Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.22


__ADS_3

"Ini sayang, ini sepatu ku di ambil sama dia" lirih Laras dengan manja.


"Enak aja ya kamu kalo ngomong tuh jangan sembarangan. Jaga tuh mulut kamu lirih Nella dengan emosi.


"Emang bener kan emang kamu ngambil?" Lirih Laras tidak mau kalah.


"Aku enggak ngambil, orang itu sepatu belum ada yang hak nya tadi, jadi ya sudah sama aku bawa!" Lirih Nella dengan emosi yang memuncak.


"Sudah cukup sayang, berikan saja sepatu itu sama dia. Aku yakin dia pasti tak akan bisa bayar, lagi pula sepatu itu bukan harga nya yang murahan." lirih Fattan dengan sinis.


"Eh kamu kalo ngomong di jaga ya, kamu ngehina aku? aku bukan orang yang kamu pikirkan." lirih Nella dengan emosi.


"Maaf ya pak, dia itu orang kaya dia mampu buat beli sepatu ini bahkan barang ber brandded pun dia mampu." lirih Hasna ikut menimpali.


"Oya, masa sich?" Lirih Laras dengan senyuman sinis.


'Kamu enggak tau ya, papah nya di seorang manager diperusahaan dan mamah nya dia seorang dokter jadi dia mampu beli apa pun." lirih Hasna dengan emosi tak terima sahabatnya di ejek .


"Hah cuma manager, dan seorang dokter saja udah sombong banget." Lirih Fattan.


"Sudah berhenti! kalian dari tadi ribut mulu, kalian itu sudah pada dewasa. Bukan nya cari solusi malah baku ejek mengejek, enggak malu apa dari tadi orang orang melihat." lirih Syiffa mencoba menengahi.


"Dan kamu kalau ngomong di jaga ya, kamu pun hanya seorang asisten manager! tapi kamu keterlaluan banget kalo ngomong tidak bisa di pikir dulu!" Lirih Syiffa dengan nada tegas.

__ADS_1


"Seorang Assisten manager?" Lirih Laras dengan suara kaget


Pok.. pok.. pok.. suara tepuk tangan.


"Oh jadi dia temen kamu ya, semua nya sama aja. Sama sama tidak berguna!" lirih Fattan dengan sinis.


"Kamu!" Lirih Syiffa dengan menunjuk tangan nya ke arah nya.


"Ayo kita pergi dari sini Nell, berikan sepatu nya pada dia!" Bentak Syiffa.


"Ini aku kasih my princes and my prince sombong," lirih Nella dengan melemparkan sepatu nya ke dada Laras.


"Pasangan kekasih yang sama sama bodoh dan tidak berakhlaq," lirih Syiffa lalu pergi meninggalkan mereka.


"Sudah hentikan laras!" Bentak Fattan dengan mencekam tangan Laras yang mau mengejar Syiffa dan Cs nya.


"Aww.. sakit sayang, lepasin!" Bentak Laras.


"Jadi kamu lebih membela dia, dari pada pacar kamu sendiri hah?" Bentak Laras.


"Bu, bukan begitu sayang," lirih Fattan dengan nada lemah.


"Aku kecewa sama kamu Fattan!" Lirih Laras lalu pergi keluar dengan air mata yang menetes.

__ADS_1


"Arrrrrgghhhh, " ini semua gara gara cewek sialan itu teriak Fattan dengan emosi.


" Apa kalian lihat!!" bentak Fattan kepada karyawan dan pengunjung yang melihatnya, lalu mereka pun bubar dan kembali ke seperti biasanya.


"Tok, tok, tok.. sayang buka pintu nya!" lirih Fattan.


" Enggak mau," lirih laras.


"Sayang maafin aku, aku tidak bermaksud begitu sayang," lirih Fattan dengan lembut.


Tidak ada jawaban.


Lalu pintu mobil pun dibuka.


"Makasih sayang, maafin aku sayang aku enggak maksud bentak kamu di depan orang banyak." Lirih Fattan sambil mencium tangan kekasih nya.


Hening....


"Sayang please, maaf ya? aku berjanji aku akan buat perhitungan buat mereka bahkan kalau perlu aku akan pecat mereka dari Pt. Juhes adi jaya." lirih Fattan.


"Benarkah sayang?" Lirih Laras dengan wajah berbinar.


"Tapi..." ucapan Laras tergantung saat mengingat apa yang dikatakan Syiffa.

__ADS_1


__ADS_2