
"Selamat malam Istri cantikku. Happy birthday honey." Ucap Seseorang yang kini berada dibalik pintu.
"Kak Fattan? Seriusan ini Suamiku kan?" Tanya Syiffa merasa tidak percaya. Dan tiba tiba lampu pun menyala.
"Tentu saja, ini Suamimu. Kamu pikir Saya siapa hah? Ini Suamimu yang tampan dan gagah itu." Ucap Fattan yang kini sambil membawakan kue bolu dengan hiasan yang sangat mewah.
"Iss kepedean sekali Suamiku ini." Ucap Syiffa sambil mencubit pinggang Suaminya.
"Aww, sakit Sayang. Nanti gimana kalau kuenya jatuh." Gerutu Fattan sambil menatap Suaminya.
"Saya enggak peduli." Gerutu Syiffa sambil berjalan menuju kasur.
"Istriku ini kenapa sih hah? Suami pulang dan kasih kejutan malah cemberut dan ngambek gitu." Ucap Fattan sambil menyimpan dulu bolunya diatas meja rias lalu berjalan mendekati Syiffa yang kini sedang diam diatas kasur.
"Tau ah," ucap Syiffa sambil memalingkan mukanya.
"Ya sudah, kalau emang tidak mengharapkan kedatangan Saya mending balik lagi saja ke Amerika." Gerutu Fattan sambil berdiri dan berniat pergi.
"Ya sudah sana pergi. Saya enggak peduli." Ucap Syiffa sambil menahan matanya yang kini sudah memanas.
"Bener nih, baiklah kalau begitu." Ucap Fattan sambil berjalan pergi meninggalkan Syiffa.
Tuh kan, benar dia jadi berubah. Bahkan dia tidak peduli sama sekali sama Saya. Aku benar benar benci kamu Fattan ucap Syiffa pada diri sendiri tidak terasa airmatanya menetes begitu saja.
Loh, kenapa Istriku tidak mengejarku dan malah diam saja di kamar? Atau jangan jangan dia benar benar marah karena tadi tidak ikut memeriahkan ulangtahunnya. Saya harus balik lagi nih ke kamar. Dan tiba tiba Fattan pun terkejut saat membuka pintunya Syiffa sedang menangis.
"Sayang, kenapa kamu menangis?" Tanya Fattan lalu berjalan menghampiri Istrinya.
Lalu Syiffa pun hanya diam saja dan menatap tajam Syiffa kemudian mengusap airmatanya yang mengalir dipipinya.
"Sayang, kenapa kamu diam saja? Jawab pertanyaanku. Apakah Saya sudah melukaimu." Tanya Fattan sambil memeluk Istrinya.
"Tentu saja kamu itu sudah melukaiku. Terus kenapa Kakak balik lagi kesini hah? Bukannya tadi bilang mau pergi lagi." Ucap Syiffa sambil pelukan Suaminya.
"Maaf Sayang, tadi cuma bercanda kok. Lagian tadi cuma pura pura saja, agar kamu tidak marah dan mengejarku untuk tidak pergi. Eh tapi Saya salah mengira." Gerutu Fattan sambil menatap Istrinya.
__ADS_1
"Itu tidak lucu Kak. Aku benci sama Kakak. Sangat benci hiks.. hiks.. " gerutu Syiffa sambil menangis dan memukul dada bidang milik Suaminya.
"Maafin Suami ini Sayang. Kakak tahu emang salah, tadi tidak bisa menghadiri acara kemeriahan ulang tahun kamu. Dan kamu tahu tidak, perjalanan dari Amerika ke Indonesia itu tidak seperti yang kamu pikirkan Sayang. Jadi Saya mohon maafkanlah Suamimu ini." Ucap Fattan sambil memegang kedua tangan Istrinya.
"Bukan itu-"
"Sudahlah Sayang, apa salahnya memaafkan Suamimu ini. Masa kamu tega sih, Suamimu sudah cape cape kerja disana demi masa depan kamu dan untuk anak kita nanti. Tapi kamu marah marah mulu ketika Suamimu pulang dan tidak menyambut baik Suamimu ini." Ucap Fattan sambil menatap Istrinya.
Lalu Syiffa pun menatap Suaminya tanpa berkata sama sekali. Dan berpikir apa yang dikatakn Fattan emang benar juga.
"Gimana kamu mau kan, memaafkan Suamimu ini.?" Tanya Fattan sekali lagi.
"Iya, Saya maafin kok Kak." Ucap Syiffa.
"Terima kasih Sayang." Ucap Fattan sambil memeluk Syiffa kemudian mencium lembut rambut Istrinya.
"Iya Kak." Ucap Syiffa. Lalu Fattan pun menguraikan pelukannya.
"Ya sudah, kamu tiup lilin dulu dong." Ucap Fattan beranjak dari kasur lalu mengambil kue tersebut dan menyalakan lilinnya.
"Ngapain harus tiup lilin lagi, tadi kan sudah." Ucap Syiffa sambil menatap Suaminya.
"Baiklah." Jawab Syiffa kemudian tiup lilinnya.
"Eh tunggu dulu Sayang." Ucap Fattan saat Syiffa tiba tiba mau meniup lilinya.
"Kenapa Kak? Ada apa?" Ucap Syiffa sambil menatap Fattan.
"Kalau mau tiup lilin katanya berdoa dulu, semoga saja apa yang kita inginkan tercapai. Dan ingat Sayang, jangan lupa selipkan doa agar kamu secepatnya dapat baby junior," bisik Fattan.
"Ih, apaan sih Kak. Kakak saja yang minta." Gerutu Syiffa.
"Yaelah ini anak malah bicara begitu. Ya sudah kalau enggak mau jangan deh!" Gerutu Fattan dengan kesal.
"Ih Suamiku ini malah ngambek. Lagian tadi cuma bercanda kok hehe." Ucap Syiffa cengengesan.
__ADS_1
"Enggak lucu tahu. Lagian Saya berbicara serius loh." Ucap Fattan sambil menatap Istrinya.
"Sudahlah Kak. Sekarang mau berdoa dulu nih dan akan sesuai perintah Kakak." Ucap Syiffa. Langsung bedoa dan kemudian meniup lilinnya.
"Horree.. Happy brithday Istriku. Semoga bertambahnya usiamu menjadi lebih dewasa lagi, panjang umur, jadi Istri sholehah dan cepat dapat junior kita." Ucap Fattan sambil menatap Istrinya dan tersenyum.
"Terima kasih kasih Suamiku, atas doanya." Ucap Syiffa sambil memeluk Fattan lalu menguraikan pelukannya.
"Iya Sayang. Potong kuenya dong." Ucap Fattan.
Lalu Syiffa pun dengan segera memotong kuenya kemudian menyuapkan potongan kuenya ke dalam mulut Suaminya.
"Sini biar sama Saya, kamu suapin." Ucap Fattan.
Lalu Syiffa pun memberikan mangkuk dan sendoknya kepada Suaminya.
Buka mulunya a.. ucap Fattan kepada Istrinya. Kemudian Syiffa pun dengan segera membuka mulutnya. Diluar dugaan ternyata Fattan bukannya menyuapi Syiffa tapi malah mencolek ke kuenya ke pipi Istrinya.
"Ih Kak Fattan!!!! Jahat banget." Teriak Syiffa. "Awas aku balas nih." Ucap Syiffa sambil mencolek riasan kuenya lalu berlari mengejar Suaminya.
"Coba saja kalau bisa." Ucap Fattan sambil menatap Istrinya.
"Oh, menantangku. Rasakin nih." Ucap Syiffa saat sudah dekat dengan Fattan lalu mencolek ke bagian pipi milik Suaminya.
"Kurang ajar ya sama suami hah?" ucap Fattan. Lalu Fattan pun kembali membalas mencolek ke bagian pipi milik Istrinya. Maka terjadilah saling colek mencolek hingga pipi mereka dipenuhi dengan riasan mentega kue.
"Kak sudah ah, lihat bajuku sama pipiku penuh dengan riasan mentega. Mana bau amis lagi." Gerutu Syiffa sambil menatap Suaminya.
"Kamu pikir, cuma kamu saja yang begitu hah? Lihat Kakak juga sama nih, karena ulahmu juga." Ucap Fattan sambil menatap kembali Istrinya.
"Lagian siapa yang duluan hayoo? Kakak sendiri sih yang mulai." Ucap Syiffa.
"Terus kenapa malah ke saya juga, kan kamu yang ulangtahunnya, kenapa Kakak yang harus ikut juga hah?" Ucap Fattan sambil menarik pinggang Istrinya sehingga kini wajah mereka begitu dekat.
"Kan biar sama sama imbas Kak hehe." Ucap Syiffa cengengesan dan merasa berdetak kencang jantungnya saat menatap dekat wajah Suaminya. Wajah yang kini sangat Syiffa rindukan setelah hampir tujuh bulan lebih tidak bertemu.
__ADS_1
Lalu Fattan pun menatap Istrinya dengan tatapan yang sangat susah di artikan.
"Cup" satu kecupan berhasil mendarat di bib*r mungil milik Istrinya. Syiffa pun merasa tidak percaya dan jantungnya terasa begitu cepat berdetak. Tujuh bulan lebih kini mereka kembali lagi merasakan sentuhan manisnya benda kenyal yang menempel dibibir mereka. Dengan segera Fattan pun ******* sisa riasan mentega yang kini menempel dibibir Istrinya. Kemudian menjil*t bibir Syiffa. Kini Syiffa pun merespon dan membalas setiap sentuhan yang Fattan berikan. Bahkan merela saling menukar dan lidahnya masuki satu sama lainnya. Kini mereka pun sedang menikmati ci*mannya. Setelah merasa cukup puas\, Fattan pun dengan segera melepaskan ciumannya kemudian Syiffa pun langsung berjalan menuju bathroom. Dan Fattan pun hanya tersenyum saat melihat Istrinya pergi.