Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps. 81


__ADS_3

"Eh kalian lagi pada ngapain disini sih?" Tanya Syiffa.


"Aku kesini mau ketemu sama kamu lah Syiff, masa aku kesini mau ngamen sih. kamu ini gimana sih Syiff, "oya katanya Ibu kamu sakit ya Syiff?" Tanya Nurul.


"Iya Nur Ibuku lagi sakit, untuk beberapa hari ibu harus di rawat disini dulu sampai keadaan nya benar benar sudah sembuh." Ucap Syiffa.


"Oya kalo boleh tau, emangnya Ibu nya Syiffa sakit apa sih?" Tanya Angga.


Diam sejenak, tanpa menjawab lalu menatap Nurul dan Angga bergantian.


"Eh maaf ya syiff, kalo pertanyaanku tadi Sudah mem--"


"Enggak apa apa kok kak, sebenarnya ibuku menderita penyakit kanker otak." ucap Syiffa memotong pembicaraan angga dan sambil menundukan kepala.


"Syiff.. " ucap nurul memeluk Syiffa.


" Kamu harus sabar ya Syiff, kamu harus yakin Ibu kamu pasti bisa sembuh, dan kamu harus kuat ya Syiff, menghadapi cobaan ini." Ucap Nurul mengusap lembut punggung S'yiffa.


"Iya Nurul, makasih ya Nur atas perhatiannya." ucap Syiffa mencoba menahan air mata nya untuk tidak terjatuh.


"Iya syiff, aku akan selalu ada buat kamu saat duka maupun suka, karena kamu satu satunya sahabat terbaikku." ucap Nurul.

__ADS_1


"Makasih Nur." ucap Syiffa sambil melepaskan pelukannya.


Mereka itu sahabat yang selalu kasih support, aku jadi terharu melihatnya, seorang sahabat yang selalu ada di saat duka atau pun suka, bukan sahabat yang ada karena ada maunya dan maksud tertentu batin Angga.


"Oya maaf ya kak jadi di cuekkin sama kita."*ucap Syiffa.


"Enggak apa apa kok syif, nyantai ajalah syiff." ucap Angga.


"Oya kalo boleh tau, kenapa kalian tau kalau Ibuku masuk rumah sakit?" Tanya Syiffa.


"Pak ariff yang bilang sama kita syif," kalau kamu ada di rumah sakit bersama ibu kamu, katanya ibu kamu sakit. "Emangnya benar ya pak Ariff sama pak Fattan yang nganterin kamu kesini?" Tanya Nurul.


"Iya Nur, apa yang di katakan pak Ariff emang benar!" jawab Syiffa.


Ceritanya gini kak, lalu Syiffa pun menjelaskan secara detail awal sampai akhir dibawa ke rumah sakit.


"Oh jadi gitu ya ceritanya!" ucap Angga.


"Heem kak" ucap Syiffa sambil mengganggukan kepala.


"Aku heran deh, dunia ini sempit kali ya, kok aku rasa, akhir akhir ini kamu sering ketemu sama Pak Fattan dan pak ariff ya, atau jangan jangan kamu jodoh kali sama pak Fattan." ucap Nurul.

__ADS_1


"Apaan sih Nur, ngaco deh kalau bicara, itu mah hanya kebetulan aja kali Nur." ucap Syiffa.


Tanpa mereka sadari dengan pembicaraan tersebut, membuat hati Angga merasa sakit dan merasa tak rela.


"Ya sudah yuk masuk!" ucap Syiffa mempersilahkan masuk Nurul dan angga ke ruangan Bu Nina.


Lalu ketiganya kini sedang berada di ruangan Bu Nina saling mengobrol.


"Oya ini Syiff, aku bawain buah buahan buat ibu kamu." ucap Angga.


"Makasih ya kak, padahal enggak usah repot repot kak, cukup nenggok aja, aku sudah senang kok." ucap Syiffa.


"Enggak apa apa kok Syiff." ucap Angga.


"Oya Nur, kamu enggak apa apakan jagain bentar ibuku." ucap Syiffa sambil menatap ibunya yang masih tidur.


"Enggak apa apa kok Syiff, nyantai ajalah Syiff, emangnya kamu mau kemana sih Syiff?" Tanya Nurul.


"Aku mau pulang ke rumah dulu buat bawa baju kerja besok, dan peralatan lainnya, aku juga lupa bawa hp." ucap Syiffa.


"Pantesan dari tadi pagi aku telpon ratusan kali enggak aktip mulu, ya sudah, biar ibu kamu yang aku jagain." ucap Nurul.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu." ucap Syiffa.


"Ya sudah aku anterin kamu pakai motorku, gimana?" Ucap Angga.


__ADS_2