Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps. 171


__ADS_3

"Apa yang sudah Kakak lakukan terhadap Kak Laras?" Tanya Syiffa.


"Emanya kenapa? Sudahlah kamu jangan pedulikan dia yang telah membuatmu cemburu," ucap Fattan sambil menatap Syiffa.


"Si-siapa bilang saya cemburu hah? Ini orang sok tahu banget ya." Gerutu Syiffa menatap sebal Fattan.


"Sudahlah sayang, apa salahnya sih berkata jujur kalau kamu cemburukan?" ucap Fattan.


"Saya bilang enggak!! Lagian saya merasa sakit saja kok saya seperti tidak dihargai banget dan seperti cuma pelampiasan saja." Ucap Syiffa pandanganyya kedepan menatap bukit bukit yang ada ditebing


"Mungkin kamu lihatnya cuma sekilas sajakan? Dan tidak tahu apa yang terjadinya selanjutnya. Lagian Saya sudah memperingatkan Laras untuk menjauhi saya tapi di tetap malah ngejar terus. Kebaikan saya waktu itu Laras menjadi salah paham menganggap kalau saya itu masih mengharapkannya dan mencintainya padahal saya cuma niat bantu dia doang kok tidak lebih." Ucap Fattan sambil menatap Syiffa.


"Ck, ini orang merasa dirinya paling cakep dia bilang kalau mantannya ngejar ngejar."


Sindir Syiffa.


"Tapi emang kenyataan begitu kok, lagian mana mungkinkan kalau saya tidak cakep dia ngejar ngejar kan." Ucap Fattan dengan Pedenya sambil menatap Syiffa.


"Iya ya terserah Kakak saja deh. Oya sini saya bersihin tuh masih ada darah dibibir Kakak," ucap syiffa sambil mengambil tisu di dalam tasnya lalu mulai mengusap darahnya diluka bibir tersebut.


"Aww... pelan pelan Syiffa sakit tahu." Ucap Fattan.


"Lagian ini pelan Kak. Makannya jangan so jagoan menantang Kak Rendy lagian Kakak belum tahu sih dia itu jago bela diri tahu." Ucap Syiffa.


"Lagian saya juga sama kok jago bela diri bukan cuma dia saja. Lagian kamu ngapain sih hah pakai ketemuan segala dengan pria bajing*an itu hah? Terus ngapain dia sentuh kamu segala dan so perhatian banget," ucap Fattan menatap Syiffa.


"Lagian siapa yang ketemuan dengan dia Kak? Syiffa juga enggak tahu tiba tiba dia datang begitu saja dan memberikan tisu. Ya wajarlah Kak dia perhatian sama Syiffa lagian mana ada sih orang yang tidak tega melihat saya menangis karena di khianati sama tunangannya apalagi dia peluk pelukan terus saling berciu*man tepat didepan saya pasti emosi lah buat Kak Rendy." Ucap Syiffa sambil menatap sebal Fattan kemudian mengusap bibirnya yang luka dengan menekannya sehingga membuat Fattan kesakitan.


"Syiffa sakitt pelan pelan kenapa sih? Lagian tadi saya sudah jelasin kalau semuanya itu karena ulah dia bukan karena saya yang memulai." Ucap Fattan sambil menarik pinggang Syiffa sehingga membuat mereka kini semakin dekat.


"Tapi sama sa-" ucapan Syiffa tergantung saat Fattan dengan cepat menyentuh bibir mungil miliknya dengan polesan liptik berwarna pink muda. Lalu Syiffa pun hanya diam saja tanpa melakukan pemberontakan seperti waktu itu. Dengan perlahan Fattan pun terus mencium dan menikmati bibir mungil miliknya yang baginya begitu manis. Lalu Syiffa pun membalas semua ciuman yang Fattan kasih sehingga kini mereka saling menikmati. Dengan tiba tiba Syiffa pun segera melepaskan ciuman tersebut dan mendorong kasar dada bidang Fattan.

__ADS_1


"Loh kenapa kamu melepaskannya bukannya kamu juga menikmati?" Tanya Fattan merasa kecewa.


"Lagian belum waktunya kita harus melakukan hal itu Kak, lagian saya barusan khilap Kak," ucap Syiffa merasa malu lalu berjalan menuju mobil.


"Tidak apa apa belum waktunya juga, lagian nanti juga kita bakal merasakannnya juga Kok sayang." Ucap Fattan sambil mengikuti langkah Syiffa.


"Tidak!! Lagian ngapain ngikutin saya lagi hah? Terus yang mau mengemudi mobil siapa dong Kak?" Ucap Syiffa sambil melihat Fattan ikut masuk ke dalam mobil tepat disebelah dirinya.


"Eh iya saya lupa sayang hehe," ucap Fattan cengengesan lalu keluar dari mobil.


"Ya sudah kita pergi dari sini Kak, lagian Kakak ini aneh sekali sih ngapain pakai ngajak ditempat kayak ginian." Ucap Syiffa sambil menatap Fattan yang sedang mengendarai mobilnya.


"Lagian saya sengaja ngajak kamu kesini biar kamu bisa meluapkan semua emosi yang selama ini kamu pendam karena ulahku. Dan kamu juga tidak akan malu meluapkan kekesalan kamu karena tidak ada orang disini yang melihatmu,":ucap Fattan sambil menatap Syiffa.


"Oh jadi itu alasannya kenapa kamu membawaku kesini? Kirain saya kamu akan membunuhku," ucap Syiffa.


"Yaelah sayang mana mungkin aku melakukan hal seperti itu sama orang yang sangat saya cintai dan sayangi," ucap Fattan sambil memegang tangan Syiffa lalu mencium punggung tangan tersebut.


"Siapa bilang hah? Sudahlah sayang ngapain sih harus bahas dia lagi. Lagian dia masa laluku jadi yang lalu biarlah berlalu dan masa depan harus tetap kita perjuangkan terutama kamu." Ucap Fattan.


"Hah saya? Hubungannya apa dengan saya?" Tanya Syiffa mendadak jadi kayak orang bego.


"Tentu sajalah kamu, lagian kamu lupa ya hah kamu kan calon Istri saya, orang yang sangat saya cintai dan sayangi selamanya." Ucap Fattan.


"Terima kasih Kak jika memang diriku berarti buat Kakak." Ucap Syiffa sambil tersenyum.


"Tentu saja sayang kamu sangat berarti di dalam hidup saya, terima kasih sayang kamu sudah hadir didalam kehidupanku yang berwarna," ucap Fattan sambil membalas senyuman Syiffa.


"Emangnya pelangi ya warna warni gitu," ucap Syiffa.


"Emang iya kamu itu bagaikan pelangi yang begitu indah mengisi dikehidupanku dan tidak pernah bosan setiap hari saya bertemu kamu malah kamu orang yang selalu membuatku semangat menjalani hari hariku." Ucap Fattan.

__ADS_1


"Ih dasar gombal," ucap Syiffa.


"Ya ampun ini orang ya malah dibilang saya gombal lagi. Lagian saya serius sayang apa yang saya ucapkan Dan satu kata buat kamu sayang I love you Syiffa septiyani." Teriak Fattan didalam mobil.


"Ih Kakak apaan sih pakai teriak teriak segala, nanti orang pada tahu gimana kan malu," Syiffa sambil menatap Fattan.


"Lagian ngapain harus malu sayang, tidak apa apa orang lain pada tahu juga kan sebentar lagi kamu akan menjadi Istri Adijaya." Ucap Fattan.


"Iya terserah Kakak saja deh yang penting bahagia," ucap Syiffa.


"Ya tentu saja dong sayang bahagia. Oya mana enggak dibalas tuh perkataan tadi," protes Fattan.


"Ucapan yang mana Kak?" Tanya Syiffa.


"Ini orang malah pura pura lupa lagi ya, saya ci-"


"I love you too Fattan Adijaya." Jawab Syiffa dengan segera memotong pembicaraan Fattan.


"Thanks you Sayang," ucap Fattan sambil mencium punggung tangan Syiffa.


"Oya tadi Ibu mengirimkan pesan agar kita cepat cepat pulang katanya ada sesuatu yang ingin dibicarakan," ucap Syiffa.


"Oke baiklah kalau begitu, kita pulang sekarang juga karena saya juga tidak sabar ingin segera mempercepat pernikahan kita," ucap Fattan.


"Ih dasar orang tidak sabaran banget," celetuk Syiffa.


"Emang iya karena saya sudah-"


"Sudahlah Kak jangan berpikir mesum. Sekarang fokus tuh mengemudi mobilnya." Ucap Syiffa memotong pembicaraan Fattan.


"Iya sayang bawel," gerutu Fattan.

__ADS_1


Kemudian Fattan pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan standar dan pergi meninggalkan tebing tersebut dan berjalan untuk pulang ke rumahnya.


__ADS_2