
"Iya aku kenal dia Syiff, dia kan pemilik--" ucapan Raffly tergantung saat seorang manager datang.
"Raffly sekarang kita harus manggung di cafe xxxx, kamu sudah siapkan?" Tanya seorang Manager.
"Sekarang? Emangnya enggak bisa di undurin dulu gitu satu jam lah, aku lagi asyik nie ngobrol sama mereka." ucap raffly sambil menatap Syiffa dan Nurul.
"Enggak bisa Raff, harus sekarang lagian jadwal kita padat. Setelah manggung disana kita harus ke cafe xxx!!" jawab Eko sang manager.
"Sudah... Sudah.... Sana tuh, ikuti apa yang dikatakan oleh manager kamu Raff, kan lumayan dapat uang honor." ucap Syiffa.
"Iya... Iya... Ya sudah aku permisi dulu ya Syiff, Nur lain kali kita ketemu lagi ya." ucap Raffly.
"Iya Raff." ucap Syiffa dan Nurul bersamaan.
Lalu Raffly dan managernya pergi dari "cafe exotis".
"Oya Syiff pak Fattan sama pak Ariff mau ngapain kesini?" Tanya Nurul.
"Mana aku tahu Nur, mungkin sama mau nongkrong aja kali di cafe ini." ucap Syiffa.
"Ada ada aja dech, massa seorang pimpinan nongkrong di cafe ini." ucap Nurul.
"Lho emangnya kenapa kalau mereka nongkrong disini? Mereka juga butuh hiburan kali." ucap Syiffa.
"Cie,,, ada yang perhatian nih." goda Nurul.
"Yeee.. Apaan sich Nurul kalo bicara ngawur dech." ucap Syiffa sambil melemparkan tissu ke muka Nurul.
"Hahaha..... Bercanda Syiff, sensi bangeet sich." ucap Nurul.
"Aduh, perutku Syiff?" ucap Nurul sambil memegang perutnya.
__ADS_1
"Kenapa Nur? Perut kamu kenapa?" Tanya Syiffa dengan khawatir.
"Perutku mules nie, pingin buang hajat nih." ucap Nurul.
"Hadeeuh.. Kiraen kenapa. Ya sudah sana tuh ketoilet dulu." ucap Syiffa.
"Iya... Iya... Bentar ya Syiff, mau ke toilet dulu." ucap Nurul.
"Heem.." ucap Syiffa mengganggukan kepala.
Lalu Nurul pun pergi ke toilet dan kini Syiffa sedang asyik dengan hp nya.
Setengah jam kemudian.
"Itu anak lama banget ya sambil menatap jam tangannya. Jangan jangan dia pingsan lagi di toilet." gerutu Syiffa merasa khawatir.
"Lalu Syiffa melangkah berniat ke toilet untuk menyusul Nurul. Tapi tiba-tiba.."
"Byurr.." Sebuah minuman tak sengaja menumpahi baju Syiffa.
"Iya enggak apa apa kok, sini tisunya biar saya yang membersihkan sendiri." ucap Syiffa.
"Nih mbak, sekali lagi maaf ya mbak aku enggak sengaja." ucap seorang pelayan sambil memberikan sebuah tissu.
"Heem.." ucap Syiffa sambil mengganggukan kepala dan pergi menuju wastafle untuk membersihkan baju yang tadi terkena tumpahan minuman.
"Tuh kan jadi bajuku basah nie, untung saja tadi aku bawa baju cadangan dan menggantikan baju kerja ku dengan baju ini. Tapi ini baju nya jadi basah nie gara gara pelayan itu tuh." gerutu Syiffa pada diri sendiri dengan kesal sambil membersihkan baju nya di wastafle.
"Makanya kalo jalan pakai mata jadi ginikan kenapa tumpahan minuman." ucap seseorang yang tiba tiba datang.
Lalu Syiffa pun menengok ke arah sumber suara.
__ADS_1
"Pak Fa-Fattan?" Ucapan Syiffa dengan gugup karena terkejut.
"Apaa?" Ucap Fattan menatap tajam Syiffa.
"Bapak mau ngapain kesini?!" Bentak Syiffa.
"Seperti yang kamu lihat mau cuci tangan!" ucap Fattan yang sedang mencuci tangan.
"Tapi ini kan khusus cewek, ngapain bapak masuk kesini? Ini namanya pelecehan pak." ucap Syiffa.
"Oya masa sich?" Ucap Fattan sambil menatap tajam Syiffa.
"Bapak jangan macam macam ya, saya teriak nih!" ancam Syiffa.
"Coba aja teriak, paling kamu sendiri yang malu." ucap Fattan.
"Whattt maluuu? Ngapain saya malu??"Ucap Syiffa.
"Yakin enggak bakal malu nih? Coba kamu lihat tuh baca?" Ucap Fattan sambil menunjuk kearah pintu.
Whatt?? Toilet cowok mampus nih aku batin Syiffa seketika wajahnya memerah karena malu.
"Sudah baca?" Tanya Fattan menatap sinis.
"Tau ah, awaasss minggir mau keluar!" Ucap Syiffa merasa malu.
"Iss... Tunggu dulu." ucap Fattan menahan lengan syiffa.
"Apaa? Lepasin tanganku!" ucap Syiffa.
"Ingat janjimu itu!" Ucap Fattan sambil melepaskan tangannya.
__ADS_1
"Iya iya... Lalu Syiffa pun pergi dari wastafle toilet dengan perasaan malu."
Ck, dassarrr itu cewek ada aja kelakuannnya ucap Fattan tanpa disadari menyunggingkan seulas senyumannya.