
Mobil yang dikendarai Syiffa dan Fattan pun Kini sudah sampai dipasar malam.
"Ayo Sayang, kita keluar." Ajak Fattan.
"Baiklah Kak." Jawab Syiffa sambil keluar dari mobil tersebut.
Wah ramai dan banyak sekali orang yang berkunjung kesini, wah ada rumah hantu kayaknya seru tuh kalau masuk kedalam gerutu Syiffa pada diri sendiri yang kini sedang melihat lihat keadaan pasar malam.
"Ya sudah, ayo kita kesana." Ajak Fattan menuju pertunjukan antraksi sulap.
Lalu mereka pun duduk sambil menonton antraksi sulap sambil tertawa tawa karena ada yang lucu. Setelah antraksi sulap selesai lalu mereka pun berjalan tempat lain.
"Sekarang kita mau kemana?" Tanya Fattan.
"Kita kesana ke tempat permainan, saya pingin naik kora kora tuh." Ucap Syiffa sambil berjalan menuju tempat tersebut.
"Yang benar saja, kamu mau naik itu hah? Mending yang lain saja deh naiknya." Protes Fattan.
"Enggak mau tetap pingin naik itu, sudahlah lama nih tidak merasakan naik kora kora lagi. Kenapa Kakak takut ya hah? Sangat payah sekali seorang laki laki takut pada permainan gitu." Ucap Syiffa sambil menatap Fattan.
"Kata siapa saya takut hah? Ya sudah ayo kita naik." Ucap Fattan.
"Ayo siapa takut." Jawab Syiffa.
Lalu Fattan dan Syiffa pun berjalan menuju pemainan kora kora. Kini mereka sedang berada diatas
wahana permainan kora kora. Fattan kini merasa cemas dengan berkeringatan saat melihat kebawah. Sebenarnya Fattan takut bila naik permainan seperti ini. Tapi gimana lagi Istrinya mengatakan Payah dan penakut jadi terpaksa pura pura berbohong kalau dirinya berani.
Setelah banyak orang yang memasuki wahana kora kora, dengan segera sang pemiliknya pun memutarkan kora kora tersebut sehingga membuat orang orang yang ada disana saling berteriak dan perpegangan tangan karena ada rasa tegang, takut dan khawatir bahkan ada yang sampai menangis.
Setelah permainan wahana kora kora, semua orang pun dengan segera kelaur dari tempat tersebut.
"Aduh pusing sekali kepalaku nih Sayang," ucap Fattan sambil berjalan bersempoyongan.
"Kakak tidak apa apakan?" Tanya Syiffa sambil membantu menahan tubuh suaminya.
"Kamu tidak lihat ya, saya pusing nih akibat naik wahana tersebut." Gerutu Fattan.
"Siapa suruh Kakak harus ikut kesana hah? Kalau emang Kakak takut dan tidak sanggup jangan terlalu memaksakan." Ucap Syiffa sambil membantu suaminya duduk diatas kursi papan yang ada disana.
"Habisnya kamu tadi bicara seolah olah saya ini lelaki yang penakut dan payah." Gerutu Fattan sambil mengusap kepalanya yang pusing.
"Tapi emang benarkan kenyataanya emang begitu hehehe.. Maafin Kakak, Syiffa cuma bercanda kok." Ucap Syiffa cengengesan.
"Enggak lucu tau ah bercandanya." Gerutu Fattan sambil menatap Istrinya.
"Biar tambah segar dan tidak pusing, gimana kalau kita ngebakso yuk Kak?" ucap Syiffa sambil menatap Suaminya.
"Boleh tuh Sayang, apalagi kalau ditambah dengan pedas yang luar biasa beuh seger banget nih." Ucap Fattan.
"Ya sudah yuk Kak, kita kesana." Ajak Syiffa.
Lalu Syiffa dan Fattan berjalan menuju kuliner yang ada disana.
"Bang pesan baksonya dua mangkuk ya Bang," ucap Syiffa yang kini sudah berada ditempat bakso.
"Iya Neng, bentar ya neng." Ucang Abang Jali tukang baso.
"Iya Bang." Jawab Syiffa.
"Ya sudah, kita duduk disana yuk." Ajak Fattan.
Lalu Syiffa dan Fattan pun berjalan menuju tempat meja makannya.
"Ini Neng, baksonya sudah siap." Ucap Bang Jali sambil menyodorkan baksonya dan menyimpannya diatas meja.
"Terima kasih Bang," ucap Syiffa sambil tersenyum.
__ADS_1
"Iya Neng," jawab Bang Jali sambil berlalu pergi.
Lalu Syiffa dan Fattan pun menikmati makan baksonya dengan kuah yang pedas sampai keduanya berkeringatan.
"Gimana Kak, segarkan tidak pusing lagi?" Tanya Syiffa.
"Iya lumayanlah tidak pusing pusing banget," ucap Fattan sambil menguyah baksonya, lalu mengambil tisu buat mengelap keringatnya yang membasahi wajahnya.
"Oya Kak, sudah ini mau kemana lagi nih?" Tanya Syiffa kepada Istrinya.
"Kemana saja lah, asal jangan naik wahana yang tinggi ah, kapok." Ucap Fattan.
"Baiklah kalau begitu Kak, nanti kita masuk ke rumah hantu yuk Kak." Ucap Syiffa.
"Emangnya kamu berani? Tanya Fattan.
"Ya tentu sajalah, Syiffa tidak berani hehe. Tapi kalau ada Kakak kan tidak takut, ada yang melindungi hehe." Ucap Syiffa cengengesan.
"Dasar kamu ini ya. Ya sudah bentar Kakak mau bayar dulu nih." Ucap Fattan sambil menuju ke pemilik baksonya.
"Ini Bang, tadi bakso dua, di tambah kerupuk sama tadi jusnya, dan untuk pengembaliannya ambil sajalah Bang." Ucap Fattan sambil berlalu.
"Terima kasih Den. Alhmadulilah rezeki." Ucap Bang Jali yang kini sedang melayani pembeli lain.
Lalu Syiffa dan Fattan pun pergi dari tempat tersebut dan berjalan menuju rumah hantu. Sebelum masuk Fattan pun membeli karcis terlebih dahulu.
"Sudah siapkan?" Tanya Fattan terhadap Istrinya yang kini berada di sampingnya.
"Tentu sajalah siap Kak," ucap Syiffa.
"Ya sudah, ayo masuk." Ajak Fattan.
"Kakak duluan lah yang masuk, masa Syiffa ih yang duluan, kan Syiffa takut hehe," ucap Syiffa.
"Terus ngapain ngajak kesini kalau takut hah?" Ucap Fattan menatap tajam Syiffa.
"Iya ya deh, jangan dorong gitu dong." Kesal Fattan terhadap Syiffa.
"Maaf hehe," ucap Syiffa.
Lalu keduanya pun berjalan masuk ke dalam rumah hantu.
"Kak, adakah melihat sesuatu?" Bisik Syiffa merasa tidak hati.
"Tidak kok, emangnya kenapa?" Tanya Fattan yang kini terus berjalan ke dalam rumah hantu tersebut.
"Syiffa merasa tidak enak hati saja Kak, merasa ada orang yang mengikuti Syiffa." Ucap Syiffa berjalan mengikuti langkah Suaminya sambil memegang lengan tangan Suaminya.
"Iyakah begitu?" Tanya Fattan.
"Heem." Jawab Syiffa.
Lalu datanglah tiba tiba perempuan dengan pakaian dres berlengan panjang dan panjangnya sebawah tanah penuh dengan darah dan dibelakangnya punggungnya bolong, dan bermunculan lah seperti pocong, tuyul menghampiri mereka. Walaupun cuma bohongan tapi tetap saja menakutkan.
Arggghh.... teriak Syiffa dan Fattan bersamaan.
"Ayo Sayang, kita lari kesana." Ucap Fattan saat para ghost menghampiri mereka.
"Iya Kak, ayo." Jawab Syiffa.
Lalu Fattan dan Syiffa malah masuk kedalam yang ruangannya gelap.
"Kak dimana Kak?" Tanya Syiffa saat tadi masuk kedalam, mereka terpisah karena ada orang tadi menubruknya.
"Ini Sayang, Saya disini. Coba kamu ulurkan tanganmu. Nanti Kakak akan memegang tanganmu." Ucap Fattan. Dengan segera Syiffa pun menuruti perkataan Syiffa.
"Kak ini seriuskan Kakak yang memegang tangan Syiffa?" Tanya Syiffa.
__ADS_1
"Iya sih kayaknya. Tapi enggak tahu deh, tapi kayaknya benar deh. Ya sudah kita cari jalan keluar tuh ada cahaya disana." Ucap Fattan yang kini berada di kegelapan tanpa ada cahaya lampu.
"Ya sudah yuk Kak, kita lari bareng dimulai dari satu sampai tiga." Ucap Syiffa.
Setelah hitungan sampai tiga, Fattan dan Syiffa pun berjalan menuju tempat yang ada cahaya lampu.
"Akhirnya Sayang, kita selamat dari hantu hantu gila itu." Ucap Fattan saat sudah berada ditempat cahaya lampu dengan mendongkrakkan kepalanya kebawah karen cape harus berlari.
"Iya benar Kak. Walaupun cuma bohongan tapi menakutkan sekali." Gerutu Syiffa.
Lalu mereka pun bertatap mata satu sama lain.
"Eh apa ini yang terjadi hah?" Tanya Fattan saat melihat Syiffa memegang tangan seseorang bukannya dirinya.
"Saya juga enggak tahu Kak, kenapa bisa seperti ini." Ucap Syiffa merasa bingung juga.
"Kamu pasti ngikutin kita dari belakang kah?" Tanya Fattan sambil menginbaskan tangan seseorang itu dari tangan Syiffa.
"Jangan asal nuduh ya. Lagian siapa yang ngikutin kalian hah? Dan Saya juga enggak tahu kalau disini ada kalian." Ucap Rendy menatap Fattan.
"Alaah jangan bohong deh, enggak mungkin kalau kamu enggak ngikutin kita bisa sampai kebetulan begini, dan kenapa bisa coba Istriku ini memegang tangan kotormu itu," gerutu Fattan sambil menatap sinis Rendy.
"Ck, ini orang enggak pernah berubah dari dulu. Saya juga enggak tahu kenapa bisa Istrimu ini memegang tanganku. Tiba tiba saja tanganku ada yang menarik hingga keluar." Ucap Rendy.
"Terus Saya harus percaya gitu sama omong kosongmu itu ya hah?" Ucap Fattan sambil menatap sinis Rendy.
"Terserah kamu saja deh, mau percaya atau tidak pun Saya tidak peduli!" Ucap Rendy menatap tajam Fattan.
"Aduh, kalian ini kenapa sih kenapa malah jadi berantem. Malu tahu, orang pada lihat tuh." Ucap Syiffa sambil menatap Fattan dan Rendy bergiliran.
"Asal kamu tahu ya Syiffa, lagian Saya kesini tidak sendiri kok, saya kesini bersama kekasihku." Ucap Rendy.
"Kekasih? Terus mana kekasih yang kamu maksud hah? Oya saya tahu, pasti ini kan orangnya?" Tanya Fattan sambil menatap wanita yang berpostur tubuh agak gendut yang tadi Fattan salah narik.
Lalu wanita yang dimaksud pun hanya menundukan kepala karena malu, bukan karena gendut tapi merasa tidak percaya ada pria yang menyukainya.
"Iss sembarangan saja kalau bilang hah? Lagian Maaf dia bukan selera Saya." Ucap Rendy sambil menatap Wanita tersebut kemudian menatap Fattan.
"Kalian jahat banget ya hiks.. hiks.. " ucap Wanita tersebut sambil berlalu pergi dari tempat tersebut.
"Itu Cewek kenapa ya, heran banget deh. Dia bilang kita jahat." Gerutu Syiffa sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Sayang... " teriak seorang wanita sambil menghampiri Rendy.
"Iya kenapa kamu Sayang?" Ucap Rendy sambil menatap kekasihnya.
"Kamu bilang kenapa hah? Kamu jahat banget, kenapa kamu ninggalin aku disana hah?" Ucap Lita merasa kesal.
"Maaf sayang, tadi tiba tiba tangan Saya ada yang menarik keluar dan Saya kira itu kamu yang menarik tanganku keluar." Ucap Rendy sambil menatap kekasihnya.
"Enggak itu bukan aku Sayang, kamu itu gimana sih. Terus yang kamu maksud apakah wanita ini yang menarik tanganmu itu?" Tanya Lita dengan menatap Syiffa.
"Maaf ya, saya tadi tidak sengaja menarik tangan dia, Saya kira dia suamiku hehe." Ucap Syiffa cengengesan.
"Jangan bohong deh, aku enggak percaya kamu sengaja menarik tangan kekasihku ini." Ucap Lita menatap sinis Syiffa.
"Lagian apa yang dikatakan Istriku ini benar, jadi jangan pernah nuduh sembarangan Istriku. Lagian Kekasihmu saja yang gatal." Ucap Fattan sambil menatap sinis Rendy.
"Sudahlah Kak, kita pergi dari sini." Ajak Syiffa sambil menatap suaminya. Syiffa sengaja mengajak Suaminya pulang, karena tidak mau sampai ada keributan yang semakin memanas.
"Ya sudah yuks Sayang, daripada lama lama disini makin muak melihat mereka." Ucap Fattan sambil berjalan duluan.
"Maaf ya Kak, atas sikap Suamiku tadi. Ya sudah saya permisi mau pulang dulu." Ucap Syiffa sambil tersenyum dan berlalu pergi. Kemudian menyusul Fattan yang sudah berjalan duluan.
"Ayo masuk ke dalam mobil, sekarang kita pulang." Ucap Fattan sambil membukakan pintunya.
"Baiklah Kak." Jawab Syiffa. Kemudian masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Lalu Fattan dan Syiffa pun masuk ke dalam mobil. Kemudian Fattan pun dengan segera menjalankan mobilnya pergi meninggalkan pasar malam tersebut dan berjalan menuju kediaman rumah mereka.