Lalu Nurul dan Angga pun pergi dari rumah sakit, dan pulang menuju rumahnya.
__ADS_1