
Namun Syiffa pun tidak memperdulikan ucapan suaminya, malah Syiffa terus bernyanyi dan menggoda suaminya hingga membuat suaminya pusing di melihat tingkah istrinya.
"Ayo Kak, nyanyi bareng." Ucap Syiffa.
"Ogah! Kamu saja sendiri nyanyi." Gerutu Fattan.
"Okelah kalau begitu." Ucap Syiffa sambil melanjutkan kembali bernyanyi nya.
"Ayo Kak, tangannya diatas lambaikan huh." Teriak Syiffa sambil menggoda suaminya dan kembali bernyanyi.
Namun Fattan pun menatap tidak suka istrinya karena Syiffa begitu bagaikan dunia milik sendiri di dalam karoke tersebut. Hingga lupa kalau ada suaminya di dalam.
"Gimana, sudah puas?" Tanya Fattan kepada istrinya sambil menatap tajam.
"Tentu saja puas Kak. Mau nyanyi lagi ah," ucap Syiffa mengambil mic nya kembali.
"Sudah sayang, jangan nyanyi lagi." Ucap Fattan sambil menarik mic tersebut.
"Kenapa sih kak, enggak bagus ya suara Syiffa?" Tanya Syiffa.
"Bukannya tidak bagus sayang, tapi kamu itu nyanyi itu bagaikan orang hilang akal tahu enggak, teriak teriak terus sambil menangis. Ih pokoknya kayak orang gini." Ucap Fattan sambil memiringkan telunjuknya di jidat istrinya.
"Ih Kak Fattan, jahat banget ya ngatain Syiffa gila. Ih punya suami nyebelin nih." Gerutu Syiffa sambil mengembungkan pipinya.
"Habisnya kamu enggak ingat banget disini ada suamimu hah. Sudah ah, ayo kita pulang." Ucap Fattan sambil menatap istrinya.
__ADS_1
"Tunggu dulu kak, kita photo dulu ya kak, buat kenang kenangan selama di Amerika nih." Ucap Syiffa sambil mengambil handphone nya lalu menarik lengan suaminya lalu berpoto sambil keduanya memanyunkan bibirnya saling bertatapan, terus ala manusia terjelek dan kini saling menatap satu sama lain dan cup bibir mereka saling bersentuhan. Setelah selesai berpose kemudian mereka melihat hasil photonya dan kini mereka saling tertawa terbahak bahak.
Lalu tiba tiba handphone Fattan berbunyi, pertanda ada panggilan masuk. Lalu dengan segera Fattan pun mengeluarkan handphonenya dari saku celana jeansnya. Tapi Fattan tidak mengangkatnya hanya mendiamkan saja saat mengetahui siapa yang dimenelponnya.
"Kenapa enggak di angkat kak?" Tanya Syiffa sambil menatap suaminya.
"Lagian ini bukan siapa siapa kok sayang." Ucap Fattan.
"Masa sih? Tuh kasihan tuh nelpon lagi, siapa tahu penting tuh kak angkat saja." Ucap Syiffa.
"Sudah ah, lagian enggak penting kok." Jawab Fattan.
"Kok gitu kak Fattan bilangnya, Syiffa tahu itu pasti dari kak Laraskan?" Tanya Syiffa.
"Tuh itu kamu tahu dari siapa." Ucap Fattan.
"Tapi-"
"Sudahlah Kak, angkat saja kenapa sih kak? Kasihan tuh." Gerutu Syiffa memotong pembicraan Fattan.
"Oke, baiklah jika kamu memaksa." Jawab Fattan dengan segera mengangkat panggilan masuk dari Laras.
"Iya hallo, ada apa Laras?" Tanya Fattan.
"Hallo Fattan, kamu kemana saja sih? Kok enggak ada kabar, aku kangen tahu." Jawab Laras di sebrang sana.
__ADS_1
"Sudah cuma mau nanya itu doangkan? Tidak ada yang lain kan?" Tanya Fattan.
"Kok kamu jawabnya gitu sih Tan. Oya hari ini aku mau operasi, aku berharap kamu hadir kesini temani aku ya Tan, please biarku semangat." Mohon Laras disebrang sana.
"Gimana ya Laras, kayaknya enggak bisa deh," Fattan.
"Ayolah Tan, aku mohon. Supaya aku semangat menjalani operasinya." Ucap Laras dengan suara penuh harapan.
Lalu Fattan pun menatap Istrinya dan Syiffa pun menganggukan kepala tanda setuju dan agar Fattan mau kesana.
"Oke, baiklah sekarang saya akan kesana." Ucap Fattan.
"Terima kasih Tan. Aku tunggu kehadirannya." Ucap Laras.
Lalu dengan segera Fattan pun mematikan sambungan teleponnya.
"Kamu serius nyuruh saya, untuk kesana?" Tanya Fattan.
"Tentu saja Kak. Kasihan kan Kak Laras pasti butuh penyemangat tuh." Ucap Syiffa.
"Ya sudah, ayo kita kesana bersama sama." Ucap Fattan.
"Tapi Kak-"
"Sudah, jangan banyak tapi tapian. Sekarang ikut Kakak kesana." Ucap Fattan memotong pembicaraan Syiffa.
__ADS_1
"Baiklah Kak." Jawab Syiffa.
Lalu Syiffa dan Fattan pun berjalan keluar dan pergi meninggalkan tempat tersebut setelah mereka membayar terlebih dahulu. Dan berjalan menemui Ariff untuk pergi ke rumah sakit menemui Laras.