Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps. 123


__ADS_3

"Terima kasih iya Kak, sudah nganterin saya sampai rumah. Terima kasih juga buat makan malamnya dan eskrimnya" Ucap Syiffa.


"Iya Syiff, ingat satu hari lagi saya menunggu kepastian jawabanmu." Ucap Fattan.


"Loh bukannya dua hari? Kenapa sekarang jadi bilang satu hari." Protes Syiffa.


"Iya sekarang dan besok, jadi tinggal satu hari lagi kan besok?" Ucap Fattan sambil menaikan satu alisnya.


"Iss..Kak Fattan bisa bisa saja seperti itu." Ucap Syiffa sambil mengerucuti bibir tipisnya.


"Ini anak malah protes. Sudah sana cepat masuk rumah." Ucap Fattan sambil mengacak ngacak rambut Syiffa.


"Ih Kakak Fattan, tuh lihat rambutku jadi berantakan nih. Lagian Ceritanya Kak Fattan ngusir nih?" Ucap Syiffa pura pura kesal.


"Iss.. Lagian siapa yang ngusir, aku cuma nyuruh kamu masuk ke dalam rumah, kan ini sudah malam tidak enak sama tetangga." Ucap Fattan menjelaskan.


"Oke kalau begitu, baiklah." Ucap Syiffa.


"Tapi kalau kamu masih betah disini bersama saya, ya sudah tunggu saja di dalam mobil kita tidur di dalam mobil saja." Goda Fattan.


"Ih ogah banget, apa kata orang bila kita tidur berdua di dalam mobil. Ya sudah saya permisi masuk ke rumah." Ucap Syiffa sambil terburu buru masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Fattan dengan sikap salah tingkahnya.


"Iss itu anak main pergi saja, tidak ucapin salam lagi. Benar benar tidak sopan tapi ngegemesin banget itu orang." Ucap Fattan sambil terselip senyuman manisnya.


"Assalamualaikum... Bu .. ibu.. " Ucap Syiffa yang baru saja sampai di rumahnya.

__ADS_1


Kemana Ibu iya? Kok sepi benar. Mungkin lagi tidur kali iya lagian ini sudah malam lagi." Ucap Syiffa pada diri sendiri lalu pergi berjalan ke dapur karena merasa haus.


Ah segar banget, Kok kenapa aku tiba tiba haus sekali iya. Itu kenapa toiletnya terbuka? Biasanya juga Ibu selalu menutup toilet tersebut kalau sudah tidur. Lalu Syiffa berjalan menuju ke toilet dengan tujuan menutup pintu tersebut.


"Ibu......" Teriak Syiffa saat melihat Ibunya tergelentak di toilet.


"Ibu bangun, Ibu! Tolong.. Hiks..hiks." Teriak Syiffa merasa panik.


"Ibu... Tolong... tolong Ibu saya." Teriak Syiffa sambil menangis sejadi jadinya.


Lalu ada seseorang yang masuk ke rumah Syiffa, dia merasa ada yang tidak beres dan butuh bantuan ketika Syiffa berteriak meminta tolong.


"Syiffa.. Syiffa.. !Teriak Seseorang tersebut.


Syiffa yang mengenali suara tersebut langsung berlari ke arah sumber suara.


"Kamu harus tenang Syiff, kamu kenapa Syiff jangan bikin saya panik." Ucap seseorang mencoba menenangkan Syiffa.


"Mau enggak panik gimana Kak, Ibuku pingsan dia mengeluarkan darah dihidungnya. Bantu saya Kak untuk anterin Ibu ke rumah sakit." Ucap Syiffa melepaskan pelukannya dan menuju toilet.


"Ya sudah ayo!" ajak seseorang tersebut sambil menggendong Ibu Nina menuju ke dalam mobil.


Lalu seseorang tersebut dan Syiffa berjalan menuju mobilnya, dan pergi menuju ke rumah sakit.


"Ibu.. Bangun Bu, kenapa Ibu belum sadar juga? Ibu.. Hiks.. hiks." Tangis Syiffa sambil membangunkan Ibunya.

__ADS_1


"Kamu harus tenang Syiff, jangan panik begitu. Kamu harus kuat Syiff dan sabar Syiff." Ucap Seseorang menenangkan Syiffa.


"Saya enggak bisa tenang Kak melihat keadaan Ibu seperti ini. Ayolah lebih cepat lagi Kak!" Ucap Syiffa.


"Baiklah Syiffa." Ucap Seseorang tersebut sambil menjalakan mobilnya dengan cepat kebetulan dijalanannya sepi karena sudah sudah malam hari.


Mobil yang ditumpangi Syiffa pun sudah sampai di rumah sakit. Kebetulan ada beberapa suster di luar sedang istirahat.


"Kalian ayo bantu saya, jangan diama saja!" bentak seseorang tersebut kepada para suster.


"Eh iya baik Pak, Maaf." Ucap salah satu Suster lalu berjalan membantu Ibu Nina.


"Maaf iya Mbak, sebaiknya Mbak tunggu saja disini, biar kami memeriksa keadaan Ibu Mbak


" Ucap Suster saat sudah sampai di IGD.


"Iya Baik Suster, tolongin Ibu saya iya Sus." Jawab Syiffa.


"Iya baik Mbak, Kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Suster tersebut sambil menutup pintunya dan mulai memeriksa keadaan kondisi Ibu Nina."


"Kamu yang kuat ya Syiff dan harus sabar, Mungkin ini cobaan buat kamu." Ucap Seseorang tersebut sambil mengusap air mata Syiffa yang membasahi wajah cantiknya.


"Iya Kak, terima kasih iya Kak sudah bantu Syiffa." ucap Syiffa.


"Iya sama sama Syiffa, ya sudah yuk duduk dulu Syiff dan tenangkan dirimu. kamu harus yakin kalau Ibumu pasti baik baik saja."Ucap Seseorang tersebut.

__ADS_1


" Iya Kak." Jawab Syiffa


Lalu keduanya pun duduk sambil menunggu suster yang memeriksa Ibu Nina.


__ADS_2