Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.19


__ADS_3

"Syif besok hari libur kerja nya jalan jalan yuk? Sambil kita ajak jalan sama Hasna dan Nella." Lirih Nurul


"Gimana besok aja Nur, soalnya kalo hari libur aku pingin full istirahat di rumah saja males kemana mana ih cape mending manjain diri saja untuk tidur seharian." lirih Syiffa.


"Ya sudah kalo gitu mah, kalau kamu besok berubah pikiran terus mau ikut bisa susul aku and friends Ok!" Lirih Nurul.


"Ok, siap Nur," lirih Syiffa.


"Sudah bell nih, yuks kita masuk." ucap Syiffa.


"Oya syiff nanti kamu cek barang di tempat line 10 ya, pastikan Quality sama Qualitasnya aman," lirih Angga.


"Iya baik Pak, oya pak emangnya Qc yang di line 10 kemana pak?" Tanya Syiffa.


"Tadi habis istirahat minta izin, katanya Ibu nya meninggal," lirih Angga.


"Oh gitu ya Pak," jawab Syiffa.


*1 jam kemudian.


"Ini sudah saya cek pak, semua Qualitas nya sudah bagus dan aman." pak lirih Syiffa.


"Ok, baguslah kalo begitu," jawab Angga.


"Ya sudah saya permisi ya Pak mau ke line 10 dulu buat cek barang yang disana." lirih Syiffa.


"Ya sudah silahkan Syiffa," jawab Angga.


"Apaan ini kok barang belum di cek! masih numpuk di depan lagi kemana ini Qc nya?" Teriak Fattan.

__ADS_1


"Maaf Pak tadi dia pulang katanya Ibu nya meninggal," lirih team leader (TL).


"Ya sudah cari Qc yang lain buat nge cek disini!" lirih Fattan


"Maaf ada apa ini pak Fattan?" Lirih Ariff.


"Ini pak barang nya masih numpuk di depan belum pada di cek sama Qc, kata nya dia tadi Izin minta pulang." lirih Fattan.


"Lain kali Bu Tia (team leader line 10) kalo Qc izin pulang harus ada penggantinya Qc lain biar tidak kayak gini." lirih Ariff.


"Ya maaf Pak." jawab Bu Tia.


"Maaf permisi Pak, Bu." lirih Syiffa saat sudah berjalan dekat dengan mereka.


"Iya ada apa?" jawab Bu Tia.


"Ini Bu, saya di tugaskan untuk cek barang disini," lirih Syiffa.


Lalu Syiffa ngambil barang yang tadi numpuk di depan untuk di Cek.


"Kerja nya yang bener, jangan sampai ada yang lolos karena Qualitasnya jelek," lirih Fattan dengan sinis.


"Baik Pak," jawab Syiffa.


Lalu mengambil barang untuk di cek satu persatu.


"Biasa aja kali Syiff tidak usah grogi gitu di tatap sama cowok ganteng yang kebangetan." goda Ariff.


Lalu Syiffa menatap Pak Ariff dengan senyum tipis.

__ADS_1


Iss.... Siapa lagi yang grogi Kalo bicara suka kemana aja ich Batin Syiffa.


"Lihat Tan, imut dan cantik bangett dia," lirih Ariff dengan berbisik.


"Diam kamu!,Aku tidak tertarik dengan cewek itu, lebih cantikan kekasihku dan dia itu seorang dokter bukan karyawan biasa seperti dia." lirih Fattan memuji kekasihnya.


1 jam kemudian.


"Sudah beres Syiff?" Tanya Ariff.


"Sudah pak!" Jawab Syiffa


"Ok baguslah kalo gitu," lirih Ariff.


"Permisi ya pak, saya izin ke toilet dulu." lirih Syiffa.


"Iya silahkan Syiffa." jawab pak Ariff.


"Jangan lama lama nanti kerjaan nya banyak lagi kaya tadi." gerutu Fattan.


"Iss.." Lirih Syiffa sambil menyunggingkan bibir ke atas lalu pergi ke toilet.


"Kamu ya Tan, bisa saja kalo bicara.


Mungkin kamu akan kangen kali bila dia lama lama disana." canda Ariff .


"Iss kamu kalo bicara di jaga ya Riff. Mana mungkin aku mau sama dia hah? Cewek yang menurut aku masih bocah." gerutu Fattan.


"Hahaha... " Arif tertawa.

__ADS_1


Tidak tahu kenapa Ariff lebih suka Fattan sama Syiffa di bandingkan sama Laras, walaupun laras lebih punya segalanya daripada Syiffa.


__ADS_2