
"Ich seriusan lho pak. Ngapain bohong. Dia bukan nya enggak laku pak. tapi dia enggak mau pacaran karena belum siap menerima sakitnya patah hati pak." ucap Nurul.
"Oh... Jadi gitu ya Nur." ucap Angga.
"Iya pak bahkan banyak lho para cowok yang menyatakan cinta sama Syiffa tapi di tolak sama dia pak." ucap Nurul.
Kalo saya yang nembak dia gimana ya?? Bakal di tolak enggak ?ya sama Syiffa?? Apalagi banyak cowok yang ditolak jadi minder nih batin Angga.
"Ya sudah Nur. Makasih ya atas info nya. Saya permisi dulu ya mau ke temen saya dulu." ucap Angga.
"Iya silahkan pak!" jawab Nurul.
Lalu Angga pun pergi menuju teman nya.
Di tempat lain.
"Maksud pak Fattan apa ya ngajak saya kesini?" ucap Syiffa menatap tajam Fattan.
"Jangan banyak bicara ayo masuk!!" Bentak Fattan
"Saya enggak mau pak. Ini gedung kosong enggak ada siapa siapa pak?" Ucap Syiffa.
__ADS_1
"Emangnya kalo enggak ada orang kenapa?" Tanya Fattan sambil perlahan lahan melangkah mendekati Syiffa.
"Iya enggak kenapa napa sich pak. Cuma enggak baik aja berdua an disini nanti orang ketiga nya setan pak. Bahaya pak!" Ucap Syiffa sambil perlahan lahan berjalan mundur.
"Oya massa sich?
Massa bodoh." ucap Fattan yang terus melangkah mendekati Syiffa.
"Pak jangan macam macam sama saya nanti saya teriak nih pak???" ucap Syiffa.
"Coba aja kalo bisa teriak??? Enggak bakal ada yang dengar. Semua orang sedang asyik menikmati makanan nya." ucap Fattan menatap tajam Syiffa.
*Terus mau bapak apa hah?? Apa salah Syiffa sama pak Fattan tadi Syiffa kan sudah minta maaf pak?" Teriak Syiffa.
"Oke... Oke saya akui kesalahan saya pak. Waktu itu saya sering ngatain "manusia srigala" sama bapak. Tapi saya mohon minta maaf pak dan jangan macem macem sama saya pak." ucap Syiffa sambil mendorong tubuh kekar Fattan.
"Dengan minta maaf itu belum cukup!"ucap Fattan.
"Terus harus gimana dong pak?" Ucap Syiffa.
Lalu Fattan diam menatap atas sampai bawah Syiffa.
__ADS_1
"Kenapa menatap begitu pak?? Jangan macem macem ya pak. Saya masih punya harga diri pak. Enggak mungkin nyerahin keperawan saya sama bapak." ucap Syiffa sedikit ketakutan.
"CK, mesum sekali ya otak kamu. Lagian saya tidak tertarik sama kamu. Kamu bukan level cewek saya." ucap Fattan.
"Terus apa dong?" Tanya Syiffa.
"Kamu harus temanin aku ke acara pernikahan mantanku dan harus menuruti semua perintah yang aku katakan!" ucap Fattan.
"Ma-maksud bapak acara pernikahan kak laras gitu?" Tanya Syiffa dengan gugup.
"Iya. Kenapa enggak sanggup? Atau saya kasih pilihan yang kedua kamu sekarang juga di pecat dari perusahaan ini!" ucap Fattan.
"Whatt?? Di pecat?" ucap Syiffa dengan terkejut.
"Iya. Gimana ? Itu terserah kamu pilih yang mana?" Ucap Fattan.
"Kalo saya di pecat nanti nasib Ibu saya gimana dong? Lagi pula mencari kerjaan itu tidak mudah. Harus interview dan kalo beruntung diterima enakkan tapi kalo nasibnya tidak beruntung gimana dong?" batin Syiffa.
"Oke... Oke saya pilih yang kesatu pak. Saya mau pergi ke acara pernikahan kak Laras dan menuruti semua perkataan bapak." ucap Syiffa.
"Ok. Baguslah kalo begitu keputusannya. Ingatt tempati janjim!" ucap Fattan sambil pergi meninggalkan Syiffa dan terselip senyum sinis.
__ADS_1
"Ck, maen pergi aja. Kalo mau bicara yang enggak penting ngapain nyuruh saya kesini. Buat saya kesel dech. Dasaarrr cowok nyebelin!" gerutu Syiffa pada diri sendiri.
Lalu Syiffa pun pergi meninggalkan tempat gedung kosong tersebut.