Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.160


__ADS_3

Kini Syiffa pun sudah sampai di tempat ruangan kerjanya. Lalu melihat sekeliling di ruangannya tidak menemukan sosok seseorang yang dari tadi diharapkannya.


Mereka pada kemana ya? Kok belum pulang pulang. Enak banget yang mereka. Mentang-mentang pemilik perusahaan jadi bisa seenaknya. Aku benar-benar benci mereka! Gerutu Syifa pada diri sendiri.


Lalu datanglah seseorang memasuki ruangannya sambil membawa berkas-berkas tersebut.


" Oh ya Bu ini ada berkas-berkas yang harus dikerjakan." ucap Bu Ina sang personalia.


" Baiklah kalau begitu Bu, terima kasih!" Ucap Syiffa.


" Iya sama-sama Bu," ucap Bu Ina.


"Ngapain sih Bu, harus panggil Syiffa ibu. Panggil sajalah seperti biasa Syifa." Ucap Syifa.


"Enggak enak kalau panggil nama aja. kan sekarang kamu sudah jadi calonnya Pak Fattan." Ucap Bu Ina.


"Lagian ngaruh ya Bu, kalau sudah jadi calonnya Pak Fattan harus panggil Ibu juga?" Tanya Syiffa.


"Ya jelas ngaruh lah harus sopan kalau bicara sama pemilik perusahaan dan calonnya." Ucap Bi Ina.


"Terus kalau bukan pemilik dan calonnya pak Fattan. Tidak boleh sopan gitu?" Tanya Syiffa sambil menatap Bu Ina.


"Ya enggak gitu juga kali Bu, kita sama sama harus sopan dah hormatlah. Ibu ini gimana sih masa enggak ngerti ih," ucap Bu Ina merasa gemas dengan Syiffa.


"Sory Bu, lagian saya cuma bercanda kok hehe. Sudahlah Bu tetap panggil sajalag Syiffa ya. Jangan Ibu saya kan masih muda, gadis lagi," protes Syiffa.


"Baiklah kalau gitu Bu, eh maksudnya Syiffa hehe." Ucap Bu Ina cengengesan.


Lalu Syiffa pun hanya tersenyum melihat tingkah Bu Ina.


"Oya Bu kalau boleh tahu pak Fattan kemana ya?" Tanya Syiffa dengan hati hati.


"Loh emangnya Syiffa enggak tahu ya pak Fattan kemana?" Tanya Bu Ina.


"Enggak tahu Bu," ucap Syiffa dengan polosnya sambil mengelengkan kepala.


"Loh emangnya pak Fattan enggak ngasih tahu gitu kalau ada rapat tadi pagi dan pertemuan klien diluar?" Tanya Bu Ina.


"Tidak Bu. Emang iya tadi pagi ada rapat? Dan pertemuan klien?" Tanya Syiffa.


"Iya Syiffa tadi pagi pagi emang ada rapat dan siangnya ada pertemuan dengan beberapa klien diluar," jawab Bu Ina.


"Oh gitu ya Bu. Terima kasih." Ucap Syiffa.


"Maksudnya makasih buat apaan Syiffa?" Tanya Bu Ina.


"Iya terima kasih karena sudah menjawab pertanyaanku," ucap Syiffa sambil tersenyum.


"Oh  jadi gitu maksudnya. Sama sama Syiffa." Ucap Bu Ina kembali membalas senyuman Syiffa.


"Iya Bu," ucap Syiffa.


"Ya sudah saya permisi ya Syiffa, ada pekerjaan yang harus saya kerjakan disana," pamit Bu Ina.

__ADS_1


"Ya silahkan Bu," jawab Syiffa.


Lalu Bu Ina pun pergi meninggalkan ruangan Syiffa dan harus kembali bekerja di ruanganya. Begitu pun Syiffa langsung mengerjakan berkas tersebut.


Kayaknya enggak mungkin deh Kak Fattan ada rapat dan pertemuan Klien diluar. Kalau emang ya ada rapat dan pertemuan Klien biasanya aku suka di ajak dan selalu ada disana. Tapi ini apa yang terjadi? Dia tidak ngajak aku dan ngasih kabar apapun tidak ada sama sekali. Aku tahu ini pasti ada kerja sama nih Bu Ina sama Kak Fattan supaya ngasih tahu aku dia lagi ada rapat dan pertemuan bersama Klien kan? Tapi sory ya aku bukan wanita bodoh yang bisa kamu tipu ya Kak. Lagian aku yakin kamu pergi sama mantanmu kan? Aarrghhh..... aku makin benci brengsek! I hate you brengsek!" Teriak Syiffa merasa geram dan marah.


Sudahlah Syiffa, tenangkan dirimu oke. Jangan memusingkan dirimu sendiri Syiffa. Sekarang fokus kerja dan beres yang tadi kasih Bu Ina. Gerutu Syiffa menenangkan diri sendiri lalu sambil mengeluarkan napas kasarnya. Kemudian dengan perlahan lahan Syiffa pun lupa dengan masalahnya dan kini sibuk mengerjakan berkas berkas yang masih menumpuk karena dari tadi pagi dia tidak semangat mengerjakan pekerjaannya.


Bell pun berbunyi pertanda seluruh karyawan dan karyawati untuk pulang dan berhenti dari aktivitas kerjanya.


Akhirnya beres juga, lelah sekali aku ini. Untung sekarang tidak lembur dan tidak ada si brengsek itu jadi bebaslah mau jalan jalan dulu gerutu Syiffa.


Lalu Syiffa pun membereskan tempat kerjanya dan pergi dari ruangan tersebut. Dan kini Syiffa berada dijalan sedang menunggu angkutan umum. Sebenarnya banyak karyawan dan Staff yang menawarkan Syiffa untuk pulang bareng, tapi Syiffa malah menolak mulu dan lebih memilih naik angkutan umum.


Aduh gimana nih sudah setengah jam, belum ada angkutan umum  yang lewat juga ya? Pada kemana ini ya? Ucap Syiffa merasa bingung.


Namun tiba tiba ada mobil berajalan mendekati Syiffa dan tepat berhenti di depannya.


"Hei Syiff, apa kabarnya? Lagi apa?" Tanya Rendy.


"Baik kok Pak. Biasa lagi nunggu angkutan umum pak mau pulang," jawab Syiffa.


"Oh.. ya sudah pulang bareng saja sama saya yuk," ucap Rendy sambil menatap Syiffa.


"Enggak ah Pak terima kasih atas ajakannya," jawab Syiffa.


"Emangnya kamu mau naik apa kalau tidak bareng sama saya hah?" Tanya Rendy.


"Maksudnya Pak Rendy apa ya?" Tanya Syiffa.


"Oya masa sih?" Tanya Syiffa.


"Iya Syiffa. Ya sudah coba saja tunggu saja sama malam dijamin enggak bakal ada deh Syifa hahha." Ucap Rendy sambil tertawa.


"Ih Pak Rendy jahat benar ya. Ya sudah deh saya ikut pulang kalau begitu." Ucap Syiffa.


"Oke dengan senang hati bisa mengantarkan pulang tuan putri." Ucap Rendy sambil tersenyum.


"Ih apaan sih Pak, lebay banget deh," ucap Syiffa.


"Yaelah malah ngambek ini orang. Benar benar enggak berubah dari dulu," ucap Rendy sambil memijit hidung Syiffa.


"Ih apaan sih Pak, sakit tahu!" Kesal Syiffa.


"Sory... sory Syiffa hehe," ucap Rendy sambil melajukan mobilnya.


"Kita ke restoran dulu yuk Syiff?" Ajak Rendy.


"Mau ngapain emangnya Pak?" Tanya balik Syiffa.


"Ya mau makanlah Syiffa, masa mau renang sih. Kamu ini gimana ya." Ucap Rendy merasa kesal dan gemas melihat tingkah Syiffa.


"Oh gitu ya. Tapi saya enggak lapar Kak, gimana dong?" Tanya Syiffa.

__ADS_1


"Tapi saya lapar gimana dong? Nanti saya mati karena kelaparan kamu mau tanggung jawab ya Syiffa?" Ucap Rendy.


"Ya enggaklah Pak. Lagian kalau bicara jangan ngaco Pak, kalau Pak Rendy mati siapa yang mau nyupirin mobil ini. Lagian Syiffa belum bisa nyupirin mobil pak." gerutu Syiffa sambil menatap Rendy.


"Makanya yuk makan dulu biar saya semangat buat menjalankan mobilnya. Mau ya Syiffa?" Ucap Rendy dengan memohon.


"Mmzz.. baiklah kalau begitu." Ucap syiffa sambil tersebut.


"Ya sudah yuk kita cari tempat restoran," ucap Rendy sambil mencari tempat restoran.


"Iya Pak," jawab Syiffa.


Lalu kini mereka pun sudah berada ditempat restoran dan keluar dari mobil tersebut lalu berjalan masuk menuju restoran.


"Wah ada tempat eskrimnya juga tuh Kak?" Tanya Syiffa.


"Iya ada Syiffa, kenapa emangnya kamu mau ya?" Tanya Rendy.


"Kalau emang pak Rendy ikhlas nawarin, saya mau saja Pak hehe," ucap Syiffa cengengesan.


"Ambilah kalau mau Syiffa." Ucap Rendy.


"Seriusan nih Pak?" Tanya Syiffa.


"Heem," ucap Rendy sambil menganggukan kepala.


"Oke terima kasih pak." Ucap Syiffa lalu berjalan menuju tempat eskrim untuk memesannya. Lalu Rendy pun berjalan menuju tempat makan.


"Gimana sudah ada eskrimnya?" Tanya Rendy saat Syiffa berjalan menghampirinya.


"Sudah dong, ini eskrimnya," ucap Syiffa sambil menunjukan eskrimnya dari tangan sang pelayan.


"Apa? Ya benar saja Syiffa, kamu yakin bakal habis tuh eskrimnya." Ucap Rendy merasa kaget saat Syiffa memperlihatkan ukuran jumbo wadah eskrimnya.


"Tentu saja dong Pak, kan saya jagonya makan eskrim," ucap Syiffa sambil duduk. Lalu pelayan pun menyimpannya eskrim tersebut di meja makan.


"Pak Rendy mau enggak sih nih eskrimnya?" Tanya Syiffa.


"Enggak ah Syiffa, kamu saja makan eskrimnya tuh," ucap Rendy.


"Oke, baiklah kalau begitu pak," ucap Syiffa langsung memakan eskrimnya.


"Pelan pelan tuh makan eskrimnya," ucap Rendy.


"Hehe.. abisnya enak banget nih Pak," ucap Syiffa cengengesan lalu memakan eskrimnya kembali sampai habis.


"Enak ya Syiff?" Tanya Rendy saat Syiffa memakan habis eskrimnya.


"Iya enak banget Pak,  sampai kenyang perutku cuma makan eskrim hehe," Syiffa sambil cengengesan.


"Benar benar kamu itu ya Syiff," ucap Rendy sambil mengelengkan kepala lalu mengambil tisu dan mengelap bibir Syiffa yang berlepotan karena habis makan eskrim.


"Sini saja Pak biar saya sendiri bersihin." Ucap Syiffa sambil mengambil tisunya dari tangan Rendy.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari ternyata dari tadi ada seseorang yang menperhatikan mereka. Dia merasa geram dan marah besar saat melihat Syiffa dan Rendy begitu dekat.


__ADS_2