Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps. 148


__ADS_3

"Hadeuh nih orang yang sedang jatuh cinta, dari tadi nempel mulu, ngegombal mulu. Pokoknya lebay banget deh kayak yang baru pacaran saja." Sindir Ariff.


"Kenapa sih kamu syirik banget ya jadi orang hah? Hak hak saya dong mau gimana juga. Emangnya enggak boleh hah?" Fattan sambil menatap Ariff.


"boleh kok! Tapi hargai saya lah disini yang statusnya masih jomblo Bos." Ucap Ariff menatap Fattan dari kaca depan mobil.


"Terus siapa suruh kamu jomblo hah? Jadi ginikan kayak obat nyamuk! Dan itulah resikonya," Celetuk Fattan.


"Wah benar benar ya ini orang. Seenaknya banget kalau bicara. Syiff kamu enggak salah tuh memilih dia? Dan enggak bakal nyesel tuh?" Ucap Ariff.


"Hei.. hei.. itu mulutmu pedas amat kalau bicara, mana ngomporin lagi. Maksudnya apa kamu berbicara begitu hah?" Kesal Fattan lalu melempar botol minuman plastik bekas mengenai kepala Ariff.


Plak'


"Fattaan!!! Teriak Ariff sangat kesal.


"Apa hah?" Ucap Fattan sambil menaikan kedua alisnya.


"Kamu ketelaluan banget ya. Sakit tahu! Enggak sopan banget hah," Ariff tambah kesal.


"Sudah, sudah kalian ini kenapa sih hah? dari tadi saya perhatiin malah adu mulut mulu, tidak ada yang mau mengalah sih hah? Kayak anak kecil tahu." Kesal Syiffa mendengar perdebatan antara Fattan dan Ariff.


"Habisnya sayang, tuh si Ariff yang mulai duluan dan bikin saya emosi." Ucap Fattan bersikap manja kepada kekasihnya.


"Ck, lebay banget deh. So manja lagi," gerutu Ariff merasa sebal dengan sikap Fattan.


"Apa barusan kamu bilang hah?" Fattan menatap tajam Ariff.


"Stoop!! Kalian ini, aduh benar benar membuat kupingku pingin pecah tau enggak. Sudahlah berdamai napa sih hah?" Syiffa menatap Fattan dan bergiliran menatap Ariff.


"Tidakk mau!!" Ucap Fattan dan  Ariff bersamaan.


"Terus kalian maunya apa sih hah? Ya sudah kalau kalian tidak mau berdamai, saya lompat dari mobil  nih. Dari pada harus mendengar perdebatan kalian." Syiffa sambil membukakan pintu mobilnya.


"Sayang kamu apa apaan sih hah? Itu bahaya. Kamu jangan nekat seperti itu lagi itu tidak lucu tahu." Geram Fattan sambil memeluk Syiffa.


"Baiklah, tapi kalian harus saling meminta maaf dulu." Ucap Syiffa.


"Iya sayang bawel. Oya Riff maafkan saya ya, sudah membuat perkataan yang membuat kamu tidak enak hati." Ucap Fattan.

__ADS_1


"Iya Tan, saya juga sama minta maaf ya sudah membuat perkataan yang tidak enak hati. Dan ingat jangan sekali lagi melempar botol begitu saja, tidak sopan tahu!" Ucap Ariff.


"Iya ya deh Riff!" Ucap Fattan.


"Nah gitu dong, kan enak saling minta maaf. Terus ini ngapain lagi pake peluk segala gerah tahu!" Syiffa sambil mengimbaskan tangan Fattan dengan kasar.


"Ih sayang kejam banget ya, sakit tahu. Lagian kita kan sudah pacaran jadi tidak apa apa dong." Fattan sambil mengusap tangannya akibat ulah Syiffa.


"Terus kalau kita sudah pacaran, kita bebas gitu mau ciuman dan pelukan gitu hah? Apa yang kakak pikirkan salah. Pacaran bukan berarti kita bebas melakukan apapun Kak. Kita harus tahu batas batasannya kak. Lagian maaf ya Kak, saya bukannya so munafik dan tidak bisa seperti orang lain. Saya sudah berjanji sama alm. Bapak saya untuk bisa menjaga diri sampai waktunya saya dimiliki seseorang yang sudah halal untuk saya." Syiffa sambil menatap Fattan.


"Iya tidak apa apa kok Syiff, lagian saya salut banget sama kamu Syiff bisa menjaga diri kamu dengan baik. Saya sangat beruntung memilikimu." Fattan sambil tersenyum. Fattan tidak pernah menyangka ternyata sosok wanita yang kini menjadi kekasihnya, bisa menjaga dirinya sendiri dan sangat bahagia karena sangat beruntung bisa mengenal dengannya.


"Eh tapi tunggu, bukannya waktu Ibumu pingsan kamu peluk saya kan?" Ucap Fattan.


"Itu khilap kak, serius tanpa di sengaja. Jangan bahas itu kak, ih malu," Syiffa merasa jadi salah tingkah.


"Khilap apa khilap nih?" Goda Fattan.


"Serius kak, ih kak Fattan nyebelin deh." Syiffa cemberut.


"Idih ngambek nih, ya maaf deh. Jangan ngambek lagi gitu dong, jadi kelihatan jelek tuh." Fattan sambil memijit hidung macung Syiffa.


"Ih kakak Fattan!! Sakit tahu." Ucap Syiffa sambil mengusap hidungnya.


"Ayo kita keluar dari mobil sudah sampai di rumah sakit nih." Ucap Ariff sambil memparkirkan mobilnya.


"Ya sudah, ayo honey!" Ucap Fattan sambil menatap Syiffa.


"Iya sudah yuk Kak." Ucap Syiffa sambil tersenyum.


Lalu mereka bertiga pun keluar dari mobil tersebut dan berjalan menuju rumah sakit. Banyak para pekerja disana menyapa sang pemilik rumah sakit ketika mereka bertiga masuk ke dalam rumah sakit tersebut.


"Selamat malam pak." Ucap sang pegawai rumah sakit.


"Malam." Jawab Fattan sambil menganggukan kepala.


"Malam pak." Ucap pegawai lagi.


Namun Fattan hanya menganggukan kepala. Dan begitulah kalau ada orang yang menyampa dirinya dari seluruh pekerja dirumah sakit.

__ADS_1


"Eh kak Fattan, tadi banyak tuh yang ngucapin selamat malam. Kenapa tidak dijawab malah cuma menganggukan kepala." Protes Syiffa.


"Lah emangnya kenapa Syiff? Kan itu bahasa isyarat. Dari pada tidak dijawab sama sekali. Dan kamu bayangin saja, saya harus membalas ucapan semua pegawai rumah sakit dan diperusahaan kan pegal juga nih mulut jadinya." Ucap Fattan menjelaskan.


"Iya juga ya Kak. Ya sudah ayo kita masuk Kak  kedalam." Ajak Syiffa saat sudah sampai diruangan rawat Bu Nina.


Lalu mereka bertiga pun masuk ke dalam ruangan rawat.


"Ibu?" Syiffa merasa terkejut saat melihat Ibunya sudah bangun dari koma nya. Lalu berjalan menghampirinya.


"Ibu, Syiffa kangen banget sama Ibu. Syukurlah Ibu sekarang sudah sadar dari komannya. Syiffa benar benar senang melihat Ibu. Syiffa kangen kumpul bareng lagi sama Ibu." Syiffa sambil memeluk Ibunya.


"Iya Nak, Ibu juga sama kangen sana kamu." Bu Nina sambil mengusap lembut rambut putrinya lalu menguraikan pelukannya.


"Syiffa harap Ibu cepat pulih dan sehat ya. Biar Ibu bisa masakin menu makanan lagi buat Syiffa." Ucap Syiffa sambil tersenyum.


"Ini anak benar benar ya. Masa Ibu kamu baru sembuh, mau disuruh masakin buat kamu hah?" Ucap Mbak Sri sambil menjewer telinga Syiffa.


"Aduh, aduh Mbak Sri sakit tahu. Lagian Syiffa cuma bercanda kok ih." Ucap Syiffa sambil mengusap telinganya yang sakit.


Lalu Ibu Nina, Fattan dan Ariff pun tertawa bersama melihat ulah Syiffa dan Mbak Sri.


"Oya Syiffa, karena ini sudah malam dan besok harus bekerja lagi maka dari itu saya permisi pulang ya Bu, Mbak." Pamit Fattan.


"Iya silahkan Nak. Terima kasih ya Nak sudah nganterin Syiffa pulang." Ucap Bu Nina.


"Iya sama sama Bu, dengan senang hati saya bisa nganterin Syiffa pulang." Jawab Fattan sambil tersenyum.


"Ya pastilah dengan senang hati, soalnya ya Bu bentar lagi nih Fattan akan menjadi calon suaminya Syiffa loh." Ucap Ariff.


"Ih apaan sih kalau bicara. Sudah katanya mau pulang, ya sudah sana pulang." Ucap Syiffa sambil mendorong keras Ariff sama Fattan keluar.


"Ini cewek benar benar ya tenaganya kayak laki tahu enggak. Lagian kenapa enggak boleh Ibumu dan Mbak Sri sampai tahu." Ucap Ariff yang kini berada diluar ruangan rawat.


"Belum waktunya kak kasih tau, lagian baru juga jadian kak sudah bikin heboh. Sudah sekarang pulang besok harus kerja lagi." Ucap Syiffa menatap Fattan dan Ariff bergantian.


"Ya  sayang. Ya sudah saya pamit pulang dulu ya, sampai ketemu besok." Ucap Fattan menatap Syiffa lalu tersenyum.


"Iya kak, hati hati dijalannya ya kak." Ucap Syiffa sambil tersenyum.

__ADS_1


"Iya sayang." Ucap Fattan sambil mengusap lembut pucuk rambut Syiffa.


Lalu Fattan dan Ariff pun berjalan ke parkiran mobil dan pergi meninggalkan rumah sakit.


__ADS_2