
"Eh ibu sudah ?" Ucap Syiffa.
"Dari tadi Ibu juga sudah bangun, tapi Ibu pura pura aja tidur." Ucap Ibu Nina.
"Berarti Ibu dengar dong ucapan syiffa dan teman teman Syiffa? Maaf ya Bu tadi Syiffa cuma bercanda sama teman teman."
"Iya enggak apa apa kok Nak, oya itu pria tadi siapa Nak?" Tanya Ibu Nina.
"Maksudnya ibu, pria yang barusan kumpul bareng?" Tanya Syiffa.
"Iya, sudah siapa lagi?" Ucap Ibu Nina.
"Oh itu kak Angga Bu, atasan syiffa. Dia menjabat sebagai Team Leader Syiffa."
"Oh, gitu ya Nak, kirain Ibu dia... " Ucap Bu Nina menggantung perkataannya.
"Kirain apa bu? Pasti nyangka nya dia pacar syiffa ya Bu. Dia itu cuma atasan Syiffa Bu, enggak lebih kok Bu!" Ucap Syiffa.
"Tapi kayaknya dia orang baik Nak, cocok juga sama kamu." Ucap Bu Nina.
"Ah Ibu mah, tiap ada cowok yang dekat sama Syiffa di bilang cocok sama Syiffa, di bilang baiklah seperti Ibu bilang sama Pak Ariff, sama bilang gitu!" Ucap Syiffa.
"Hehe... Ibu cuma bercanda kok Nak, lagian kalau masalah jodoh Ibu enggak bakal ikut campur kok, itu urusan pribadi kamu Nak. Yang penting dia nyaman buat kamu dan bisa membimbing kamu." Ucap Ibu Nina.
"Iya bu. Terima kasih ya bu, Ibu pengertian banget sama Syiffa." Ucap Syiffa.
"Iya Nak, oya gimana kabar pak Ariff?" Tanya bu Nina.
__ADS_1
"Dia baik kok Bu." Jawab Syiffa.
"Syukurlah kalau begitu." Ucap Bu Nina.
"Iya Bu, oya Ibu sekarang tidur lagi, lagian ini masih malam Bu. Apa Ibu mau makan? Atau mau ngemil Bu?" Tanya Syiffa.
"Emangnya kamu, yang tiap malam suka ngemil. Lagian Ibu enggak lapar kok Nak, kan ibu baru bangun, jadi susah mau tidur lagi." ucap Ibu Nina.
Emmm... Gitu ya, "Hoammmzz.. Jam berapa nih Bu?" Ucap Syiffa sambil melihat jam dinding menunjukan pukul 20.45 wib.
"Ngantuk iya Nak? Ya sudah istirahat aja Nak, Lagian besokkan kamu harus kerja." Ucap Bu nina.
"Emang enggak apa Bu, kalau besok syiffa kerja?" Tanya Syiffa.
"Enggak apa apa kok Nak, kan ada suster yang jagain ibu, jadi kamu enggak usah khawatir Nak." Ucap Ibu Nina.
"Ya sudah kalau begitu Syiffa tidur dulu ya Bu di soffa, kalau ada apa apa nanti bangunin Syiffa ya Bu." Ucap Syiffa.
"Iya, iya Bu." Ucap Syiffa sambil berjalan ke arah soffa.
Lalu syiffa pun merebahkan di soffa, dengan perlahan lahan menutup mata dan terdengar napas beraturan dan mulai terlelap ka alam bawah sadarnya.
Makasih ya allah, engkau telah memberikan anak yang begitu baik dan berbakti sama orangtua. Semoga kelak nanti engkau berjodoh sama pria yang sangat menyayangimu dan mencintaimu dengan tulus ucap Bu Nina.
Lalu dengan perlahan Ibu Nina pun mulai tertidur.
__ADS_1
Keesokan Harinya di pt. Juhes adijaya.
"Hey Syiff sudah masuk kerja sekarang, emangnya enggak apa apa ibu kamu di tinggal?" Tanya Angga.
"Eh Pak Angga, enggak apa apa kok lagian Ibu juga nyuruh aku kerja, kan di sana juga ada yang jagain suster." Jawab Syiffa.
"Syukur kalau gitu." Ucap Angga.
"Hey semuanya, apa kabar? Sudah masuk kerja sekarang Syiff?" Tanya Nurul.
"Iya Nur, Kayak yang baru ketemu aja nanyain kabar, Tiap hari ketemu kali." Ucap Syiffa
"Ih, ini anak kenapa sih basa basi aja kali Syiffa, ah kamu mah enggak ngerti!" Ucap Nurul.
"Bercanda kok Nur." Ucap Syiffa.
"Oya tau enggak Syiff tadi ada kertas pengumuman, katanya perusahaan ini memberikan peluang untuk para karyawan di bagian HRD. Coba kamu ikutan, kan kamu pintar banget tuh." Ucap Nurul.
"Yang bener Nur, seriuskan?" Tanya Syiffa.
'Nih, tatap mata aku, bohong enggak? Lagian ngapain kasih kabar bohong ke kamu, bikin malu aja deh." Ucap Nurul.
"Hehe. .. Bercanda kok, oya kapan dimulainya jadwal tersebut?" Tanya Syiffa.
"Nanti setelah pulang kerja Syiff!" Ucap Nurul.
"Oh... Makasih ya Nur, atas informasinya!" Ucap Syiffa.
__ADS_1
"Iya sama sama Syiff." Ucap Nurul.
Semoga aja nanti, aku lulus interview, aku lagi butuh uang buat membayar kepada orang yang telah membayar semua biaya ibu. Semoga aja nanti bertemu sama orangnya dan akan aku langsung bayar, lagian aku enggak mau punya hutang budi sama dia. Ayo semangat syifa demi ibumu batin Syiffa menyemangati diri sendiri.