
Bell pun berbunyi pertanda waktunya untuk pulang, kini Syiffa pun sedang membereskan perlengkapan alat tulis dan berkas berkas lainnya ke dalam tas. Kemudian ada seseorang datang menghampiri Syiffa.
"Hei Syiffa, bolehkah aku bergabung dan berteman dengan kamu?" Tanya seseorang yang kini berada di samping Syiffa.
"Tentu saja, boleh kok." Jawab Syiffa sambil tersenyum.
"Oya perkenalkan namaku Tika." Ucap Tika memperkenal diri.
"Namaku Titi," ucap Titi ikut nimbrung.
"Hei Tika, hei Titi, senang bisa berkenalan dengan kalian." Ucap Syiffa.
"Kita pun sama Syiffa, sangat senang berkenalan dengan kamu, iya kan Tika?" Tanya Titi kepada Tika.
"Tentu saja dong, apalagi kamu itu cantik banget kayaknya idaman pria tuh." Ucap Tika.
"Apaan sih Tika, jangan memuji berlebihan ah. Lagian kamu juga sama cantik kok." Ucap Syiffa.
"Masa sih? Lagian emang benar sih, aku ini cantik." Ucap Tika sambil mengambil kaca kecil lalu bercermin.
"Yaelah so kepedean lagi ini orang." Gerutu Titi.
"Biarin saja, mending jadi orang pede dari pada jadi orang yang minder." Ucap Tika.
"Ya terserah kamu saja deh." Titi sambil menatap malas Tika.
"Oya, kita pulang yuk?" Ajak Syiffa yang kini sudah selesai membereskan perlengkapan alat tulisnya.
"Ya sudah yuk." Jawab Titi.
Lalu mereka pun berjalan menuju keluar dan meninggalkan ruangan kelasnya. Dilapangan pun kini sedang pada rame dan heboh, karena sebentar lagi akan ada pertandingan bola basket yang akan dilaksanakan sebentar lagi.
Ketika Syiffa berjalan melewati lapangan seseorang pun datang menghampiri mereka.
"Hei Syiffa, mau pulang nih?" Tanya Kiki mendekati Syiffa.
"Tentu saja mau pulang, emangnya kamu tidak lihat apa, jelas jelas kita mau pulang hah?" Ucap Titi sambil menatap Kiki.
"Lagian ngapain sih kamu yang jawab hah? Aku nanya sama Syiffa, ngapain kamu yang jawab dodol!!" Protes Kiki.
"Loh emangnya kenapa kalau aku yang jawab hah? Lagian bebas kali, tidak ada yang melarang kok." Ucap Titi menatap tajam Kiki.
"Ada barusan saya protes tau!! Aku pinginnya si cantik yang jawab, bukan kamu tau." Ucap Kiki.
"Tapi kita juga sama kali, cantik juga kok." Ucap Titi.
"Cantik dari mana hah, So kepedan banget ya? Paling juga kalau dilihat dari sedotan kali." Sindir Kiki.
__ADS_1
"Kurang ajar banget ya kamu hah?" Ucap Titi sambil mencengkram lengan Kiki dengan kuat sehingga kesakitan.
"Aww.. sakit Titi!!" Ucap Kiki. Lalu dengan segera Kiki mengempaskan tangan Titi dengan kasar sehingga Titi terdorong ke belakang dan mengenai tubuh Syiffa yang akan terjatuh namun tiba tiba ada seseorang yang menahan Syiffa sehingga tidak terjatuh.
Kini mata hitam mereka pun saling menatap satu sama lainnya. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang merasa marah lalu keluar dari mobilnya.
"Ehmzz... " Suara deheman seseorang menyadarkan mereka.
"Eh maaf Kak," ucap Syiffa sambil berdiri.
"Iya tidak apa apa kok, kamu baik baik sajakan Syiffa?" Tanya Eka.
"Baik kok Kak, terima kasih sudah menolongku Kak." Ucap Syiffa.
"Iya Syiffa." Jawab Eka.
"Ini semua gara gara kalian berdua tahu, coba kalau tidak ada Kak Eka yang nolongin pasti sudah terjatuh tuh Syiffa." Gerutu Tika sambil menatap Titi dan Kiki bergiliran.
"Lagian ini juga karena si Dodol nih, yang mulai duluan ngajakin berantem." Ucap Kiki sambil menatap Titi.
"Ih nuduh sembarangan ya, kamu kali yang duluan mulai." Titi menatap balik Kiki.
"Sudah, kalian ini kenapa sih berantem mulu. Sudah dewasa tahu. Saatnya saling rukun. Kalau aku saranin lebih baik pacaran deh biar tidak ribut mulu bosen dengarnya." Tika sambil menatap Titi dan Kiki.
"Ogah!!" Jawab Titi dan Kiki.
"Ayo kita pulang!!" Jawab seseorang sambil menarik lengan tangan Syiffa.
"Heem." Jawab Fattan sambil merangkul pundak Syiffa.
Semua orang pun merasa terkejut apa yang terjadi dengan Syiffa dan pria asing yang tidak dikenalinya. Semua orang pun merasa iri terhadap Syiffa jika memang pria itu pacarnya sangat beruntunglah Syiffa memiliki pria tersebut karena pria tersebut tidak kalah cakep dengan Eka.
"Ya sudah kalau begitu saya pamit duluan ya." Ucap Syiffa berpamitan dengan teman temanya.
"Iya silahkan Syiffa," jawab Tika.
Lalu Syiffa dan Fattan pun berjalan menuju mobil dengan masih merangkul pundak Istrinya. Meski Syiffa terus menolak untuk melepaskannya, tapi tidak mendengarkannya dan memilih bodoh amat orang mau bicara apa, lagian mereka berdua Suami Istri. Tapi Fattan meminta Syiffa untuk menyembunyikan statusnya agar mereka tahu mana orang yang tulus berteman dengan dirinya.
"Ti, dia itu siapanya Syiffa ya?" Tanya Tika kepada Titi.
"Aku juga enggak tahu Tika, kayaknya dia kekasihnya deh." Ucap Titi.
"Kalau menurut aku, kayaknya enggak mungkin deh dia kekasihnya. Secara gitu Syiffa itu kalau aku lihat nih bukan cewek yang mau disentuh begitu saja." Ucap Kiki.
"Terus siapa ya dong kalau bukan kekasihnya?" Tanya Tika.
"Tadi Syiffa memanggil Kakak tuh, siapa tahu tuh dia Kakaknya." Ucap Titi.
__ADS_1
"Bisa jadi juga tuh." Ucap Kiki.
Namun Eka pun hanya menatap kepergian Syiffa dan Fattan dengan tatapan yang susah di artikan lalu menyunggingkan bibir atasnya kemudian tersenyum.
"Bos baik baik sajakan?" Tanya Kiki saat melihat Eka kini menatap kepergian Syiffa dengan Fattan.
"Apaan sih kalau nanya Ki, sudah ayo kita kumpul kelapangan sebentar lagi dimulai tuh pertandingan basketnya." Ajak Eka.
"Baiklah Bos." Jawab Kiki.
"Ya sudah kalau begitu, saya permisi." Pamit Eka terhadap Titi dan Tika.
"Iya silahkan Kak." Jawab Tika.
Lalu Eka dan Kiki pun berjalan ke lapangan basket, untuk memulai pertandingan basketnya.
"Ayo sayang, cepat masuk!" Ajak Fattan sambil menatap tidak suka terhadap Istrinya.
"Baiklah Kak," jawab Syiffa kemudian masuk ke dalam mobil dan memasang saltbeltnya.
Dengan segera Fattan pun menjalankan mobilnya setelah semuanya sudah siap. Syiffa pun merasa terkejut ketika Fattan menjalankan mobil dengan kecepatan sangat cepat.
"Kak, turunin kecepatannya mobilnya. Kakak ini kenapa sih, Syiffa lihat Kakak kayak emosi begitu." Ucap Syiffa merasa bingung dengan Suaminya .
Namun Fattan pun tidak menjawab pertanyaan Syiffa, dia memilih fokus menjalankan mobilnya. Syiffa pun lebih memilih diam percuma saja protes tapi tidak pernah direspon oleh Suaminya.
Kini mobil yang ditumpangi Syiffa dan Fattan pun sudah sampai di sebuah tempat sebuah Vila
"Ayo kita keluar!" Ajak Fattan kepada Syiffa. Lalu dengan segera Syiffa pun menuruti apa yang dikatakan suaminya.
"Vila?" Ucap Syiffa.
"Kenapa emangnya kalau mengajak sebuah Vila hah?" Tanya Fattan terhadap Isttrinya.
"Tidak apa apa sih Kak, Kakak kenapa sih dari tadi jeuleus dan jutek banget ih," ucap Syiffa sambil memeluk Suaminya dari belakang, yang kini Suaminya terlebih dahulu jalan menuju Vila dan berdiri disana.
"Emangnya kamu merasa tidak merasa bersalah ya hah?" Tanya Fatan.
"Bersalah? Emangnya apa yang sudah saya lakukan terhadap Kakak sehingga Kakak bersikap seperti ini?" Tanya Syiffa merasa tidak mengerti dan masih memeluk suaminya.
"Ck, benar benar Istriku ini ya. Terus apa yang kamu lakukan tadi di kampus hah?" Tanya Fattan sambil menarik pinggang Istrinya sehingga kini mereka saling berhadap satu sama lain, mata mereka saling bertemu satu sama lainnya.
"Di kampus? Emangnya apa yang sudah saya lakukan dikampus Kak?" Tanya Syiffa merasa bingung.
"Istriku ini minta di cium ya hah? Masih belum mengakuinya juga." Ucap Fattan sambil mendekatkan hidungnya menyentuh hidung milik Syiffa.
"Bercanda kok Kak hehe.. lagian tadi Saya tidak sengaja terdorong sama temanku dan Saya hampir jatuh terus ada Kak Eka yang menahanku sehingga aman tidak terjatuh." Ucap Syiffa menjelaskan semuanya lalu mendorong dada bidang suaminya.
__ADS_1
"Kamu bohongkan? Oh jadi dia namanya Eka ya. Terus hebat benar Istriku ini sudah tahu nama pria itu, jadi semakin curiga nih," ucap Fattan sambil menatap Istrinya yang kini sedang menatap ke depan melihat keindahan yang ada di Villa.
"Kakak kenapa sih jadi nuduh begitu ah, lagian wajarlah Syiffa kenal dia, kan Kak Eka satu ruangan dengan Syiffa jadi pasti tahu namanya. Lagian bukan cuma dia saja yang Syiffa kenal, tapi satu kelas Syiffa kenal kok. Kenapa Kakak cemburu ya?" Goda Syiffa terhadap suaminya.