Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Bab.108


__ADS_3

"Arifff.......!!" Teriak Fattan sambil menatap tajam Ariff.


"Eh I-iya bos ada apa?" Ucap Ariff dengan nada kaku.


Kau sudah berani-


"Maaf bos saya permisi, sekarang harus ada pekerjaan yang diselesaikan di gedung sana," ucap Ariff sambil belalu pergi ruangan.


"Ck, berani sekali dia pergi begitu saja sebelum saya menjelaskan ucapan saya." Dan betapa bodoh banget diriku ini, sudah dibohongi dia gerutu Fattan.


"Maaf Pak, tadi Pak Fattan mau bicara apa iya?" Tanya Syiffa.


Tidak jadi!! Sekarang selesaikan tugasmu ini ucap Fattan dengan datar sambil memberikan berkas tersebut.


Iya baik Pak ucap Syiffa.


Lalu melaksanakan tugasnya seperti biasa hingga pekerjaannya beres.


"Ini pak, semuanya sudah beres" ucap Syiffa sambil menyerahkan semua berkas berkas.


Taruh saja disana. "Oya bisakah kamu mengambilkan air minum untukku?" Ucap Fattan.


Baik pak, saya akan ambilkan ucap syiffa.


Lalu Syiffa pergi dari ruangan untuk mengambil air minum untuk Atasannya.

__ADS_1


"Kayaknya saya harus beli motor nih, kebetulan sering lembur jarang ada angkutan umum lewat kalau malamil gini" gerutu Syiffa pada diri sendiri.


"Maaf Mbak, itu air minumnya sudah penuh tuh," ucap Ofice Boy(OB) mengingatkan.


Eh iya hehehe, makasih iya sudah ngingetin ucap Syiffa sambil cengegesan.


"Makanya jangan banyak melamun mbak," ucaf OB sambil berlalu pergi.


"Huh lagian siapa lagi yang ngelamun?" tapi kalau tadi aku enggak ngelamun terus apa dong ? Tapi masa bodoh ah ngapain dipikirin lagi gerutu Syiffa sambil berlalu pergi.


"Ini Pak, air minumnya." ucap Syiffa.


"Taruh saja disana, dan terima kasih," ucap Fattan.


Lalu Syiffa pun berjalan menuju kerjanya. Tapi tiba tiba...


"ah.... " Teriak Syiffa.


Lalu dengan sigap Fattan menolong, dan menahan tubuh Syiffa agar tidak terjatuh. Mata keduanya saling menatap satu sama lain ala film film gitu.


" Ternyata dia cantik banget," kalau dilihat dari kedekatan. bibir merahnya yang tipis, bola mata yang indah dan kelopak mata yang lentik, sungguh hampir sempurna dirimu batin Fattan.


"Eh maaf Pak," ucap Syiffa sambil berdiri kembali.


"Makanya kalau jalan yang benar!" ucap Fattan dengan datar, sambil berjalan kembali ke tempat kursi kerjanya.

__ADS_1


"Ck, menyebalkan sekali dia." gerutu Syiffa sambil berjalan menuju kursinya dan membereskan tempat kerja karena waktunya pulang.


"Eh iya Pak ini!" ucap Syiffa sambil menyodorkan uang.


"Maksudnya apa ini?" Tanya Fattan sambil mengerutkan keningnya karena bingung.


"Ya ampun, masa pak Fattan lupa apa maksudnya." kan kemarin saya sudah berjanji akan membayar makanan tersebut, ini ambil Pak! Ucap Syiffa.


"Lagian aku enggak butuh uang sekarang." Sudah ambil sajalah ucap Fattan.


"Jangan sombong deh pak, mentang mentang sudah kaya jadi meremehkan dan enggak mau menerimanya." lagian iya pak namanya hutang tetap harus dibayar pak, meski cuma 500 perak pak gerutu Syiffa.


"Tapi kalau saya enggak mau gimana?" sudah ambil saja, lumayankan buat jajan kamu ucap Fattan.


"Yaelah Pak Fattan tega banget, mau saya jadi mati susah iya?" karena gara gara hutang belum dilunasi. Dan saya enggak mau gara gara hutang, ketika saya meninggal berurusan nanti disana gerutu Syiffa.


"Bu-bukan begitu maksudnya, lagian saya ikhlas kok." ucap Fattan.


"Terima kasih kalau begitu," tapi saya enggak mau. pokoknya pak Fattan harus terima ini uang ucap Syiffa meski kekeuh kudu di ambil.


"Ck, ini anak keras kepala banget iya," batin Fattan.


Oke, kalau kamu meski harus tetap saya menerima. Gimana kalau dengan cara lain? Ucap Fattan.


"Maksud pak Fattan?" Tanya Syiffa.

__ADS_1


__ADS_2