
Di tempat ruangan sang Presdir.
"Selamat siang, pak Fattan!' ucap Ariff sambil melangkah mendekati Fattan.
"Iss.. ini orang enggak punya etika sopan santun apa? Main masuk saja ucap salam kek, ketuk dulu kek sana ulangi lagi!" ucap Fattan.
"Yaelah Ttan, tapi.."
"Enggak ada tapi tapi an!! Dilarang protesss!" Ucap Fattan.
"Iya, iya, baik bos!" ucap Ariff sambil melangkah menuju keluar.
Tok.... Tok... Tok....
"Assalamualaikum Permisi ."ucap Ariff mengetuk pintu.
" Walaikumsalam.. silahkan masuk!" ucap Fattan.
"Selamat siang pak Fattan, semoga hari pertama kerja jadi seorang Presdir menyenangkan dan lebih baik." ucap Ariff.
"Apaan sih panggil pak... Pak... Emangnya saya bapak kamu apa?" Ucap Fattan.
"Ya ampun, pak Fattan ini gimana sih, kan sekarang kamu menjadi seorang presdir, saya bawahannya, jadi di tempat kerja ya harus profesional dong." ucap Fattan.
__ADS_1
"Oh.... Begitukah? Oke, Bapak Ariff kusumajaya!"
"Lagian kenapa kamu lagi panggil aku bapak, kan aku juga sama bukan bapak kamu!" protes Ariff.
"Karena usia kamu jauh lebih tua dari pada aku, jadi saya menghormati mu, Bapak Ariff kusumajaya." ucap Fattan sambil tersenyum penuh arti.
"Whatt? Saya di bilang tua? Enggak salah dengarkan saya, massa cowok seganteng aku di bilang tua, enggak bisa gitu dong pak Fattan adijaya." ucap Ariff kesal.
"Sudah , enggak bakal kelar kelar kalo begini terus, lagian ada apa kamu kesini?" Tanya Fattan yang sedang memeriksa berkas berkas pekerjaan
"Ini pak, kebetulan ada beberapa orang yang akan pensiun kerja, untuk menggantikan posisi mereka, apakah perlu kita mengadakan pengumuman khusus para karyawan disini yang sanggup menggantikan para pensiun kerja jadi inti nya kita memberikan kesempatan buat para pekerja menggali potensi ke jabatan lebih tinggi lagi!" ucap Ariff.
"Ide bagus juga, segera lakukanlah secepat mungkin pak Ariff." ucap Fattan.
Lalu Ariff pun pergi meninggalkan ruangan Fattan dan segera melakukan tugasnya.
3 jam kemudian, bel pun berbunyi tanda waktunya seluruh para karyawan pulang.
"Iya sudah yuk Nurul, ayo berangkat ke rumah sakit!" ucap Angga
"Baik pak, cieee semangat gitu pak Angga mau ketemu sama calon besan nih." goda Nurul.
"Apaan sih Nur, kalau bicara suka ngaco deh, lagian kan saya ini team leader Syiffa, jadi wajarkan seorang atasan menenggok bawahannya." ucap Angga.
__ADS_1
"Iya deh, terserah pak angga deh, yang penting bapak bahagia." ucap nurul.
Tentu saya sangat bahagia bila bisa ketemu sama syiffa dan ibu nya, apalagi kalau dia jadi pacar aku sekaligus istri aku, pasti jauh lebih bahagia banget batin Angga.
"Ya sudah yuk cepetan naik motor!" ajak Angga.
Iya pak ucap Nurul.
"Bisa enggak Nur jangan panggil bapak, atau pak, lagian ini kan diluar pekerjaan, jadi bisa kan panggil.."
"Kak Ariff, maaf aku lupa kak!" ucap Nurul.
Lalu Angga dan Nurul pun pergi menuju rumah sakit untuk menemui Syiffa.
1 jam kemudian, Angga dan Nurul sudah nyampai di rumah "sakit Harapan".
"Dimana ya kak ruangannya? Aku lupa tadi enggak nanya sama pak Ariff!" ucap Nurul.
"Coba aja yuk kita tanya sama suster yang bertugas disana." ucap Angga.
"Ya sudah yuk kak!" ucap Nurul.
Lalu Angga dan Nurul pun berjalan menuju Suster tersebut.
__ADS_1