
Kini di pinggir jalan ada seorang gadis cantik dengan memakai baju Staff kerja dan rambut dikucir kuda sedang menunggu angkutan umum untuk pulang. Namun sia sialah sudah hampir 1 jam lebih tidak ada angkutan umum yang lewat. Ntah sampai kapan dia akan menunggu. Syiffa merasa jenuh harus tetap menunggu dipinggir jalan apalagi banyak cowok yang mendekati menggodanya.
"Hei cewek, lagi apa nih? Kok sendirian saja. Boleh abang temanin enggak?" Ucap seorang cowok mendekat ke arah Syiffa.
Namun Syiffa hanya diam saja tidak membalas ucapan cowok tersebut. Hanya bergeser beberapa senti saja untuk menjauhi cowok tersebut.
"Nih orang napa sih Di, kok di dekatin malah menjauh? Perasaan kita wangi deh enggak bau apek." Ucap salah satu temannya Didi sambil mencium pakaiannya sendiri.
"Iya enggak tahu nih cewek, sombong banget Iya. Lagian kita cuma mau menemani saja. kan sayang cewek secantik kamu tidak ada yang menemani." Ucap Didi sambil tangan satunya merangkul pundak Syiffa. Dengan sigap Syiffa langsung menginbaskan tangan didi dengan kuat.
"Aww... Ini cewek cantik cantik galak banget iya. Kamu mau aku kasih pelajaran iya." Didi mendekati Syiffa lalu dengan perlahan Syiffa pun bergeser menjauh.
"Kalian jangan macam macam iya sama saya! Saya teriak nih!" Bentak Syiffa saat kedua pria tesebut terus mendekati dirinya.
"Coba saja teriak. Lagian ini sudah malam, tidak ada siapa siapa, tidak ada orang! Hahaaha..." Kedua pria tersebut pun tertawa terbahak bahak lalu mendekati Syiffa.
"Aaahhhhh.... Toloonggg!!" Teriak Syiffa.
"Percuma saja cantik berteriak. Lihat tidak ada seseorang pun yang menolongmu. Duh kasian nasibmu hahaha." Didi cs tertawa kembali.
"Kalian maunya apa sih hah? Tolong jangan macam macam sama saya, kalau kalian mau uang saya akan kasih apapun yang kalian mau jumlahnya." Syiffa .
"Tapi sayangnya kita tidak butuh uang. Saya pingin tubuhmu yang mulus itu." Didi sambil mengusap kaki Syiffa yang mulus.
"Ah jangan! Tolong kalian jangan macam macam saya hiks hiks." Syiffa menangis sejadi jadinya dan menempiskan tangan Didi yang menyentuhnya.
Tiba tiba datanglah seseorang menghampria pria tersebut lalu.
__ADS_1
Bugh.. Bugh..Bugh... Pria tersebut berhasil membuat Didi Cs tersungkur jatuh ke tanah dengan meninggalkan luka robek dibibirnya. Lalu Didi Cs pun pergi dari tempat tersebut tanpa melakukan perlawan.
"Kamu tidak apa apa kan Syiff?" Tanya Fattan mendekati Syiffa.
"Ti-tidak apa apa kok Kak. Terima kak sudah membantuku." Ucap Syiffa yang masih duduk dibawah tanah karena masih lemas dan syok dengan kejadian barusan.
"Iya Syiff, ya sudah sini saya bantu." Fattan membantu membangunkan Syiffa yang masih lemas lalu membantu berjalan ke dalam mobil milik Fattan.
"Ya sudah sini biar saya yang menjalankan mobilnya." Ucap Ariff. Lalu Fattan pun memberikan kunci mobilnya.
Kini mereka sudah berada di sebuah mobil dan pergi dari tempat tersebut.
"Kamu baik baik sajakan Syiff? Tidak ada yang terluka kan?" Tanya Ariff menatap Syiffa dari kaca mobil depan.
"Baik baik saja kak. Tidak ada yang terluka kok Kak." Syiffa tersenyum tipis.
Tiba tiba Fattan membuka Jas kerjanya.
"Nih pakai Jas, biar tidak kedinginan." Fattan memakai kannya ke tubuh Syiffa.
"Terima kasih kak." Syiffa tersenyum tipis.
"Makanya jadi orang tuh jangan So nolak tidak mau pulang bareng segala. Jadi beginikan kejadiannya." Gerutu Fattan.
"Maksudnya apa bicara begitu hah? Kalau emang tidak ikhlas nolongin saya, mending tadi enggak perlu bantu saya. Kok gitu saja repot. Malah ngatain saya begitu. Dasar munaf*k." Kesal Syiffa menatap tajam Fattan.
"Ini orang benar benar iya enggak sopan banget ngatain saya begitu." Fattan sambil memijit hidung mancung Syiffa dan merasa gemas.
__ADS_1
"Ih apaan sih Kak, sakit tahu. Lagian emang benarkan Kakak itu.."
"Kakak itu ganteng, baik, pintar dan idamanmu kan?" Goda Fattan memotong pembicaraan Syiffa.
"Ih so kepedean banget ini orang. So maha tahu lagi." Gerutu Syiffa merasa sebal.
"Biarain saja hak hak saya dong mau bicara gimana juga." Fattan menatap Syiffa.
Kini mereka saling menatap satu sama lain. Mata mereka saling bertemu. Lalu Syiffa memalingkan pandangannya ke arah luar jendela mobil.
"Syiffa kamu masih marah iya saya?" Tanya Fattan merasa enggak enak hati.
"Marah? Kenapa harus marah emangnya? Lagian Kakak enggak pernah ngapain ngapain kok." Jawab Syiffa.
"Terus kenapa kamu jadi berubah? tidak seperti dulu Syiffa yang ku kenal. Jangan bilang kalau-" ucapan Fattan terpotong .
"Sudahlah Kak jangan bahas itu lagi Kak. Terima saja perjodohan yang Ibumu tadi bilang. Jadilah anak penurut dan bikin orangtuamu bangga." Ucap Syiffa.
Tiba tiba mobil pun berhenti disebuah restoran.
"Loh Kak Ariff kenapa berhenti ke restoran sih? Lagian siapa yang mau makan, saya sudah kenyang. Sudah putar balik saya mau pulang." Gerutu Syiffa.
"Saya sengaja membawamu kesini, ada yang ingin kita bicarakan dan ada orang yang ingin menemuimu." Fattan dengan datar.
"Menemuiku? Emangnya siapa orang tersebut?" Tanya Syiffa.
"Sudah jangan banyak tanya. Ayo kita keluar! Nanti kamu juga tahu orang itu siapa." Ucap Fattan.
__ADS_1
Lalu mereka bertiga pun keluar dari mobilnya. Dan masuk kedalam restoran tersebut lalu menghampiri seseorang yang kini sedang menimati minumannya.