
"Huh seenaknya aja kalo bicara." lirih Fattan sambil melempar sendok ke arah Ariff.Dengan sigap Ariff menangkapnya
"Nyantai Bro maen emosi saja." canda Ariff sambil tertawa.
"Eh liat Tan tuh cewek yang kamu maksud?" lirih Ariff sambil menaikan alis.
Lalu Fattan melihat pada cewek yang di maksud Ariff,
Karena mereka terhalang oleh tiga meja makan jadi terlihat.
"Ternyata dia disini juga lagi bersama teman nya," lirih Fattan dengan sinis.
"Aku harus samperin dia, aku harus beri dia pelajaran. Ayo ikut aku Riff!" lirih Fattan sambil melangkah pergi.
Tiba tiba.....
"Fattan mau kemana?" Teriak Laras.
"Eh kamu udah beres ditoiletnya sayang?" tanya Fattan.
"Heem.. kita pulang yuk? barusan Ibuku tadi nelpon disuruh pulang." ucap Laras.
"Ya sudah kalau begitu." ucap Fattan sambil menatap memberikan kode kepada Ariff.
"Ya udah Riff aku duluan pulang ya?" lirih Fattan.
"Ya sudah hati hati di jalan." ucap Ariff.
__ADS_1
"Hei Syiff apa kabar?" tanya Ariff sambil menuju kursi yang kosong lalu duduk.
"Eh Pak Arif? kabarku baik pak, bapak lagi disini juga pak?" tanya Syiffa sambil menatap ke sumber suara tadi.
"Ya Syiff, syukur kalo baik mah," lirih Ariff.
"Pak sendirian aja nih pak kesininya?" tanya Syiffa.
"Tidak tadi lagi bareng sama adikku, tapi dia pergi duluan. Tadi kebetulan saya ketemu sama Fattan jadi ngobrol dulu setelah itu dia pergi sama kekasihnya duluan." lirih Ariff.
"Oh gitu ya pak?" jawab Syiffa dengan nada kaku.
"Iya, ngomong ngomong enggak apa apa kan aku gabung kalian?" tanya Ariff.
"Tidak apa apa kok, dengan senang hati bergabung dengan kami," jawab Nela.
"Iya dia kekasih Fattan," jawab Ariff.
"Terus dia tinggal dimana? Alamatnya dimana? kerjaan nya apa pak?" tanya Nurul dengan berbagai pertanyaan.
"Dia orang jakarta, tapi tinggal di Amerika karena dulu dia kuliah di amerika dan kerja di rumah sakit terkenal di amerika sampai sekarang." jawab Ariff.
"Oh gitu ya pak, berarti dia seorang Dokter dong pak? pasti kuliahnya ngambil jurusan kedokteran ya pak?" tanya Nurul
"Heem.. " jawab Ariff sambil menganggukan kepala.
"Huh dasar kamu ya Nur, kaya wartawan saja kepo banget sih pingin tau saja kehidupan orang lain." lirih Hasna.
__ADS_1
"Biarin ih lagi pula pak Ariff juga enggak keberatan kok," jawab Nurul.
Lalu mereka tertawa bersama melihat kelakuan Nurul.
"Sudah mau malam ini, kita pulang yuks? Tidak baik cewek pulang malem malem." lirih Syiffa.
"Ya sudah biar aku anterin kalian pulang?" tanya Ariff.
"Emmm.. Tidak usah pak, lagi an teman saya bawa mobil kok pak jadi tidak perlu repot repot." jawab Syiffa.
"Ya sudah kita duluan pulang ya pak, Assalamualaikum," pamit Syiffa.
"Ya Syiff, walaikumsalam," jawab Ariff.
Lalu para cewek tersebut pergi berjalan menuju keluar.
"Dia siapa Syiffa?" Tanya Hasna.
"Dia itu manager aku ditempat kerja," jawab Syiffa.
"Oh gitu ya ganteng banget ya. Sudah nikah belum sih? jadi ke pengen jadi gebetan nya." lirih Hasna.
"Aku tidak tahu Na, aku juga enggak terlalu akrab sama pak Ariff," lirih Syiffa.
"Yeeee... Kamu keppo banget sich Na sama pak Arif." lirih Nurul.
"Biaran aja cewek manapun pasti mau jadi gebetan nya dia kali. Apalagi dia itu ganteng, putih, tinggi sepertinya dia bukan orang biasa deh alias horang kaya haha." canda Hasna sambil tertawa.
__ADS_1