
Satu bulan kemudian.
"Kak, sudahlah sekarang fokus saja kerja dikantor kak, masa iya sudah sebulan kak Fattan ikut juga ke kamu Syiffa sih. Lagian kakak lihat sendiri kan, sekarang tidak ada yang ganggu Syiffa lagi tuh, biasa biasa." Syiffa yang kini berada di bedroom dan sambil menatap Fattan.
"Iya itu karena ada suaminya, makannya takut gangguin kamu. Coba kalau tidak ada saya, yakin dikejar terus tuh." Fattan sambil menatap istrinya yang kini sedang duduk di sofa.
"Syiffa harus jelasin gimana lagi sih sama Kak Fattan. Lagian Syiffa enggak bohong kok, waktu 3 hari tanpa di ikuti kak Fattan tidak ada sama sekali yang gangguin Syiffa." Syiffa mencoba meyakinkan suaminya.
"Tapi sayang-" ucapan Fattan terputus saat istrinya memotong pembicraan Fattan.
"Kak please lah, Syiffa enggak nyaman sama teman teman Syiffa. Masa iya Syiffa cuma ngobrol dilihatin mulu. Kan apa kata orang punya suami posesiff banget." Gerutu Syiffa.
"Tapi demi kebaikan kamu sayang." Fattan meski kekeuh.
"Sudahlah cape ah, bicara sama Kak Fattan. Lagian sekarang mah kak Fattan enggak percayaan banget sama Syiffa." Ucap Syiffa merasa kecewa.
"Jangan sedih begitu dong, oke jika itu mau kamu. Tapi kamu inget jika ada yang ganggu kamu, lapor sama saya." Ucap Fattan.
"Nah gitu dong kak. Siap pasti Syiffa bakal laporin sama kak Fattan kok. Ucap Syiffa sambil tersenyum.
"Ck, tadi marah marah, sedih, sekarang malah tersenyum." Ucap Fattan.
"Habisnya tadi gemes banget sama suamiku yang posesiff ini." Ucap Syiffa sambil mencubit pipi suaminya yang kini duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Sayang, sakit tahu." Ucap Fattan sambil mencubit kembali pipi istrinya.
"Ih kak Fattan, Syiffa pun sama sakit ." Gerutu Syiffa sambil menatap suaminya.
"Kan biar sama sama imbas hehe." Fattan sambil cengengesan.
"Aduh kak, perutku." Ucap Syiffa sambil memegang perutnya karena sakit.
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Fattan sambil menatap istrinya yang kesakitan.
"Enggak tau kenapa nih kak perutku sakit banget. Manan pingin muntah." Ucap Syiffa sambil menahan perutnya yang sakit dan dengan segera berjalan menuju wastafle.
Hoek.. hoek.. hoek.. tiba tiba Syiffa pun muntah dan mengeluarkan sisa makanannya yang keluar dari mulut Syiffa.
"Sayang, kamu baik baik sajakan?" Tanya Fattan merasa khawatir dan cemas.
Hoek.. hoek.. hoek.. Syiffa kembali muntah lagi. Lalu membasuh mukanya saat tidak lagi merasa mual dan sudah berhenti.
"Gimana, sekarang sudah tidak mual lagi kan?" Tanya Fattan saat melihat istrinya tidak muntah lagi.
"Tidak kak," Syiffa sambil menggelengkan kepalanya.
"Syukurlah kalau begitu sayang. Ayo kita periksa ke Dokter sekarang sayang." Fattan sambil merangkul pundak istrinya.
__ADS_1
"Tidak usah kak, lagian sekarang Syiffa sudah tidak kenapa napa kok. Mungkin masuk angin kali kak." Ucap Syiffa sambil menatap suaminya.
"Serius nih, tidak apa apa nih?" Tanya Fattan.
"Iya kak, Syiffa baik baik saja kok. Kak Fattan bisa lihatkan kalau Syiffa baik baik sajakan." Ucap Syiffa.
"Baiklah kalau begitu." Fattan sambil berjalan keluar dari westafle bersama istrinya. Baru saja beberapa langkah.
Hoek.. hoek.. Syiffa pun kembali muntah, dengan segera Syiffa pun berjalan menuju wastfle.
"Sayang, ini tidak bisa dibiarin. Sekarang kita ke Dokter, kamu harus mau!" Fattan sambil menatap istrinya.
Hoek... hoek.. Syiffa kembali muntah.
"Kak Syiffa benar benar tidak kuat, lagian bukannya pijitin pundak Syiffa malah ikutan mau muntah juga, kak Fattan ini gimana sih," gerutu Syiffa.
"Maaf sayang, habisnya kak Fattan juga enggak tahu kenapa bisa sampai begitu sayang. Ya sudah ayo kita berangkat ke Dokter sekarang juga." Fattan sambil mengendong istrinya berjalan menuju mobil miliknya.
Setelah sampai di tempat mobil, dengan segera Fattan pun mendudukan istrinya didalam mobil. Setelah semuanya sudah siap, lalu dengan segera Fattan pun menjalankan mobilnya untuk menuju rumah sakit.
"Kamu yang kuat ya sayang, sekarang kita pergi ke rumah sakit untuk memeriksamu." Fattan sambil menatap istrinya.
"Iya kak." Jawab Syiffa sambil mengganggukan kepala. Lalu Syiffa pun menyadarkan kepalanya dipundak suaminya.
__ADS_1
Ketika Fattan sedang menjalankan mobil, dengan tiba tiba Syiffa pun meminta untuk memberhentikan mobilnya.
"Kak Fattan, berhenti!" Teriak Syiffa.