Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Bab. 107


__ADS_3

"Bentar lagi masuk nih Nur, Nit, Aku duluan iya, Enggak apa apakan?" Ucap Syiffa yang sudah habis beres makannya.


"Iya silahkan Syiff, enggak apa apa kok." Hati hati dijalannnya iya Syiffa ucap Nurul.


"Emang kamu kira aku mau kemana, " Orang mau ke tempat ruangan kerja aku kok gerutu Syiffa.


"Iya hati hati saja, siapa taukan nanti ada jalanan berliku." Dan hati hati saja


Nanti ada....


"Nanti ada apaan hah?" Ucap Syiffa merasa penasaran dengan ucapan Nurul yang di gantung.


"Nanti ada pangeran cinta menculikmu." Ucap Nurul.


"Huh mulai deh ngaco bicaranya" ucap Syiffa.


Lalu mereka bertiga pun tertawa bersamaan.


"Ya sudah aku duluan iya, baik baik iya kalian berdua." ucap Syiffa.


"Iya ucap Nurul dan Nita bersamaan."


Lalu Syiffa pun pergi menuju ruangan kerjanya, dan kebetulan bell kerja pun berbunyi tanda waktunya masuk kerja, dan kembali beraktifitas kerja lagi.


"Ini Syiff, ada berkas yang harus kamu kerjakan." Ucap Ariff sambil memberikan berkas tersebut.


"Iya baik Pak." ucap Syiffa.

__ADS_1


Lalu Syiffa pun segera mengerjakan berkas yang diberikan tadi hingga selesai.


"Ini Pak sudah beres," Ucap Syiffa sambil memberikan berkas tersebut.


"Makasih iya Syiff," taruh saja disana ucap Ariff.


"Baik Pak," Ucap Syiffa sambil menaruh berkas tersebut di tempat yang dimaksud Ariff.


"Oya Syiff sekarang kamu lembur iya," Banyak lagi berkas berkas yang harus dikerjakan ucap Ariff.


"Iya Pak, oya Pak ngomong ngomong Pak Fattan kemana iya?" kok dari tadi saya enggak lihat dia lagi Tanya Syiffa.


"Dia lagi ada urusan sebentar Syiff," jadi saya disuruh sementara yang menggantikannya ucap Ariff.


"Oh begitu iya Pak," Ucap Syiffa sambil mengganggukan kepala.


"Ck, siapa lagi yang kangen. Orang cuma bertanya doang kok Pak," lagian ngapain harus kangen sama dia Pak? Pacar juga bukan Pak gerutu Syiffa.


"Iya terserah kamu saja deh Syiff," kalau kamu bicara Pak Ariff mah pasti bakal kalah deh sama kamu ucap Ariff.


"Makannya, jangan coba coba lawan saya Pak," ucap Syiffa sambil tertawa renyah.


"Iya iya deh, kalau lawan sama wanita mah mending ngalah saja deh, Tapi kalau lawannya pria saya terus tantangin." Kalau masih kurang ajar nih si Pria saya terus sikat sampai habis, sampai dia sadar atas kesalahannya ucap Ariff.


"Iss.. Sadis bener Pak, tapi enggak gitu juga kali Pak." Oya saya permisi dulu iya Pak mau ke air dulu, sekalian mau sholat dulu Pak ucap Syiffa.


"Iya silahkan Syiff," Ucap Ariff.

__ADS_1


Lalu Syiffa pun pergi meninggalkan ruangannya, dan pergi menuju mushola.


"Gimana sudah kelar urusannya?" Tanya Ariff kepada Fattan yang baru saja datang dan duduk dikursinya.


Sudah Riff. "Oya kemana dia? Bukannya dia harus lemburnya iya," masih banyak nih berkas berkas yang harus dia kerjakan ucap Fattan.


"Maksudnya Syiffa?" Dia katanya izin dulu enggak bakal lembur, ucap Ariff berbohong.


"Loh emangnya kenapa?" Tanya Fattan.


"Mana aku tahu. Tapi tadi sih ada yang nelpon Syiffa," Aku dengar kayak suara pria Kayaknya dia pacarnya deh ucap Ariff.


"Whatt? yang benar kamu kalau bicara!" Gerutu Fattan.


"Serius Ttan!" ucap Ariff.


Ck, enak sekali dia disaat banyak kerjaan yang harus dikerjakan. Tapi malah izin tidak lembur dan lebih memilih kekasihnya itu, Wanita macam apa dia gerutu Fattan.


"Sudahlah Pak Fattan sabar saja, ngapain harus marah marah" Kayaknya ada yang cemburu iya sama dia? Goda Ariff.


Ck, lagian siapa lagi yang cemburu. Kalau bicara jangan ngaco deh Riff ucap Fattan.


"Selamat sore Pak Fattan, " Ucap Syiffa yang tiba tiba baru masuk.


" Loh bukannya kamu..."


"Maksudnya apa iya Pak?" Bukannnya apa Pak? Ucap Syiffa merasa bingung dan penasaran dengan ucapan Fattan.

__ADS_1


__ADS_2