Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.234


__ADS_3

"Rame benar ya. Lagi pada ngapain sih?" Tanya Fattan tiba tiba datang.


"Eh kak Fattan, lagi makan bakso nih kak. Sini mau ikutan kak, kita makan bakso bareng." Nella sambil menatap Fattan.


"Boleh juga tuh." Fattan sambil berjalan menghampiri istrinya dan yang lainnya.


"Ini punya istri dari tadi serius banget ya. Tidak nawarin lagi." Sindir Fattan sambil menatap istrinya yang sedang menikmati baksonya.


"Emangnya kak Fattan mau?" Tanya Syiffa.


"Tentu sajalah mau. Makanya saya nyamperin kamu nih." Gerutu Fattan.


"Ya sudah, kalau mau pesan saja sana sono tuh." Ucap Syiffa.


"Ini punya istri, malah nyuruh untuk membeli sendiri. Bukannya beliin." Gerutu Fattan.


"Lagi nikmat nih makan baksonya kak, nanti diganggu enggak nikmat lagi." Gerutu Syiffa sambil menatap Fattan.


"Ada yang istri yang kini," Tanya Fattan kepada sahabat istrinya.


"Ada kak!" Jawab Nella, Nurul dan Hasna bersamaan.


"Buktinya tuh, istri kak Fattan kayak gitu." Nurul sambil menatap Fattan.


"Kompak benar jawabnya." Ucap Fattan.


"Ck, kalian ini sangat menyebalkan sekali." Gerutu Syiffa sambil menatap sahabatnya. "Ya sudah buka mulutnya, kita makan berdua nih." Ucap Syiffa sambil menyuapkan baksonya yang sudah dipotong ke mulut suaminya.


"Nah gitu dong sayang." Ucap Fattan sambil menguyah baksonya.


"Cieee.. romantis banget nih, satu mangkok berdua. Sedangkan saya dua mangkuk saja dihabisin sendiri hahaha." Tawa Nurul.


"Derita Loe itu mah Nur." Syiffa sambil menatap Nurul.


"Yaelah, sadis benar ucapanmu Bumi...." Nurul sambil menatap tajam Syiffa.


"Bercanda kok saya hehe," Syiffa cengengesan.


Lalu kini mereka pun sedang menikmati makan baksonya kembali, hingga benar benar habis tanpa tersisa.


"Alhamdulilah kenyang banget nih," ucap Nella.


"Iya aku juga sama kenyak." Tembal Hasna.


"Dan kamu, Bumil. Apakah sama kenyang juga?" Tanya Nurul.


"Tentu saja. Malahan kenyang banget." Jawab Syiffa. Tiba tiba Syiffa pun bersendawa.


"Ih, Syiffa.... jorok banget deh, mana enggak sopan lagi." Gerutu Fattan.


"Maaf kak, kelepasan hehe." Ucap Syiffa cengengesan.


Lalu Fattan pun hanya menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Assalamualai'kum, selamat siang semuanya...." ucap Ariff tiba tiba datang.


"Walaikumsalam, siang juga." Jawab Syiffa.


"Rame benar ya? Ternyata ada teman teman kamu juga disini ya." Ucap Ariff sambil menatap Syiffa lalu menatap teman temannya Syiffa dan ada satu sorotan yang kini jadi perhatian Ariff.


"Ya kak, mereka sengaja datang kesini. Lumayan lah ada mereka, jadi rame nih rumah. Dan bisa bercanda bareng, mengingat masa lalu kita dulu kayak gini," ucap Syiffa.


"Emmzz.... gitu ya. Oya nih Syiffa, ini ada buah-buahan untukmu dan eskrim nih." Ariff sambil memberikannya kepada Syiffa.


"Thank's kak Ariff. Tahu saja, kalau ini kesukaan saya dan baik banget deh, suka bawa makanan mulu." Ucap Syiffa sambil menatap Ariff.


"Lagian bukannya kamu yang menginginkannya seperti ini, setiap mau main kesini harus bawa makanan. Kalau enggak disuruh pulang dan nagih mulu," gerutu Ariff.


"Kak Ariff, kalau bicara tuh jangan buka kartu As dong didepan teman teman Syiffa. Memalukan sekali kak Ariff ini." Gerutu Syiffa sambil menatap tajam Ariff.


"Malak.... woy itu namanya malak, cantik cantik tukang malak ah hhaaha." Canda Nella.


"Iya nih, masa suami sudah kaya raya masih malak," gerutu Hasna ikut menimpali.


"Ya seperti itulah sahabatmu itu." Ucap Ariff.


"Bagus ya. Sudah jelek-jelekin istri saya. Belum puas ya kalian hah?" Tanya Fattan sambil menatap tajam sahabat istrinya dan Ariff.


"Eh maaf kak Fattan, saya tidak ikutan. Cuma tadi ada bisikan setan yang berbicara seperti itu hehe." Nella cengengesan.


"Iya benar tuh kak, apa yang dikatakan Nella. Ada setan berbisik ke telinga kita hehe," Hasna ikut menimpali.


"Jangan bilang kalau yang kalian bicarakan itu saya ya hah?" Ariff sambil menatap Nella dan Hasna.


"Iya Bu." Jawab Ariff.


"Oya, Ibu boleh minta bantuan sama kalian enggak?" Tanya Bu Angel.


"Tentu saja boleh kok Bu. Emangnya apa yang saya bisa bantu Bu?" Tanya Nurul.


"Itu masalah bingkisan dan uang amplop, untuk dibagikan ke panti asuhan dan orang orang yang menurut kita pantas menerima bingkisan dan uang tersebut." Ucap Bu Angel.


"Ya sudah Bu, biar kita kita saja yang membagikannya Bu." Ucap Hasna.


"Ya sudah, kalau begitu nanti Ibu suruh Pak Toni dan pak Iki untuk membawakan bingkisan untuk dimasukan ke dalam mobil." Ucap Bu Angel.


"Iya baik Bu." Jawab Nella, Nurul dan Hasna bersamaan.


"Ya sudah, ayo kita berangkat!" Ajak Nella.


"Siap." Jawab Nurul dan Hasna bersamaan.


"Tunggu dong, aku pingin ikut juga." Ucap Syiffa sambil menatap sahabatnya.


"Enggak boleh!" Fattan sambil menatap istrinya.


"Kenapa enggak boleh kak? Lagian Syiffa, pergi bersama sahabat sendiri loh." Gerutu Syiffa.

__ADS_1


"Kalau suami bilang tidak boleh, ya tetap tidak boleh!" Ucap Fattan dengan tegas.


"Iss.... kak Fattan menyebalkan sekali. Lagian Syiffa jenuh, diam mulu dirumah kak. Enggak ada salahnya juga kak, Syiffa ikutan berbagi sama mereka kak." Ucap Syiffa merasa kecewa dan kesal terhadap suaminya.


"Iya maksudnya enggak boleh sendiri, suamimu juga mau ikut." Gerutu Fattan.


"Bilang dong dari tadi, kalau mau ikut kak. Ya sudah, ayo kita berangkat!" Ajak Fattan sambil merangkul pundak istrinya.


"Aku pun, mau ikut juga dong." Ariff sambil berjalan menghampiri Syiffa dan Fattan.


Kemudian setelah semuanya siap, mereka pun dengan segera menjalankan mobilnya. Kebetulan mereka dibagi menjadi dua mobil. Nella, Hasna dan pak Toni satu mobil sambil membawakan barang barang tersebut. Sedangkan Nurul satu mobil bersama Syiffa, Fattan dan Ariff. Kini mobil pun sudah berangkat menuju perjalan panti asuhan dan berhenti sebentar membagikan di sekitar jalanan kepada para pengemis.


"Alhamdulilah, kita sudah selesai nih, membagikan kepada para pengemis dan orang orang tuna netra. Dan sekarang kita berangkat ke panti asuhan." Ucap Syiffa.


"Iya sayang. Semangat benar iya, istriku ini." Ucap Fattan.


"Tentu saja kak, kalau masalah berbagi sedekah, saya paling semangat nih." Syiffa sambil menatap Fattan.


"Begitu ya. Kalau berbagi suami gimana, semangatkah?" Tanya Fattan sambil menatap istrinya.


"Iss.... kenapa kak Fattan bilang begitu hah? Oh, Syiffa tahu nih. Pasti kak Fattan emang ada rencana buat nikah lagi ya hah?" Syiffa menatap tajam suaminya.


"Enggak kok sayang. Lagian cuma bercanda kok sayang, ih kamu sensitif banget deh." Gerutu Fattan.


"Tapi enggak lucu bercandaannya kak. Awas saja kalau emang kak Fattan akan melakukannya. Nanti saya sunat lagi tuh punya kakak, kalau perlu aku saya cincang biar ularnya tidak tumbuh lagi," gerutu Syiffa sambil menatap kesal suaminya.


"Hahaha.... setuju tuh syiffa. Jangan kasih ampun Syiff," ucap Ariff tertawa terbahak bahak.


"Ariiiff.... mau saya pecat ya kerjanya hah? Fattan sambil menatap tajam Ariff dari balik kaca depan mobil.


"Eh maaf Tan, habisnya lucu banget istrimu itu mengancammu haha." Ucap Ariff tertawa kembali.


"Ariff, kamu bisa diam enggak sih!" Ucap Fattan dengan tegas. Lalu dengan segera Ariff pun terdiam langsung.


"Sayang, kamu ini ngeri sekali kalau mengancam. Lagian mana mungkin saya berbagi cinta. Karena cintaku hanya untuk istri cantikku ini," Fattan sambil mencium lembut tangan istrinya.


"Bulsitt.... " ucap Ariff.


"Barusan, kamu bilang apa Riff hah?" Tanya Fattan.


"Maksud saya, so sweet banget begitu Tan hehe." Bohong Ariff.


"Oh. Tentu saja." Fattan sambil tersenyum.


untung saja, Fattan tidak mendengarkan ucapan saya. huh selamat batin Ariff sambil menghembuskan nafas kasarnya.


"Nurul, apakah kamu sakit?" Tanya Syiffa saat melihat Nurul dari tadi diam saja.


"Enggak kok Syiff, saya sehat kok." jawab Nurul.


"Syukurlah kalau sehat. Habisnya tadi kamu diam mulu, tidak seperti biasanya." ucap Syiffa.


"Iya Syiffa, saya lagi males berbicara." jawab Nurul.

__ADS_1


Kemudian Ariff dan Nurul pun saling menatap dan tiba tiba memalingkan wajahnya secara bersamaan.


kayaknya ada sesuatu terjadi diantara Nurul dan Ariff deh. Saya bisa tebak kalau diantara mereka pasti ada sesuatu yang disembunyikan batin Syiffa sambil menatap Nurul dan Ariff dari kaca depan mobil.


__ADS_2