Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.233


__ADS_3

Empat bulan kemudian.


Di kediaman rumah Adijaya, kini sedang ramai banyak orang, karena ada acara syukuran empat bulanan. Dimana usia kandungan Syiffa, sekarang menginjak empat bulan.


Kini Syiffa pun merasa kesal, karena tidak boleh kemana mana dan tidak boleh membantu orang orang yang kini sedang sibuk membungkusan bikisan serta uang ke dalam amplop untuk diberikan kepada tetangga, panti asuhan dan siapa pun yang mau bisa ngambil.


"Kak, Syiffa kesal banget nih, masa dari tadi tidak boleh kemana mana. Duduk mulu di sofa." Protes Syiffa.


"Sabar sayang. Kan kalau misal kamu ikutan kayak mereka, kasihan baby kita nanti kecapean loh." Ucap Fattan sambil menatap istrinya dan mengusap perut istrinya yang kini kelihatan membuncit.


"Ya enggaklah kak, emangnya baby kita ikutan apa? Yang ada Ibunya yang kecapean itu." Syiffa sambil menatap Suaminya.


"Nah, itu kamu tahu tuh sayang. Sudah sekarang kamu diem dan sekarang kamu mau minta apa lagi?" Tanya Fattan.


"Tidak mau minta apa apa kok kak, perutku sudah kenyang kak dari tadi ngemil mulu, tuh kak Fattan bisa lihat sudah berapa makanan yang masuk kedalam mulutku." Ucap Syiffa.


"Lagian bagus tuh banyak makan. Biar baby kita terpenuhi asupan gizinya dan terutama kamu, biar tidak gampang lapar dan tambah gemoy," ucap Fattan.


"Ich kak Fattan, menyebalkan sekali kalau bicara. Oya, ngomong ngomong Syiffa jelek iya kak, tubuh Syiffa tambah gemoy dan pipi Syiffa berkembang bulat juga dagunya jadi ada dua nih." Gerutu Syiffa.


"Iss.... kalau bicara jangan gitu ah sayang. Lagian kamu tetap cantik kok walaupun keadaan begitu. Itu tandanya anak kita tumbuh dan berkembang dengan baik." Fattan sambil mengusap lembut rambut pucuk istrinya.


"Iyakah begitu?" Tanya Syiffa.


"Iya sayang. Terima kasih sayang sudah mau mengandung anakku. Semoga kamu sehat selalu dan nanti persalinannya lancar." Fattan sambil tersenyum.


"Iya kak." Jawab Syiffa membalas senyuman suaminya.


Tiba tiba datang sahabat sahabat Syiffa masuk ke dalam ballroom.


"Assalamu'alaikum...." ucap Seseorang.


"Walaikumsalam...." jawab Syiffa dan Fattan bersamaan sambil menatap ke arah sumber suara.


"Kalian....?" Ucap Syiffa merasa tidak percaya sekaligus bahagia dengan kehadiran sahabat sahabatnya.


"Syiffa.... apa kabar, selamat sekarang bakal seorang Ibu nih." Ucap Nella sambil menghampiri Syiffa dan memeluknya


"Iya makasih Nell," jawab Syiffa lalu menguraikan pelukannyan.


Kemudian di susul dengan Nurul dan  Hasna menghampiri Syiffa.


"Syiffa, kita ketemu lagi disini. Sudah sekian lama tidak ketemu, sekali ketemu sudah bawa kabar bahagia dengan kehadiran calon penerus Adijaya nih." Ucap Hasna sambil memeluk Syiffa.


"Bisa saja, kalau bicara Na." Ucap Syiffa.


"Selamat ya Syiffa, akhirnya kamu akan menjadi seorang Ibu. Semoga lancar sampai persalinan nanti." Ucap Nurul memeluk sahabatnya.


"Iya makasih Nurul, atas doanya." Syiffa sambil menguraikan pelukannya.


"Iya Syiff," jawab Nurul.


Ehmzz.. "Istrinya sudah dipeluk tuh.. suaminya enggak bakal dipeluk juga tuh." Fattan sambil menatap sahabat dari istrinya.


"Enggak!" Jawab Nella, Nurul dan Hasna bersamaan sambil menatap Fattan.


"Ih buset, kompak bener ya. Lagian saya cuma bercanda kok hehe," ucap Fattan cengengesan saat Syiffa menatap tajam dirinya.


"Ya sudah ayo duduk dong, kenapa masih berdiri saja, kayak patung saja." Ucap  Hasna.


Lalu Syiffa, Nella dan Nurul pun duduk. Dan kemudian pelayan pun datang, membawa makanan dan minuman untuk ketiga sahabat Syiffa.


"Terima kasih pak," ucap Syiffa.


"Ya sama sama Non," jawab Bi pak Ijal.

__ADS_1


"Masih seger nih kayaknya. Ayo kita minum," ajak Hasna kepada Nurul, Nella dan Syiffa.


"Sahabat kamu itu sehatkan sayang, yang punya rumah siapa, kok dia yang ngatur ya." Fattan sambil menatap Hasna.


"Huss.... kak Fattan jangan bilang gitu ah, nanti kalau dengar gimana. Biarin saja suka suka dialah." Ucap Syiffa.


"Mentang mentang sahabatnya, pasti dibelain tuh. Ya sudah kak Fattan permisi mau keruangan kerja dulu, sekalian ngecek laporan yang masuk." Ucap Fattan.


"Iya silahkan kak." jawab Syiffa.


Lalu Fattan pun berjalan menuju ruangan kerja dan meninggalkan Syiffa bersama sahabat sahabatnya.


"Aku enggak nyangka banget sama Syiff, dulu kamu sama suamimu bagaikan tikus dan kucing bertengkar mulu. Kini dia jadi jodohmu  dan sekarang kamu sedang mengandung anaknya." Ucap Nurul sambil membayangkan pertama kalinya saat Syiffa dan Fattan bertemu.


"Apalagi saya, tidak menyangka juga Nur. Kok bisa bisanya dia jadi suamiku." Ucap Syiffa.


"Iya, begitulah namanya jodoh. Tanpa kita sadari jodoh itu kadang datangnya istimewa loh. Seperti yang kamu alami dulu sama suamimu." Ucap Nella.


"Sungguh menyebalkan awal pertemuan aku sama suamiku mah Nell haha." Syiffa sambil tertawa.


"Menyebalkan tapi ngangeninkan." Tembal Nurul.


"Apaan sih Nur, so tahu lagi. Tapi emang iya haha," Syiffa tertawa kembali.


Lalu ketiga para sahabatnya hanya mengelengkan kepala dan tersenyum melihat Syiffa.


Teng.... teng.... teng.... suara tukang bakso.


"Ngebakso yuk, kayaknya mantep tuh panas panas gini ngebakso apalagi ditambah pedas beuh mantap tuh." Ucap Hasna.


"Jadi pingin nih." Ucap Syiffa.


"Ya sudah, ayo kita ngebakso." Ucap Nella.


Lalu Syiffa dan ketiga sahabatnya berjalan menuju keluar untuk membeli bakso.


"Mau beli bakso. Lagi pingin bakso nih Bu. Ibu mau beli juga? Nanti Syiffa pesenin Bu." Ucap Syiffa.


"Enggak ah Nak, sudah kamu sama teman teman kamu saja yang makan bakso." Ucap Bu Nina.


"Ya sudah Bu, Syiffa ke luar dulu Bu." Ucap Syiffa.


"Iya Nak." Jawab Syiffa.


Kini mereka berjalan keluar untuk membeli bakso dari pedagang keliling.


"Bang, pesen baksonya 4 ya Bang."u Ucap Hasna sambil berjalan menghampiri bang Rai.


"Iya siap Neng, dibungkus apa pakai mangkuk neng?" Tanya Bang Rai, tukang bakso.


"Pakai mangkuk bang. Ya sudah bang, nanti anterin kesana iya bang." Ucap Hasna.


"Iya siap Neng." Jawab Bang Rai.


Setelah Hasna selesai memesankan makananya. Lalu Hasna pun berjalan menghampiri ketiga sahabatny.


"Sudah saya pesenin tuh baksonya, tinggal nunggu." Ucap Hasna.


"Baiklah kalau begitu." Jawab Syiffa.


"Jangan lupa tuh, kerupuknya Na. Kan makan bakso mah enaknya pakai kerupuk tuh." Gerutu Nurul.


"Iya sudah saya pesenin kok Nur." Ucap Hasna.


"Baguslah kalau begitu." Jawab Nurul.

__ADS_1


"Akhirnya sekian lama tidak seperti ini lagi, dan sekarang merasakannya kembali saat saat dulu kita makan bakso bareng, ngerujak sambil ngodain cowok ganteng yang lewat, Kalian masih ingatkan?" Tanya Nella.


"Tentu saja masih ingatlah. Dan naasnya cowok yang kita taksir malah jatuh cinta sama si Bumil tuh." Gerutu Hasna.


"Heem benar ya, si Bumil orangnya beruntung mulu. Cowok cowok cakep maunya cuma sama dia. Lagian kita juga sama cantik ya." Tembal Hasna.


"Kamu bilang apa barusan, kita? Lo saja kali Gue enggak." Ucap Syiffa.


"Huuhh.... sombong ya, mentang mentang so cantik, jadi merasa dia paling oke." Ucap Nella.


"Emang iya hhaha." Syiffa tertawa.


"Ck, menyebalkan sekali kamu Syiffa." Gerutu Nurul.


"Enggak apa apalah sekali kali menyebalkan juga. Bosen jadi orang baik mulu ah." Ucap Syiffa.


"Terserah kamu saja deh, yang penting kamu bahagia deh." Gerutu Hasna.


"Oh tentu saja bahagia hahaha." Syiffa kembali tertawa.


"Ini Bumil, kelihatannya bahagia banget ya." Ucap Nella.


"Emangnya iya, aku ini lagi bahagia bisa kumpul bareng kalian lagi. seru seruan kayak dulu lagi. Oya nanti sudah makan bakso, kita ngerujak yuk?" Ucap Syiffa.


"Boleh tuh. Asyik tuh Syiff, sudah makan bakso langsung ngerujak." Ucap Nurul.


"Ini Neng baksonya sudah pada siap nih." Ucap Bang Rai sambil menaruh baksonya di atas lantai satu persatu.


"Makasih iya Bang." Ucap Syiffa.


"Iya sama sama Neng." Jawab Bang Rai sambil berlalu kembali melayani pembeli lain.


"Wah mantap nih, panas panas gini bakso." Ucap Nurul.


"Ya sudah, ayo mari kita makan." Ajak Syiffa.


"Ya sudah, ayo." Tembal Nella.


"Tunggu dulu!" Ucap Hasna.


"Apalagi Na? Ini tanggung nih mau sampai ke mulut." Nurul merasa kesal.


"Taruh dulu semuanya di mangkuk baksonya." Ucap Hasna. Lalu mereka pun menuruti kemauan Hasna.


"Kita poto dulu baksonya, mau dibikin status nih," ucap Hasna tanpa merasa bersalah.


"Huuuuuuh.... " sorak Syiffa, Nella dan Hasna bersamaan.


"Kirain aku mau apaan sih. Yaelah dia cuma minta poto dulu baksonya buat status." Gerutu Nurul.


"Iya. Kirain saya si Hasna mau nambahin bakso lagi." Tembal Nella.


Sudah kalian diam! Saya mau poto dulu baksonya nih.


Cekrek. Bakso pun sudah berhasil dipoto sama Hasna.


"Ya sudah, ayo makan." Ucap Hasna.


"Tunggu dulu!" Ucap Nurul.


"Apalagi Nur, saya lapar nih." Ucap Syiffa.


"Aku juga mau dong, baksonya dipoto dulu buat status hehe." Nurul cengengesan.


"Huuuuh.... Dasar ya." Ucap Syiffa.

__ADS_1


"Ya sudah, ayo makan. Lagian sudah kok dipotonya." Ucap Nurul.


Lalu kini mereka pun menikmati baksonya sambil bercerita mengingat masa lalunya saat bersama dan sambil tertawa terbahak bahak.


__ADS_2