Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.164


__ADS_3

Keesokan harinya.


Jam berapa ini? Syiffa yang baru bangun dari tidurnya lalu menatap jam dinding.


"Selamat pagi sayang?" Ucap Seseorang yang kini menyapa calon istrinya tersebut.


Arrgh..


"Kamu! Lagi lagi kamu ada disini. Lagian mau ngapain sih disini hah? Pagi pagi sudah membuat orang kaget dan jantungan tahu!" Kesal Syiffa lalu melempar batalnya ke arah muka Fattan dengan sigap Fattan menangkapnya.


"Iss.. calon Istriku galak banget yah. Terus kamu pikir saya hantu ya bikin kamu jantungan begitu hah?" Ucap Fattan menatap tajam Syiffa.


"Emang iya kamu itu hantu. Tiba tiba datang begitu saja tanpa di undang dan tahu tahu sudah ada dikamar dasar tidak tahu malu sekali," ucap Syiffa menatap sinis Fattan.


"Jahat sekali ya, emangnya kamu pikir saya jelangkung ya hah? Lagian kan saya calon suami kamu Syiffa." Ucap Fattan sambil memijit hidung mancung Syiffa dan merasa gemas dengan tingkah Syiffa.


"Ih Kak Fattan apaan sih sakit tahu. Lagian mau ngapain kesini hah?" Ucap Syiffa sambil mengusap hidungnya.


"Ya tentu saja saya kesini mau ngajak kamu jalan jalan dan shopping di hari weekend ini. Gimana mau kan?" Tanya Fattan.


"Seriusan nih Kak mau ngajak saya jalan jalan nih?" Tanya balik Syiffa.


"Yaelah ini orang malah nanya balik. Lagian seriusan lah sayang. Apapun yang kamu inginkan saya akan kabulkan semuanya meskipun kamu mau toko eskrim pun saya akan beli."


"Wah asyik dong Kak, mau kalau begitu," ucap Syiffa dengan mata berbinar namun tiba tiba sekilas kejadian semalam mengingatkannya kembali.


"Ya sudah sana mandi dulu dan siap siap!" Ucap Fattan sambil tersenyum.


"Enggak jadi deh Kak, mendingan waktu weekend saya habiskan saja tiduran dirumah kan lebih enak," ucap Syiffa kembali menarik selimutnya dan berbaring kembali.


"Ini orang kenapa kembali lagi tidur sih. Katanya tadi senang mau jalan jalan. Kamu lagi sakit ya sayang?" Tanya Fattan merasa cemas kemudian menarik selimut dari Syiffa dan menempelkan tangannya di dahi Syiffa.


"Ih apaan sih Kak pakai tarik selimut segala terus ngapain ini tangan nya. Lagian siapa yang sakit lagi. Orang saya cuma males keluar dan pingin tiduran saja kok waktu weekend nya." Ucap Syiffa sambil menarik selimut kembali dan mengibaskan tangan Fattan.


"Iya juga sih kamu tidak sakit. Terus kamu kenapa dong tiba tiba kembali tidur lagi hah?" Tanya Fattan penuh selidik dan merasakan ada sesuatu yang terjadi.

__ADS_1


"Kan sudah saya dibilangin tadi, kalau saya mau menghabiskan waktunya dengan rehat tiduran saja. Kamu pahamkan?" Ucap Syiffa menatap Fattan lalu kembali tidur lagi.


"Iss ini anak ada ada saja, dari pada tiduran enggak baik buat tubuh kamu. Mending kita jalan jalan yuk sayang, lumayan tuh bikin kamu senang bisa mau beli apa saja bahkan mau beli eskrim pun dengan tokonya saya kabulkan kok," ucap Fattan mencoba merayu Syiffa lalu menarik selimutnya.


"Tapi saya tetap enggak mau kak!" Ucap Syiffa sambil menarik kembali selimut dari Fattan.


"Pokoknya kamu harus mau!" Ucap Fattan menarik kembali selimutnya.


"Ih ini orang kekeuh maksa mulu sih. Saya bilang enggak mau ya tidak mau Kak!" Ucap Syiffa kembali menarik selimut dari tangan Fattan.


Maka terjadilah tarik menarik karena gara gara selimut dan pada akhirnya karena kekuatan Syiffa tidak sekuat tenaga Fattan. Syiffa pun terjatuh ke dalam pelukan Fattan dengan posis Fattan dibawah dan Syiffa di atas. Jantung Syiffa pun tiba tiba begitu berdetak kencang saat mata hitam kecoklatannya menatap mata hitam milik Fattan dengan hidung mancung, wajah putih dan berbentuk lonjong. Kini mereka pun saling menatap satu sama lainnya.


Tiba tiba seseorang datang begitu saja tanpa mengetuk pintu.


Argghh.... Teriak Bu Nina.


"Ibu?" Ucap Fattan dan Syiffa bersamaan lalu keduanya langsung berdiri dan berjalan mendekati Bu Nina.


"Loh Ibu kenapa tadi berteriak? Apa yang terjadi Bu?" Tanya Syiffa seolah olah tidak terjadi pada dirinya.


"I-ibu ini tidak seperti yang Ibu pikirkan Bu. Ibu salah paham. Lagian kita tidak melakukan apa apa kok Bu serius deh. Coba tanya saja sama Kak Fattan apa yang barusan terjadi. Iya kan Kak?" Ucap Syiffa sambil menatap Fattan dan memberikan kode meminta penjelasan.


"Fattan apakah benar yang dikatakan Syiffa?" Tanya Bu Nina meminta penjelasannya.


"Iya benar Bu, apa yang dikatakan Ibu itu emang benar kalau kita sudah melakukannya dan Ibu tahu kalau Syiffa yang duluan menggoda Fattan seperti tadi yang Ibu lihat," ucap Fattan sambil menatap calon Ibu mertuanya dan sekilas menatap Syiffa.


"Apa? Jadi kalian benar benar-"


"Tidak Bu itu tidak benar. Apa yang dikatakan dia itu fitnah Bu. Kamu kalau ngomong yang benar ya hah?" Ucap Syiffa memotong pembicaraan Ibunya dan sambil menatap tajam Fattan.


"Ibu lihat dia bicara seolah olah kalau saya fitnah dia Bu. Padahal sudah jelas sendirikan Ibu lihat kalau Syiffa yang menggoda Fattan dan ada diatas Fattan kan Bu?" Ucap Fattan meminta pembelaan  calon Ibu mertuanya.


"Syiffa kamu itu jangan jadi anak kurang ajar ya, main fitnah orang begitu saja apalagi dia calon suami kamu. Lagian Ibu belum pernah mengajarkan kamu untuk meminta orang!" Ucap Bu Nina merasa geram.


"Tapi Bu emang benar-"

__ADS_1


"Sudahlah Syiffa, Ibu enggak mau meminta penjelasan kamu lagi. Ibu harus segera menelpon Bu Angel agar pernikahan kalian secepatnya dilaksanakan. Ibu tidak mau kalau sampai terjadi apa apa bahkan-" ucapan Bu Nina sengaja digantung lalu menatap perut Syiffa.


"Ibu ini apaan sih Bu. Lagian itu tidak akan terjadi Bu. Sumpah Syiffa tidak melakukan apa apa. Gimana sih menjelaskannya supaya Ibu percaya sama Syiffa?" Tanya Syiffa merasa kesal karena Ibu sendiri tidak mempercayainya.


"Tapi apa yang dikatakan Ibu benar kita harus segera secepatnya menikah Bu. Biar tidak ada sesuatu terjadi sama Syiffa," ucap Fattan mengompori Ibunya lalu menatap perut Syiffa seolah olah terjadi apa apa.


"Ih ini orang benar benar ya ngomporin terus Ibuku, sudah gitu fitnah lagi. Kamu benar benar ya!" Ucap Fattan sambil menunjuk tangannya tepat di wajah Fattan.


"Syiffa!! Kamu tidak boleh begitu. Sekarang waktunya kamu mandi dan kita akan siap siap untuk pergi ke rumah Bu Angel untuk mempercepat pernikahan kalian." Ucap Bu Nina dengan penuh penekanan.


"Tapi Bu-"


"Sudah jangan banyak protes! Sekarang cepat kamu mandi." Ucap Bu Nina.


"Baiklah Bu," ucap Syiffa. Dia benar benar pasrah tidak tahu apalagi yang harus dilakukannya supaya Ibunya percaya kepada dirinya.


"Ya sudah yuk Nak, kita tunggu dimeja makan saja. Sekalian boleh lah bantu Ibu buat siap siap sarapan siangnya hehe," ucap Bu Nina cengengesan.


"Tentu saja Bu bisa dengan senang hati Fattan membantu Ibu atau Ibu mau pesan makanan yang siap saji saja biar Fattan pesanin dan Fattan bayar," ucap Fattan.


"Ah tidak usah Nak, lagian makanan rumahkan lebih higeines dan terpantau sama kita. Jadi kita masak saja dirumah," ucap Bu Nina.


"Baiklah kalau begitu Bu." Ucap Fattan sambil tersenyum pada calon Ibu mertuanya.


"Eh Syiffa kenapa kamu diam saja hah? Cepat sana mandi dulu, kita tunggu nih dimeja makan," ucap Bu Nina saat melihat anaknya hanya berdiam diri.


"Iya baiklah Bu." Ucap Syiffa.


"Ya sudah Yuk Nak kita ke meja makan." Ucap Bu Nina.


"Baik Bu." Ucap Fattan.


Lalu Ibu Nina dan Fattan pun pergi meninggalkan Syiffa. Tanpa mereka sadari Fattan menyunginggkan seutas senyumannya.


Lalu Syiffa pun mengepalkan tangannya di udara setelah melihat kepergian Ibunya dan calon suaminya itu.

__ADS_1


Aarrgh.... Brengsek kamu Fattan!! Kamu benar benar sekarang sudah pandai mengambil hati Ibuku. Sekarang Ibuku lebih percaya kamu dibanding anaknnya sendiri. Dan kamu seenaknya memfitnah diriku begitu saja. Sebenarnya apa sih yang kamu mau hah? Kamu sudah mendapatkan mantanmu kembali. Terus kita sebentar lagi akan dipercepat pernikahannya mau jadi seperti apa nanti rumah tangga kita hah? Kamu benar benar egois tidak mengerti perasaan aku juga Fattan!! Gerutu Syiffa pada diri sendiri dan meneteskan airmatanya dan kemudian mengusap airmatanya yang telah membasahi pipinya.


__ADS_2