
Pt. Juhes Adijaya.
"Selamat pagi Pak." Ucap Karyawannya.
"Pagi ." Jawab Fattan sambil menganggukan kepalanya.
"Pagi Pak." Ucap para karyawannya saat bertemu dengan sang Pemimpin perusahaan sekaligus yang punya perusahaan tersebut. Lalu Fattan pun hanya menganggukan kepala dan tersenyum pada karyawan yang menyampa nya.
"Lihat tadi dia tersenyum padaku, hatiku senang banget."
"Iya sama dia dia juga tersenyum padaku, aku baru lihat loh dia seperti itu karena jarang pak Fattan seperti itu biasanya dia dingin orangnya."
"Iya benar juga, tapi yang penting sekarang pak Fattan sudah berubah menjadi murah senyum".
Itulah kehebohan para wanita karyawan Pt.juhes dipagi hari, saat melihat Pimpinannya berubah jadi suka tersenyum dan tidak dingin lagi dengan sikapnya.
Lalu Fattan berjalan menuju ruangannya dan kini sedang duduk dikursi kebesarannya.
" Selamat Pagi Bos." Ucap Ariff yang baru saja sampai diruangannya.
"Pagi juga." Jawab Fattan.
"Iss.. Kayaknya ada yang lagi senang nih, mukanya itu loh bersinar banget, terus senyum senyum sendiri deh." Ucap Ariff.
"Enak saja kamu bilang barusan apa hah? Emangnya aku orang gila apa hah dibilang senyum senyum sendiri." Kesal Fattan lalu melemparkan bolpoint yang dipegangnya. Lalu dengan sigap Ariff menangkapnya.
"Ini punya Bos galak benar iya. Lagian tadi saya cuma bercanda kok." Ucap Ariff.
__ADS_1
"Tapi tidak lucu tahu bercandaannya." Protes Fattan.
"Iya iya saya minta maaf deh. Oya kayaknya kamu lagi bahagia nih, coba ceritain ada apa?" Tanya Ariff penasaran.
"Idih kepo banget deh, lagian ini R-A-H-A-S-I-A." Ucap Fattan.
"Yaelah main rahasia segala, ya sudah kalau tidak mau bercerita juga tidak apa apa, yang penting Pak Fattan bahagia deh." Ucap Ariff menatap Atasannya.
"Tentu saja saya pasti bakal bahagia, karena hari ini bakal ada moment bahagia dan sangat dinantikan oleh saya." Ucap Fattan.
"Maksudnya moment apaan sih?" Tanya Ariff sambil mengerutkan keningnya.
"Ada deh, nanti juga kamu bakal tahu kok." Ucap Fattan.
"Selamat pagi." Ucap Syiffa yang baru saja masuk keruangan.
"Sudah mulai masuk kerja nih Syiff?" Tanya Ariff
"Iya Pak." Jawab Syiffa.
"Terus Ibu kamu disana sama siapa kalau kamu kerja?" Tanya Ariff.
"Kebetulan tadi ada Mbak Sri jenguk, terus saya disuruh masuk kerja saja, biar Mbak Sri katanya yang jagain Ibu." Ucap Syiffa.
"Oh gitu ya Syiff. Oya Mbak Sri yang janda anak satu itu iya?" Tanya Ariff.
"Iya Pak. Gimana mau enggak sama Mbak saya? nanti saya jodohin deh kalau mau." Ucap Syiffa cengengesan.
__ADS_1
"Iya boleh juga tuh Syiff, sudah jodohin saja dia sama Mbak kamu itu." Fattan ikut bersuara.
"Enak saja kalian berdua main jodohin saja. Kayak yang tidak laku saja saya dijodohin." Kesal Ariff.
"Lagian emang benarkan, kamu tuh enggak laku buktinya sampai sekarang jomblo abadi." Ucap Fattan.
"Dengar iya Pak Fattan yang terhormat, jomblo bukan berarti enggak laku. Hanya saja saya belum menemui wanita yang sesuai karakter saya, jadi inilah alasan saya kenapa masih jomblo. Anda Pahamkan sekarang?" Ucap Ariff menatap Fattan.
"Iya iya saya paham." Ucap Fattan.
"Oya dari pada saya jodohin sama Mbak kamu, mending saya sama kamu saja deh Syiff. Gimana boleh dong Pak Fattan?" goda Ariff.
"Enak saja, enggak boleh. Dia milikku!" Fattan dengan tegas.
"Lagian kan kalian belum jadian, jadi boleh lah sebelum janur kuning melengkung masih bebas dong." ucap Ariff.
"Kamu jangan bikin saya emosi Riff! lagian bentar lagi kita bakal jadian kok, karena hari ini moment bahagia dimana Syiffa bakal menjawab dan menerimaku. Iya kan Syiff?" Ucap Fattan dengan pedenya.
"Eh, Ntahlah Pak, nanti saja kasih jawabannya setelah pulang kerja." Ucap Syiffa merasa gugup.
Ya ampun kenapa saya sampai lupa kalau hari ini saya harus kasih jawaban buat dia, saya harus jawab apa iya, terima atau enggak iya? batin Syiffa.
"Hei sayang, apa kabar?" Tanya seorang wanita yang tiba tiba masuk keruangannya dan berjalan mendekati Fattan.
Sa-sayang? Siapa wanita itu? Terus maksudnya apa semua ini. Pak Fattan menyatakan perasaannya, tapi wanita itu memanggil sayang padanya? Gerutu Syiffa dengan pertanyaan pertanyaan yang membuat dirinya merasa tidak mengerti.
Karena wanita tersebut membelakangi Syiffa dan menatap ke arah Fattan, sehingga Syiffa tidak dapat melihat wajah wanita tersebut.
__ADS_1