
Setelah berkumpul semua antara pihak perempuan dan pihak Laki Laki, saatnya acara pertunangan akan dimulai. Kini Syiffa sedang di make over oleh MUA, awalnya Syiffa menolak untuk didandani dan diganti pakainya. Tapi Bu Angel terus memaksa agar Syiffa mau di dandani dan harus diganti bajunya. Walaupun Syiffa sudah kelihatan cantik dengan penampilannya yang dipakainya, tapi Bu Angel pingin melihat Syiffa lebih cantik lagi dan lebih Waah dilihatnya. Dan terpaksa harus menuruti kemauan Bu Angel.
"Gimana Mbak Alen, sudah bereskan mendadani Syiffanya?" Tanya Fattan tiba tiba masuk ke dalam.
"Bentar lagi beres kok Tan, sabar bentar ," ucap Mbak Alen sang MUA.
"Dari tadi saya juga sabar, lama banget nih nungguin calon Istri. Orang orang disana sudah tidak sabar menyambut kedatangan Putri Mahkota Adijaya dan Pangeran Wilson Adijaya." Ucap Fattan sambil tersenyum.
"Sejak kapan emangnya namamu di ganti Tan? Pakai nama pangeran segala. Emangnya Pangeran Wilson diganti juga ya jadi belakangnya Adijaya?" Tanya Alen menatap Fattan.
"Emang iya diganti. Kan barusan saya bicara. Puas hah! Sudah cepatan jangan banyak bicara Mbak Alen," gerutu Fattan.
"Iya ya ini juga sudah kok Bos. Sudah ayo bangkit Putri Mahkota Adijaya tuh dipanggil sama Pangeran Wilson Adijaya." Gerutu Alen membantu Syiffa berdiri.
__ADS_1
"Ya sudah yuk sayang.... "
Ucapan Fattan tergantung saat melihat Syiffa berjalan menghampirinya. Dia merasa terpesona dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Bahkan Fattan pun hampir mengeluarkan air liurnya saat melihat wanita cantik dengan baju dress merah maron berlengan pendek, panjang dress hanya sampai sebawah lutut, ditambah sepatu high heelsnya dan rambutnya yang terurai begitu saja membuat Fattan benar benar tidak bisa mengedipkan matanya.
"Hallo Kak? Ada yang salah ya dengan penampilan saya?" Tanya Syiffa menyadarkan Fattan.
"Eh tidak kok Sayang. Kamu benar benar cantik sayang. Kakak tidak percaya loh apa yang dilihat oleh mata sendiri. Kamu benar benar sangat cantik sayang bagaikan Putri mahkota elizabeht Adijaya," puji Fattan.
"Aduh ini orang benar benar seenaknnya merubah nama. Emangnya sejak kapan ada nama Putri mahkota elizabeht adijaya segala hah?" Sewot Mbak Alen.
Lalu Alen pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.
Kini kedatangan Fattan dan Syiffa disambut meriah oleh para tamu undangan yang hadir. Mereka memberikan tepuk tangan yang meriah untuk calon suami istri tersebut. Para tamu undangan merasa terhipnotis dengan penampilan Syiffa yang begitu sangat cantik bagaikan bak putri kerajaan.
__ADS_1
"Oke semuanya, karena calon pasangan kita sudah hadir maka untuk itu saya mempersilahkan kepada Fattan dan Syiffa untuk saling menukarkan cincinya ke jari tangan pasangan kalian," ucap Diki sang host. Kebetulan Diki adalah saudara sepupu Fattan yang kini bekerja sebagai host atau pembawa acara berita di stasiun televisi nasional.
Lalu Fattan dan Syiffa pun melakukan apa yang dikatakan oleh Diki. kini mereka saling bertukar cincin. Para tamu undangan pun memberikan tepuk tangan meriah saat Syiffa dan Fattan selesai menukar cincinnya.
"Acara pertukaran cincinnya karena sudah selesai. Bagaimana kalau kita suruh mereka berdansa, setuju ?" Tanya Diki pada tamu undangan yang hadir.
"Setuju," Jawab tamu undangan yang hadir.
"Baiklah saudara Fattan dan Syiffa, mari maju ke depan." Ucap Diki mempersilahkan mereka.
"Ayo sayang, kita maju ke depan." Ucap Fattan sambil mengulurkan tangannya.
"Tidak Kak, Syiffa malu ah." Bisik Syiffa sambil mengelengkan kepala.
__ADS_1
"Sudahlah sayang, ayo tidak usah malu, kan ada calon suamimu ini." Fattan sambil memaksa menarik pinggang Syiffa, tanpa di sengaja kini mereka saling menatap begitu dekat cuma beberapa senti saja, dan hidung mancung mereka kini hampir bersentuhan.
Lalu Diki pun memberikan kode kepada Ben untuk memutarkan musiknya. Dengan sigap Ben pun segera memutarkan alunan musiknya. Syiffa yang kepalang sudah malu, terpaksa harus berdansa. Syiffa juga yang memulai mengulurkan tangannya lalu Fattan pun membalas uluran tangan Syiffa. Kini mereka berdansa sambil menikmati alur musik. Semua para tamu undangan pun bersorak dan memberikan tepuk tangan saat mereka dengan lihai berdansa.