Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.127


__ADS_3

Hoammm.. Jam berapa ini? sambil melihat jam tangan sudah menunjukan pukul 06.00 wib, ternyata ini sudah pagi. Ku tatap Ibu yang masih terbaring dengan selang infusnya yang masih belum siuman juga. Oya aku lupa harus membangunkan dia? dia kan harus kerja sekarang. Lho kemana dia? Syiffa saat membalikan tubuhnya mencari sosok pria yang di maksud sudah tidak ada di sofa.


Sudahlah mungkin dia sudah pulang dini hari. Kenapa dia tidak membangunanku? Tapi masa bodoh deh yang penting sekarang dia tidak merepotkanku, eh salah deh perasaan saya yang suka merepotkan dia hihihi gerutu Syiffa sambil tertawa renyah.


"Selamat Pagi Mbak? maaf Mbak permisi saya mau periksa kondisi keadaan Ibu Anda!" Ucap sang Dokter yang tiba tiba masuk keruangannya.


"Pagi juga, iya silahkan Dok." Jawab Syiffa.


Lalu sang Dokter pun mulai memeriksa pasiennya.


"Gimana Dok keadaan Ibu saya sekarang?" Tanya Syiffa saat Drs. Pita sudah selesai memeriksanya.


"Alhamdulilah Mbak, keadaan Ibu Anda sekarang sudah stabil dan semakin membaik, hanya menunggu beliau sadar dengan sendirinya saja." Jawab Drs.Pita.

__ADS_1


"Oh gitu ya Dok, terima kasih banyak iya Dok." Ucap Syiffa.


"Iya sama sama Mbak. Oya kamu kekasihnya Pak Fattan ya?" Tanya Drs.Pita.


"Bu-bukan, siapa bilang sayang kekasihnya Pak Fattan?" Tanya Syiffa.


"Iya sayalah Mbak yang bilang. Jangan bohong deh, bilang saja kalau Mbak memang kekasihnya iya kan? Soalnya tidak mungkin deh seorang Fattan Adijaya yang terkenal dingin dan datar dapat luluh juga sabar menghadapi omelan waktu kemaren." Ucap Drs.Pita.


"Iya pastinya saya kenal dialah Mbak eh maksudnya Syiff, bahkan seluruh dokter dan suster yang bekerja disini juga sudah kenal dan tahu siapa dia, bukan cuma saya saja Syiff." Ucap Drs.Pita.


"Loh kok bisa mereka pada kenal Pak Fattan? Jangan jangan Pak Fattan terkenal disini karena playboy iya Dok? Dan banyak mantannya disini iya Dok?" ucap Syiffa dengan beberapa pertanyaan.


"Ssstt.. Kamu itu Syiff suka ngaco kalau bicara. Semua disini pada kenal Pak Fattan karena dia yang punya rumah sakit ini. Masa kekasihnya sendiri tidak tahu ini milik rumah sakitnya gimana sih" Ucap Drs.Pitta sambil menggelengakan kepala.

__ADS_1


"A-apa dia pemilik rumah sakit?" Syiffa merasa terkejut.


"Iya Syiff, ya sudah kalau begitu saya permisi Syiff, kebetulan sekarang ada jadwal operasi Syiff." Ucap Drs.pita.


"Iya silahkan Dok." Jawab Syiffa.


Kenapa saya tidak tahu kalau rumah sakit ini milik dia. Wah benar benar real sultan banget Pak Fattan itu, terus gimana dong saya jadi tidak percaya diri nih kalau misal dia jadi kekasih saya. Apa kata dunia bila saya jadi kekasih dia? Huh jadi tambah pusiiiing nih mikirinya!!" Tapi sudahlah ngapain dipikirin Syiff, gimana nanti sajalah keputusannya gerutu Syiffa pada diri sendiri.


"Nak... Nak Syiffa.."


Karena merasa mengenal dengan suaranya yang tidak asing lagi, lalu Syiffa pun menoleh ke arah sumber suara.


"Eh Ibu, sudah sadar Bu? Syukurlah kalau Ibu sudah sadar." Ucap Syiffa merasa senang hati lalu berjalan mendekati Ibunya dan memeluknya dengan erat.

__ADS_1


__ADS_2