Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.226


__ADS_3

"Oya Bu, inikan baju buat baby laki laki. Emangnya yakin nih cucu kita laki laki?" Tanya Bu Nina.


"Entahlah saya juga enggak tahu. Tapi tidak apalah, kalau misal cewek nih cucu kita tinggal beli baju babynya." Bu Angel sambil menatap besannya.


"Benar juga ya Bu. Berharap sih semoga saja cucu kita kembar berjenis kelamin perempuan sama laki laki." Ucap Bu Nina.


"Iya semoga saja ya Bu. Ayo makan lagi dulu nih Bu, masih banyak nih makanannya sangat disayangkan bila tidak dimakan," Bu Angel sambil menatap Bu Nina.


"Sudah kenyang Bu, dari tadi ngopi mulu ah. Sudah kasih saja makanannya sama asiten rumah tangga kita, masih banyak tuh." Ucap Bu Nina.


"Bi ina." Teriak Bu Angel.


"Iya nyonya ada apa?" Tanya Bi Ina sambil menghampiri Bu Angel.


"Ini ada makanan masih banyak nih, kamu bawa semua makanannya dan bagiin sama yang lain." Bu Angel sambil menatap Bi Ina.


"Baiklah Bu," jawab Bu Ina sambil membawa makanan tersebut.


Lalu Bu Ina pun berjalan keluar untuk membagikan makanan yang dikasih Bu Angel.


"Oya Bu Angel, saya permisi mau ke kamar dulu," ucap Bu Nina.


"Iya silahkan Bu." Jawab Bu Angel.


Lalu Bu Nina pun pergi berjalan ke kamar dan meninggalkan Bu Angel yang masih asyik dengan membuka balanjaan online.


Wah pada bagus semua nih, jadi pingin cepat cepat keluar tuh cucuku. Lalu memakaikan baju yang ini. Ucap Bu Angel pada diri sendiri dan menatap handponenya.


Jam berapa ini? Saya harus mandi dulu nih, lagian gerah banget tubuhku ucap Bu Angel sambil melihat jam dinding menunjukan pukul 16.05 wib.


Lalu Bu Angel pun berjalan menuju kamarnya untuk mandi dulu dan segera dan sambil menunggu paketan baju datang untuk cucunya.


.


.


Malam pun telah telah tiba, Syiffa pun terbangun dari tidurnya dan menatap jam dinding menunjukan pukul jam tujuh malam. Kemudian Syiffa pun menatap suaminya yang masih teridur nyenyak. Lalu berjalan menuju bathroom untuk mandi. Setalah sampai dibathroom dengam segera Syiffa pun menanggalkan satu persatu bajunya hingga kini keadaan polos tanpa sehelai benang pun. Lalu Syiffa pun merendam dibathroom dengan sabun cair dengan aroma bunga sakura. Kemudian Syiffa pun mencium wangi aroma sabun tersebut yang membuat pikirannya menjadi rileks.

__ADS_1


Setelah selesai Syiffa pun segera berjalan menuju lemariĀ  untuk mengambil baju. Saat setelah menemukan baju yang diinginkannya tiba tiba ada tangan kekar melingkar dipinggangnya dari belakang


"Kak Fattan, apaan sih saya mau pakai baju nih." Protes Syiffa yang kini hanya memakai handuk.


"Habisnya wangi banget nih tubuhmu itu. Aroma sabunnya seger banget ucap." Ucap Fattan sambil mencium leher jenjang milik istrinya.


"Makannya sana mandi dulu, biar segar dan sama bakal wangi tubuhmu itu." Ucap Syiffa.


"Enggak mau, pinginnya gini saja memelukmu dan menikmati wangi tubuhmu." Fattan masih melinggkarkan tanggannya di pinggang istrinya.


"Ih kak Fattan, kasihan nih baby kita nanti ikutan masuk angin nih." Ucap Syiffa.


"Eh iya lupa saya, ya sudah sana pakai bajumu. Saya mau mandi juga." Ucap Fattan sambil melepaskan tangan kekarnya yang melingkar di pinggang istrinya.


Lalu Fattan pun berjalan menuju bathroom dan Syiffa pun dengan segera memakaian bajunya.


Tok.. tok.. tok.. suara mengetuk pintu.


"Iya sebentar." Ucap Syiffa yang kini sudah selesai memakaikan bajunya. Lalu berjalan menuju pintu untuk membuka pintu tersebut.


"Maaf Non Syiffa ganggu, saya disuruh sama Nyonya Angel untuk memanggil Non Syiffa dan Den Fattan untuk makan malam." Ucap Bi Ina saat pintu sudah dibuka oleh Syiffa.


"Iya Non. Ya sudah kalau begitu saya permisi ya Non." Pamit Bi Ina.


"Iya Bi." Jawab Syiffa sambil tersenyum.


Lalu Bi Ina pun pergi meninggalkan Syiffa. Dan Syiffa pun berjalan kembali ke kamar untuk mempersiapkan baju suaminya.


kemudian Syiffa pun memilih baju untuk dipakai suaminya yang kini sudah berada dilemari. Setelah menenukan baju yang sesuai untuk suaminya lalu Syiffa pun mengambilnya. Kemudian Fattan pun sudah selesai mandi dan kini berjalan menghampirinya.


"Sayang mana bajunya," ucap Fattan sambil membilas rambutnya yang masih basah dengan handuk kecil.


"Ini kak," ucap Syiffa sambil memberikan satu persatu baju dan celananya. Kemudian dengan segera Fattan pun memakain bajunya.


"Oya sayang, tadi saya dengar ada seseorang yang mengetuk pintu." Ucap Fattan yang kini sudah selesai memakaikan bajunya.


"Iya kak, tadi ada Bi Ina. Dia disuruh Ibu untuk makan malam sekarang." Ucap Syiffa.

__ADS_1


"Ya sudah ayo kita ke bawah, lagian saya sudah siap nih." Ucap Fattan.


Lalu Syiffa dan Fattan pun berjalan ke bawah tangga dan menuju ruang makan. Kemudian Fattan pun mengeratkan tanggannya ke tangan istrinya dan berhalan menuju meja makan.


"Ayo sayang, sini duduk." Ucap Bu Angel saat melihat Syiffa dan Fattan menghampiri dirinya.


Lalu Fattan dan Syiffa pun berjalan menuju meja makan. Dan langsung duduk.


"Nih Nak, kamu makan yang banyak ya." Ucap Bu Angel sambil mengalaskan makananya untuk Syiffa.


"Jangan banyak banyak Bu," ucap Syiffa.


"Kamu tuh harus makan yang banyak sayang. kan makannya berdua dengan cucu kita. Biar cucu gemoy tuh dan sehat." Ucap Bu Angel.


"Benar tuh Nak, apa yang dikatakan Ibumu. Calon anakmu butuh asupan gizi yang cukup." Ucap Bu Nina.


"Sudahlah sayang, dengarkan apa kata Ibu. Mereka lebih perpengalaman. Sekarang makan dan jangan banyak protes!" Fattan sambil menatap istrinya.


"Ya sudah ayo makan sayang," ucap Bu Angel.


Lalu Syiffa pun segera memakannya dan yang lain pun juga ikut makan bersama. Kini mereka sedang menikmati makan malamnya sambil berbincang bincang pengalaman Ibu Nina dan Bu Angel saat hamil.


Mereka pun tertawa saat mendengar Bu Nina ketika mengandung Syiffa, dimana ngidamnya menginginkan seorang pria bule cakep untuk berkencan denganya sampai sampai suaminya suka kesel dan cemburu berat.


"Dan Ibu tahu tidak, waktu tadi saja Syiffa ngidam pingin jitak kepala orang loh," ucap Fattan.


"Yang benar Nak, Ibu enggak salah dengarkan?" Tanya Bu Nina.


"Serius Bu, dan tahu tidak Bu, padahal tadi orang itu sedang bertengkar dengan Istrinya." Ucap Fattan.


"Terus gimana, sudah terlaksana?" Tanya Bu Angel.


"Tentu saja sudah Bu. Untung saja istrinya baik dan malah di ikut menjitak kepala botak suaminya juga hingga sampai terjatuh loh Bu," ucap Fattan.


"Yang benar saja itu Nak, ceritanya." Ucap Ayah Anwar.


"Tentu saja benar Yah." Jawab Fattan.

__ADS_1


Seketika Ayah Anwar pun tertawa karena merasa lucu. Lalu yang lain pun ikut terawa juga.


Kini makan malam pun sudah selesai. Lalu semuanya berjalan menuju ballroom karena Bu Angel yang meminta katanya ada suprise untuk Syiffa.


__ADS_2