Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.154


__ADS_3

Kini acara pertunangan Syiffa dan Fattan pun sudah berakhir. Para tamu undangan pun dikit demi sedikit telah meninggalkan hotel tersebut. Hotel Intra yang kini menjadi saksi bagi manusia yang kini sedang merasakan kebahagiaan  yang sangat mendalam, dimana mereka kini sudah terikat satu sama lain dengan pertunangan yang kini mereka jalani.


"Selamat ya sayang, akhirnya kamu sudah resmi menjadi calon Istrinya Fattan," ucap Bu Angel sambil memeluk Syiffa.


"Iya Bu," ucap Syiffa sambil tersenyum.


"Apakah kamu bahagia sayang? Dan kamu siap untuk menjadi Istrinya Fattan nanti?" Tanya Bu Angel sambil menguraikan pelukannya. Lalu mengusap rambut panjang milik Syiffa.


"Tentu saja kita sangat bahagia iya kan sayang? Dan pastinya dia sudah siap menjadi Istri Adijaya," Fattan sambil tersenyum lalu merangkul pundak Syiffa.


"Lagian Ibu bilang sama Syiffa. Ngapain malah kamu yang jawab hah?" Ucap Bu Angel sambil menatap anaknya.


"Ya sama sajalah Bu, mau Syiffa mau Fattan yang jawab juga. Pasti jawab begitu. Iya kan sayang?" Tanya Fattan sambil menatap Syiffa.


"I-iya Bu," Jawab Syiffa dengan nada kaku lalu tersenyum pada calon Ibu mertuanya.


Lalu Bu Angel menatap Fattan sebentar. Dia merasakan ada sesuatu yang janggal tentang pembatalan pertunangannya dengan Nella. Dia juga merasa curiga dengan Fattan dan Syiffa karena mereka begitu sangat akrab juga bahagia satu sama lainnya tanpa ada kekecewaan diantara mereka karena pertunangan mereka yang mendadak begitu saja.


"Ibu kenapa menatap Fattan seperti itu?" Tanya Fattan saat Ibunya menatap dengan tatapan yang susah di artikan.


"Coba kamu katakan, sebenarnya apa yang terjadi hah?"


"Maksud Ibu apa ya? Fattan sungguh tidak mengerti." Ucap Fattan sambil mengerutkan keningnya.


"Kamu jangan pura pura bego ya Fattan! Kamu pikir Ibu ini bodoh hah?" Ucap Bu Angel sambil menatap tajam anaknya.


"Sungguh Fattan tidak mengerti Bu?" Ucap Fattan menatap Ibunya.


"Cukup Fattan, kamu jangan berpura pura tidak tahu! Sekarang katakan apa maksudnya semuanya ini hah? Kamu pasti sudah merencakan membatalkan pertunanganmu dengan Nella kan!" Bentak Bu Angel.


Lalu Fattan pun hanya diam saja tanpa menjawab perkataan Ibunya. Kini keadaan suasana pun menjadi mencekam saat pertengkaran Ibu dan anak itu terjadi.


"Kak gimana nih? Syiffa takut nih. Lagian ini gara gara rencana Kakak dan Nella sih jadi gini kan." Bisik Syiffa dengan perasaan takut dan bersalah karena ikut dalam rencana tersebut.


"Sudah sayang, tenang saja tidak usah takut. Kan ada Kakak disini." Ucap Fattan sambil tersenyum dan mencoba menenangkan Syiffa.


"Tapi Kak.."


"Ssstt.. sudah sayang, diam." Ucap Fattan memotong pembicaraan Syiffa.

__ADS_1


"Fattan! Kenapa kamu diam saja hah? Ayo jawab pertanyaan Ibu!" Ucap Bu Angel benar benar marah dan menatap tajam Fattan.


"Apa yang dikatakan Ibu memang benar. Ini semua rencana Fattan dan juga Nella. Sudah puaskan Bu!" Fattan menatap sinis Ibunya.


"Kamu itu benar benar ya, kurang ajar! Maksud kamu apa hah membatalkan pertunangan kamu dengan Nella? Kamu ingin mempermalukan Ibu ya hah?" Bu Angel benar benar geram.


"Ada apaan sih nih Bu, rame banget?" Tanya Ayah Anwar datang tiba tiba.


"Tanyakan saja pada anakmu sendiri Yah!" Ucap Bu Angel.


"Fattan apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Ayah Anwar sambil menatap anaknya.


"Fattan mau tanya sama Ayah? Salah tidak jika Fattan merencanakan untuk membatalkan tunangan bersama Nella demi orang yang Fattan sangat cintai dan sayangi? Lagian percuma saja Fattan harus bertunangan dengan Nella tapi tidak memiliki perasaan apa apa. Dan asal kalian tahu Nella juga sama memiliki kekasih yang dia cintai makanya kita merencanakan untuk sama sama membatalkan pertunangan kita. Lagian kita korban dari keegoisan orang tua, tanpa mengerti perasaan anaknya sendiri!" ucap Fattan penuh penekanan menatap Ayahnya dan Ibunya.


"Apakah yang kamu maksud dia orangnya? Orang yang sangat kamu cintai dan sayangi itu?" Tanya Bu Angel sambil  menatap Syiffa.


"Iya emang dia orangnya. Dia adalah orang yang sangat Fattan cintai dan sayangi." Ucap Fattan sambil memegang kuat tangan Syiffa.


"Sudahlah Bu. Lagian apa yang dikatakan Fattan itu benar. Ibaratnya kita makan sayur tanpa garam pasti kurang nikmatkan Bu? Begitulah Bu, bila kita menjodohkan anak kita dengan orang yang tidak dicintai dan disayangi Fattan akan seperti apa nanti hidup dia? Lagian Fattan sudah bahagia tuh bersama wanita yang kini jadi tunangannya." Ucap Ayah Anwar sambil tersenyum kepada Syiffa dan Fattan.


"Terima kasih Ayah telah mendukung hubungan kami. Dan jika memang Ibu tidak merestui hubungan kita, ya tidak apa apa. Fattan akan tetap bersama Syiffa, dan akan secepatnya segera menikah! Ayo Sayang, kita pergi dari sini." Ucap Fattan sambil menarik tangan Syiffa untuk pergi dari hotel Intra tersebut.


Lalu Fattan dan Syiffa pun menghentikan langkah mereka. Kemudian berbalik badan dan menatap Ibunya.


"Ada apa lagi Bu hah? Sudah Bu, Fattan cape dan malu harus berdebat dengan Ibu sendiri." Ucap Fattan sambil menatap Ibunya.


Lalu Bu Angel pun hanya diam saja, tanpa berbicara apapun. Kemudian berjalan menghampiri Syiffa dan Fattan.


"Maafkan Ibu ya Nak, Ibu sudah egois, sudah memaksa kamu untuk bertunangan dengan Nella tanpa memikirkan perasaan kamu." Ucap Bu Angel  sambil memeluk Fattan lalu menguraikan pelukannya.


"Terus apakah Ibu sudah merestui hubungan Fattan dengan Syiffa?" Tanya Fattan sambil menatap Ibunya.


"Tentu saja Nak, Ibu merestui hubungan kalian. Selama kamu bahagia dengan pilihanmu maka Ibu pun akan ikut bahagia." Ucap Bu Angel sambil menatap Fattan kemudian menatap Syiffa.


"Terima kasih Bu, sudah merestui hubungan kita. Sayang kita resmi jadi calon sepasang Suami- Istri," ucap Fattan sambil menatap Syiffa kemudian menci*m tangan milik Syiffa.


Lalu Syiffa pun hanya tersenyum melihat tingkah Fattan yang begitu bahagia.


"Oya Nak, maafin Ibu ya? Tadi ada perkataan Ibu yang membuat hati kamu terluka," ucap Bu Angel sambil memeluk Syiffa.

__ADS_1


"Iya tidak apa apa kok Bu," ucap Syiffa menguraikan pelukannya lalu tersenyum pada Ibu Angel.


"Terima kasih ya sayang," ucap Bu Angel lalu mengusap lembut rambut Syiffa.


"Oya Bu, Ayah, dan Bu Nina. Fattan harap pernikahan kita harus segera secepatnya dilaksanakan. Jangan lama lama ya," ucap Fattan sambil menaikan dua alisnya.


"Kamu itu ya Tan enggak sabaran banget jadi orang. Pingin secepatnya nikah," omel Bu Angel.


"Iya dong Bu, lagian Fattan tidak sabar nih pingin segera memangsa anak orang," ucap Fattan sambil menatap Syiffa.


"Ih apaan sih Kak, mesum banget ya jadi orang." Ucap Syiffa sambil mencubit pinggang calon suaminya.


"Ih sayang, sakit tahu. Main cubit segala." Ucap Fattan sambil mengusap pinggangya yang sakit, lalu mencubit gemas pipih Syiffa.


"Ih Kakak...." Teriak Syiffa sambil cemberut.


Lalu orang orang yang melihat tingkah Fattan dan Syiffa pun tertawa dan menggelengkan kepala.


"Ya sudah yuk kita pergi dari sini," ucap Fattan sambil menatap Syiffa.


"Pergi kemana Kak?" Tanya Syiffa.


"Ada deh rahasia dan suprise pastinya, nanti juga kamu bakal senang dan suka," ucap Fattan.


"Ih main rahasia-rahasian segala. Ogah ah cepat katakan mau kemana?" Tanya Syiffa.


"Yaelah Sayang, kalau Kakak kasih tahu dari sekarang bukan suprise dong," ucap Fattan.


"Iya juga ya Kak hehe," ucap Syiffa cengengesan.


"Ya sudah yuk sayang, kita pergi dari sini," ucap Fattan sambil menarik tangan Syiffa. Lalu dengan terpaksa Syiffa pun mengikuti kemana Fattan pergi.


"Loh kalian mau kemana?" Teriak Bu Angel.


"Kita mau kencan dulu dan bersenang senang Bu," jawab Fattan lalu pergi meninggalkan hotel intra.


Kemudian Bu Angel pun hanya tersenyum dan mengelengkan kepala.


Kini Fattan dan Syiffa pun berjalan menuju suatu tempat yang sudah direncanakan Fattan tanpa Syiffa mengetahui dimana tempat yang di maksud calon suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2