Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.161


__ADS_3

"Ya sudah pak, saya permisi dulu ya mau ke toilet dulu," ucap Syiffa.


"Iya silahkan Syiffa." Jawab Rendy.


Lalu Syiffa pun berjalan menuju toilet . Namun tiba tiba ada seseorang yang mendekam bibir Syiffa, hingga membawa Syiffa menuju ke tempat kosong dan sepi.


"Hemmpzz..." Syiffa mencoba memberontak melepaskan tangan yang mendekam bibirnya.


Ketika setelah sampai ditempat kosong  dan sepi, kemudian seseorang tersebut melepaskan tangannya.


"Aduh sakit sekali bibirku ini, sebenarnya kamu itu siapa sih hah!?" Ucap Syiffa sambil berbalik badan melihat orang tersebut.


"Kamu?" Ucap Syiffa merasa terkejut dan tidak percaya.


"Apa hah?" Ucap Fattan menatap tajam Syiffa.


"Iss... lagian apa apaan sih Kakak ini main dekap mulut segala. Terus mau ngapain lagi bawa saya ke tempat kosong dan sepi hah?" Tanya Syiffa jeleus.


"Saya membawa kamu kesini ya jelas untuk menghukummu." Ucap Fattan sambil berjalan mendekati Syiffa.


"Ck, menghukum saya? Emangnya apa yang sudah saya lakukan sama Kakak hah? Sampai saya harus dihukum segala hah. Sungguh aneh sekali." Tanya Syiffa menatap tajam Fattan.


"Kamu jangan pura pura sok tidak tahu dan sok tidak merasa bersalah ya, atas kejadian kamu dengan pria breng*sek itu ya Syiffa!" Fattan sambil menatap tajam Syiffa dan terus berjalan mendekati Syiffa.

__ADS_1


"Maksudnya apaan sih Kak hah? Syiffa benar benar enggak ngerti. Maksudnya pria brengsek siapa yang Kakak maksud hah?" Tanya Syiffa kini tidak dapat berjalan mundur karena  berpas pas an dengan tembok.


"Sudahlah Syiffa apa salahnya sih berkata jujur saja hah? Dan jangan pura pura akting tidak tahu hah!" Fattan begitu geram dengan Syiffa.


"Oh iya saya baru inget, pasti yang dimaksud pak Rendy kan Kak? Terus apa hubungannya dengan Kakak hah?" Syiffa sambil menatap Fattan yang kini sudah dekat dengannya.


"Ya jelas ada hubungannya dong dengan saya. Kamu lupa saya ini calon suami kamu Syiffa. Saya tidak rela dan tidak sudi bila ada seseorang yang berjalan bersama denganmu, apalagi sampai menyentuhmu!" ucap Fattan sambil mengusap bibir tipis Syiffa.


"Ih apaan sih Kak, lagian Kakak ini egois sekali hah. Saya tidak boleh berjalan dengan bersama pria lain, sedangkan Kakak... " ucapan Syiffa sengaja digantung dan berpikir dulu tentang kejadian tadi pagi.


"Sedangkan Kakak apa hah?" Tanya Fattan.


"Iya maksudnya sedangkan Kakak-"


Perkataan Syiffa menghilang begitu saja di udara saat sesuatu yang kenyal menyentuh bibirnya. Membuat Syiffa begitu menyadari kalau Fattan kini sedang mencium bibir miliknya.


Kini Syiffa pun hanya pasrah dengan perlakuan tunangannya. Di dalam hati Syiffa merasa kecewa dengan tunangannya yang memberlakukan dirinya dengan seenaknya. Bibir yang dulu tidak pernah disentuh  oleh siapapun kini harus jadi korban tunangannya. Lalu Fattan pun tiba tiba melepaskan ciumannya ketika Syiffa hampir kehabisan oksigen.


'plak..


Satu tamparan mendarat mengenai pipi Fattan.


"Kamu benar benar brengs*ek, apa yang sudah lakukan sama saya barusan hah?" Syiffa menatap tajam Fattan dan merasa geram atas perlakuannya.

__ADS_1


"Itu hukuman buat kamu karena sudah berani berjalan bersama laki laki lain selain saya dan berani laki laki laki itu menyentuh bibirmu!" Ucap Fattan membalas tatapan tajam Syiffa.


"Ck, kamu itu egois. Dan pingin enak sendiri. Kamu pikir saya tidak tahu apa yang sudah kamu lakukan-"


Ucapan Syiffa menggantung saat tiba tiba handpohe Fattan berbunyi lalu Fattan pun mengangkat handphone tersebut. Lalu mematikan handphone tersebut setelah selesai berbicara dengan yang meneleponnya.


"Saya tidak ada waktu lama lagi berbicara denganmu. Saya harus pergi sekarang juga." Ucap Fattan sambil berlalu pergi meninggalkan Syiffa.


Dasaaarrrr cowok brengseekk!!! Kurang ajar banget sih kamu Fattan! Setelah kamu seenaknya menciumku kau pergi begitu saja meninggalkanku disini sendirian. Ck, macam calon suami apaan kamu itu hah? Aku benci kamu Fattan. Kamu benar benar egois Fattan! Kenapa sih, kamu bebas melakukan apa yang kamu mau hah bahkan kamu seenaknya membiarkan mantanmu memelukmu bahkan kamu membalas pelukannya. Sedangkan aku dilarang berjalan dengan pria lain bahkan disentuhnya kecuali kamu. Aku benar benar sangat benci kamu Fattan brengs*ekk!! Teriak Syiffa tanpa disadari airmatanya pun terjatuh mengenai pipinya.


Sudahlah Syiffa jangan berlarut dalam kesedihan. Jangan dipikirin cowok brengsek itu. Lagian apa salahnya aku mengundurkan diri saja jadi calon Istri si brengsek itu gampangkan." Gerutu Syiffa mencoba menyemangati diri sendiri lalu mengusap airmatanya dan pergi berjalan menuju tempat makan yang dimana disana ada Rendy juga.


"Maaf lama ya Pak," ucap Syiffa yang kini sudah sampai di tempat makannya.


"Iya tidak apa apa kok Syiffa. Loh mata kamu kenapa Syiffa merah begitu habis nangis ya?" Tanya Rendy merasa khawatir.


"Enggak kok pak, siapa lagi yang habis nangis Pak. Ini mataku tadi habis kena debu Pak tuh pas lewat OB yang sedang bersihin jadi begini Pak hehe." Bohong Syiffa sambil cengengesan.


"Makanya kalau jalan hati hati. Lihat dong sudah tahu ada yang bersihin lantai maen jalan saja." Ucap Rendy.


"Iya ya deh Pak." Ucap Syiffa.


"Ya sudah Syiffa mari kita makan mumpung masih hangat nih." Ucap Rendy.

__ADS_1


"Iya Pak," jawab Syiffa.


Lalu Syiffa dan Rendy pun kini sedang menikmati makannya tanpa ada yang berbicara.


__ADS_2