
Pt. Juhes Adijaya.
"Selamat pagi Bosku. Gimana kemarin lancar kan pulang bareng Syiffa?" Tanya Ariff yang baru saja datang.
"Pagi! Iya lancar nganterin sampai rumah sakit, enggak ada kendala kok." Jawab Fattan datar.
"Yaelah itu mah sudah pasti bakal lancar anter pulang dia sampai rumah sakit. Maksud saya tuh gimana Syiffa sudah maukan menerima kamu? Dan kalian sudah resmi pacarankah?" Tanya Ariff.
"Boro boro pacaran Rif. Saya mau menjelaskan semuanya juga tidak dikasih kesempatan berbicara. Jadi mau resmi pacaran gimana Riff? Sungguh itu cewek luar biasa banget. Kebanyakan cewek kalau ada cowok pria ganteng, tajir dan pintar biasanya langsung terima saja kan, tidak peduli cowoknya punya kekasih atau tunangan yang penting tajir. Tapi ini beda loh enggak tahu mandang dari apa sih itu cewek. Emang apa sih yang kurang dariku Riff hah?" Kesal Fattan dan merasa gemes dengan sikap Syiffa.
"Nah itu dia yang disebut cewek yang paling istimewa. Dia tidak memandang dari apapun. Yang penting baginya kebutuhan buat sehari harinya bisa terpenuhi. Enggak ada yang kurang kok dari diri kamu. Kamu itu sudah sempurna Bos!" Ucap Ariff.
"Tapi kenapa dia tidak tertarik sama sekali sama saya." Fattan mengeluarkan napas kasarnya.
"Eh ini punya bos bego atau benar benar lupa iya." Sindir Ariff menatap sinis Fattan.
"Maksud kamu apaan hah berbicara seperti itu? Enggak sopan banget sama atasanmu berbicara begitu." Fattan menatap tajam Ariff.
"Hehe... Sory saya bercanda tadi. Habisnya gemes banget sama Pak Bos, lagian Syiffa bukannya tertarik sama Bos tapi karena masalah yang rumit antara perjodohan kamu dengan sahabatnya." Ariff menjelaskannya.
"Benar juga iya apa yang dikatakan oleh kamu. Saya bego banget iya." Gerutu Fattan pada dirinya.
"Tadi saya bilang dia bego marah. Sekarang dirinya sendiri ngatain bego biasa saja. Ini orang maunya apa sih?" Gerutu Ariff berbicara pelan.
"Apa kamu bilang barusan hah?" Tanya Fattan.
__ADS_1
"Tidak bilang apa apa kok." Bohong Ariff.
"Kamu pikir saya budak hah?" ucap Fattan.
"Hehehe.. Sstt.. Bos." Ariff sambil menaikan satu alisnya memberikan kode
"Selamat pagi." Sapa Syiffa lalu berjalan ke tempat kursi kerjanya.
"Pagi juga Syiffa cantik." Jawab Ariff.
Lalu Fattan hanya diam saja. Lalu menatap Syiffa yang kini sibuk dengan pekerjaanya.
"Ya sudah Bos, saya permisi iya. Ingat kerja! jangan menatap dia mulu." Sindir Ariff lalu pergi meninggalkan ruangan.
Lalu seseorang pun dengan tiba tiba masuk kedalam ruangan dan menghampiri Fattan.
"I-ibu?" Fattan merasa terkejut dengan kehadiran Ibunya.
"Kenapa kamu Nak? Kok merasa terkejut begitu. Enggak suka iya Ibu datang kesini." Bu Angel menatap anaknya.
"Bu-bukan begitu Bu. Cuma aneh saja Bu. Kok tiba tiba Ibu kesini tanpa mengabari terlebih dahulu sama Fattan." Gerutu Fattan.
"Emang harus iya, Ibu kesini bilang dulu sama kamu hah?" Ucap Bu Angel.
"Enggak juga kok Bu. Oya lagian Ibu ada apa datang kesini?" Tanya Fattan menatap Ibunya.
__ADS_1
"Kedatangan Ibu kesini cuma mau mengatakan sesuatu yang sangat penting untukmu." Ucap Bu Angel.
"Sesuatu yang penting? Emangnya apaan Bu?" Tanya Fattan menaikan satu alisnya merasa penasaran.
"Iya. Ibu cuma mau mengatakan kalau minggu depan, kamu dan Nella akan melakukan pertunangan!" Jawab Bu Angel.
"A-apa?" Fattan terkejut. Dia tidak menyangka kalau Ibunya akan melakukan hal konyol seperti ini.
Uhuk.. uhuk.. tiba tiba saja Syiffa pun terbatuk.
"Loh kamu kenapa Nak?" Tanya Bu Angel lalu menghampiri Syiffa
"Tidak kenapa napa kok Bu. Lagian tidak tahu kenapa tiba tiba tenggorokanku gatal hehe." Bohong Syiffa tersenyum tipis.
"Oh jadi begitu. Ya sudah kalau tidak apa apa. Oya kamu anak baru kerja dibagian sekretaris iya?" Tanya Bu Angel.
"Iya Bu." Jawab Syiffa.
"Ya sudah lanjutkan lagi kerjanya." Ucap Bu Angel.
"Baik." Ucap Syiffa tersenyum.
Karena kamu sudah tahu maksud kedatangan ibu kesini. Maka Ibu permisi mau pulang." Pamit Bu Angel lalu pergi meninggalkan ruangan kerja Fattan.
Ibu pikir ini akan terjadi? Tidak akan Bu. Lagian saya dan Nella sudah sepakat akan mencari cara supaya membatalkan perjodohan ini. Tunggu saja Bu rencana dari kami batin Fattan sambil tersenyum sinis.
__ADS_1