
Dia itu cuma kakak kelas saya waktu di sekolah Pak, dia itu orang tertampan di sekolah loh, selain itu pak Rendy termasuk siswa multi talent dan pintar, bahkan banyak wanita yang ngejar ngejar dia loh pak ucap Syiffa.
"Termasuk kamu kan ??" Ucap Fattan.
Enak aja, lagi pula dia tuh yang ngejar ngejar saya gerutu Syiffa.
"Masa sih?? Emangnya apa yang menarik dari diri kamu?" Perasaan enggak ada yang istimewa ucap Fattan.
"Ck, Pak kalau bicara itu nyebelin banget sih." Mungkin bagi Pak Rendy ada yang istimewa dari diri saya, cowok mana yang tidak tertarik sama saya punya hidung mancung, kulit putih, pintar, baik hati dan bapak tau saya di nobatkan sebagai primadona di sekolah tau ucap Syiffa membanggakan diri sendiri.
Ck, "So membanggakan diri sendiri" gerutu Fattan.
Pak bu--
'Sudah cepat makan, entar ke buru dingin," lagian kita enggak punya waktu lama lagi dan harus segera balik ke perusahaan ucap Fattan.
Ck, benar benar ini punya pimpinan nyebelin banget, bikin aku kesel deh, kalau bukan demi Ibu aku ogah bekerja disini. Sudahlah sabar Syiff, anggap aja di depan ini patung hidup gerutu Syiff di dalam hati.
Lalu mereka pun menikmati makan siang tanpa ada yang berbicara satu sama lain.
"Ya sudah ayo kita berangkat menuju perusahaan" ucap Fattan yang baru saja beres makan.
"Iya baik pak." ucap Syiffa.
__ADS_1
Lalu keduanya pun berjalan menuju perusahaan Pt. Juhes adijaya.
Satu jam sudah perjalanan menuju sampai menuju perusahaan.
Akhirnya nyampai juga ujar Syiffa yang baru saja duduk.
"Ini berkasnya yang harus kamu kerjakan." ucap Fattan sambil menyerahkan berkasnya.
"Ck, baru juga nyampai sudah di kasih kerjaan menumpuk." gerutu Syiffa.
"Apa kamu bilang barusan?" Ucap Fattan menatap tajam Syiffa.
"Eh enggak kok Pak, aku enggak bilang apa apa!" ucap Syiffa.
"Iya Pak baik." ucap Syiffa.
"Baguslah kalau begitu, cepat kerjakan sekarang." ucap Fattan sambil menyeringai senyum tipis lalu pergi.
Ck, benar benar menyebalkan gerutu Syiffa lalu mengerjakan apa yang diperintahkan Atasannya.
Di tempat lain,
Pt. Rn.
__ADS_1
"Ini Pak ada surat undangan dari Pak Toni wijaya." ucap sang Asisten.
Ternyata dia sudah besar dan tumbuh menjadi wanita cantik ucap Rendy.
Eh tapi tunggu, dia kan akan menikah tapi kenapa tadi Pak Fattan tidak bilang apa apa ya ucap Rendy sambil membuka kartu undangannya.
"Oh my good," ternyata dia bukan menikah dengan Fattan, Lalu siapa lelaki ini?? aku tidak mengenalinya ucap Rendy.
"Aku juga enggak tau Pak" Ucap Tomi.
"Hey lagian siapa yang bertanya sama Kamu?" Ucap Rendy.
Hehehe,, barang kali aja Pak Rendy mau bertanya sama Saya, nanti tau alasannya jawaban saya ucap Tomi.
"Ck, kepede'an sekali kamu!" ucap Rendy.
"Iya itu harus dong Pak!" ucap Tomi.
"Sudahlah ini ada pekerjaan yang harus kamu kerjakan." ucap Rendy sambil memberikan berkas tersebut.
"Iya baik Pak." ucap Tomi lalu mengerjakan apa yang diperintahkan Tuannya.
Sudah lama kita tidak berjumpa Syiff, kau tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan sikapmu yang tidak pernah berubah membuatku semakin tertarik sama kamu, aku enggak bakal menyerah untuk mendapatkan kamu, mungkin dulu aku hanya masih seorang siswa tidak punya apa apa, tapi sekarang aku punya segalanya aku yakin pasti kamu tertarik gerutu Rendy sambil tersenyum.
__ADS_1