Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.151


__ADS_3

"Ehmzzz.." Suara deheman menyadarkan mereka.


"Eh Pak Ariff?" Tanya Syiffa merasa kaget lalu lalu mengambil tisu dari tangan Fattan dan mengelapnya bibir sendiri.


"Maaf saya ganggu kalian ya?" Tanya Ariff.


" Tidak kok Pak, lagian kita merasa tidak terganggu kok," Jawab Syiffa  berbicara dengan kaku.


"Lagian kamu mau ngapain sih kesini hah?" Tanya Fattan merasa tidak suka.


"Saya mau mengambil handphone Bos yang ketinggalan. Tadi hp saya lupa tidak dibawa." Jawab Fattan sambil memperlihatkan hpnya.


"Ck, masih muda tapi pelupa juga." Sindir Fattan.


"Yaelah Bos namanya juga manusia, pasti ada lupa dan salahnya juga." Ariff sambil menatap Fattan.


"Oh jadi kamu manusia juga tuh, kirain saya.." ucapan Fattan sengaja tidak dilanjutkan lalu menatap kaki Ariff sampai keatas kepala Ariff.


"Kenapa kamu menatap saya seperti itu hah? Terus tadi kamu bilang apa hah? Sudahlah mending saya pergi saja dari sini dari pada berdebat sama dia bikin emosi memuncak." Ariff memilih jalur aman. kemudian melangkah pergi.


"Tunggu Pak Ariff!" Teriak Syiffa.


"Iya ada apa Syiff?" Tanya Ariff lalu membalikan badannya.


"Ini Pak saya mau menawari makanan nih buat Pak Ariff, sayangkan kalau dibuang masih banyak nih. Lagian kita sudah kenyang nih Pak." Ucap Syiffa.


"Benarkah makanan itu boleh saya makan?" Tanya Ariff sambil menatap Syiffa.


"Benar Pak ariff buat apa saya bohong kalau nawarin." Ucap Syiffa.


"Baiklah Syiff... eh enggak jadi deh Syiff," ucap Ariff saat menatap Fattan.


"Loh kenapa Pak? Benaran enggak mau nih, enak loh ini makannya. Sayang dari pada di buang." Syiffa mencoba menggoda.


"Enggak ah Syiff, sama saya juga sudah kenyang kok," Ariff sambil melanjutkan langkah kakinya.


"Ya sudah kalau gitu. Saya kasih saya deh sama OB(Office Boy ). Bang Iful...?" Teriak Syiffa pada salah satu Office Boy.


"Tunggu dulu Syiff," Ucap Ariff.

__ADS_1


"Iya kenapa pak?" Tanya Syiffa.


"Dari pada buat dia, mending saya makan deh hehe." Ucap Ariff cengengesan lalu berjalan menghampiri Syiffa dan Fattan.


"Ya sudah nih makan Pak," ucap Syiffa sambil menyodorkan makanan yang masih utuh dan belum tersentuh sama sekali.


"Serius nih Syiff? Wah ini kan makanan Favorit saya juga." Ucap Ariff sambil memakan makanan tersebut.


"Ck, katanya sudah kenyang, tapi apa itu makannya begitu rakus sekali." Celetuk Fattan.


Namun Ariff pun tidak menghiraukan ucapan Fattan, dia memilih masa bodo amet.


"Gimana enak iya pak?" Tanya Syiffa.


"Heem enak syiff, " ucap Ariff tanpa merasa malu sampai menghabiskan makanannya.


"Mau tambah lagi Pak?" Ucap Syiffa.


"Tidak Syiff, sudah kenyang ah. Bay the way, terima kasih makanannya nona cantik dan tuan ganteng." Ucap Ariff sambil mengusap perutnya karena kekenyangan.


"Ck, benar benar ya ini orang kayak tidak dikasih makan saja seminggu." Gerutu Fattan menatap sinis Ariff.


Lalu Fattan pun ikut menertawakannya.


"Iss kalian ini ya benar benar jahat banget ya. Lagian moodnya lagi bagus jadi nafsu banget makannya bukannya tidak makan selama seminggu. Pasangan kekasih kurang ajar banget." Gerutu Ariff sambil menatap Sebal Fattan dan Syiffa.


Lalu Bell pun berbunyi, tanda seluruh karyawan masuk untuk beraktivitas kembali.


"Nih Syiff, kerjaan yang harus kerjakan. Maaf ya membuatmu repot dan tetap semangat bekerjanya." Ucap Fattan sambil ngusap lembut pucuk rambut Syiffa.


"Iya tidak apa apa kok Pak, terima kasih ya pak." ucap Syiffa tersenyum.


"Ya sudah saya mau ngerjakan berkas lagi," ucap Fattan sambil melangkah pergi menuju tempat kerjanya.


Lalu Syiffa pun melakukan tugas kerjaannya begitu dengan Ariff.


Empat Jam kemudian...


Bell pun berbunyi pertanda seluruh karyawan dan karyawawati bubar dan pulang bekerja. Di saat itulah hujan pun turun membasahi bumi pertiwi.

__ADS_1


"Aduh gimana nih hujan lagi, mana tidak bawa payung." Gerutu Syiffa pandangannya sambil menatap ke luar.


"Lagi apa Syiff?" Tanya Fattan tiba tiba mendekati Syiffa.


"Eh kak Fattan? Lagi liatin hujan Kak. Dari tadi awet benar hujannya." Ucap Syiffa sambil menatap Fattan.


"Enggak ada kerjaan banget ya lihatin hujan. Mending lihatin saya saja sudah cakep, hidung mancung, body profesional dan perawakan tinggi pokoknya beuh tidak akan menyesal kalau lihatin saya." Goda Fattan sambil menaikan kedua alisnya.


"Ih sok kepedean banget nih orang. So maha sempurna lagi." Ucap Syiffa sambil mengerucuti bibirnya.


"Biarin saja kepedean juga, tapi emang iya kan sesuai realita kan?" Ucap Fattan.


"Ya terserah Kakak saja deh. Yang penting bahagia!" Ucap Syiffa.


"Ya tentu saja pastinya bahagia dong. Apalagi sekarang ditemani setiap saat sama wanita cantik, seksi, bohay lagi." Goda Fattan.


"Ih enak saja ngatain saja bohay. Lagian itu fitnah saya ini langsing body nya. Main bicara bohay saja." Ucap Syiffa sambil mencubit pinggang kekasihnya.


"Ih jahat benar ini orang. Sakit tahu pinggangku nih," ucap Fattan sambil mengusap pinggangnya lalu membalas dengan mencubit pipi Syiffa dengan gemas.


"Ih ini orang malah balik mencubit lagi," gerutu Syiffa.


"Kan biar kita imbas satu sama," Jawab Fattan sambil tersenyum.


Lalu mereka saling menatap dan kemudian tertawa bersamaan.


"Hujannya masih gerimis nih Kak. Gimana dong pulangnya nih?" Tanya Syiffa.


"Kamu tidak perlu cemas gitu Syiff, kan ada payung tuh." Ucap Fattan sambil menunjuk payung tersebut.


"Cuma ada satu payungnya Kak, masa satu untuk berdua sih Kak," protes Syiffa.


"Biarin saja sayang, biar romantis. Apalagi lagi hujan beuh tambah romantis deh bareng kekasih tercinta." Gombal Fattan.


"Ih apaan sih Kak, enggak mau ah. Nanti apa kata orang yang lihat kita." Protes Syiffa.


"Biarin saja Syiff, ntar juga bakal tahu kenyataannya siapa kita sebenarnya. Sudah ayo cepat jalan bareng!" Fattan memaksa Syiffa dan membuka payungnya. Dengan terpaksa Syiffa pun menurutinya.


Seluruh para karyawan dan karyawati pun merasa terkejut dan tidak percaya saat melihat anak pemilik perusahaan sekaligus pimpinanya berjalan bersama wanita. Bagaimana tidak membuat para karyawan terkejut, Fattan memegang payungnya sendiri dan Syiffa yang mamakai Jas kerja milik Fattan. Sebenarnya itu sengaja Fattan lakukan agar semua tahu tentang dirinya dan Syiffa.

__ADS_1


__ADS_2