
"Mbak ini baju nya coba pakai?" Ucap sang Pegawai Butik.
"Enggak salah nih aku disuruh pakai baju ini, lagian aku ogah banget pakai baju kurang bahan begitu mana pendek begitu," aku enggak mau yang ini!! Ucap Syiffa.
"Maaf mbak ini bukan kurang bahan, tapi emang modelnya kayak begini mbak." ucap Ati sang pegawai.
"Iya tapi aku enggak mau, cari lagi yang lain." Oya mbak pelayan tolong jangan panggil aku Mbak!! Panggil aku Syiffa. Emangnya aku Mbak kamu apa gerutu Syiffa.
"Iya Mbak eh Syiffa maksudnya," nanti aku cari lagi baju yang sesuai selera Syiffa ucap Ati.
"Baguslah kalau begitu cepetan cari!" ucap Syiffa.
Lalu pelayan pun mencari dress yang sesuai Syiffa inginkan.
"Ini Syiff.. " ucap Ati.
" Makasih Mbak, nah ini bagus bajunya, tidak terlalu pendek hanya sebawah lutut." gerutu Syiffa lalu memakaikan bajunya.
"Gimana baguskan?" Tanya Syiffa.
Iya bagus Syiffa, tapi lebih bagus lagi dan bakal tambah "Wow.. " kalau Syiffa di make up ucap Ati.
"Tapi ini sudah di make up kok wajahku," ini tuh lihatkan ucap Syiffa sambil menunjukan wajahnya.
"Cuma menambahkan aja Mbak sedikit lagi kok, enggak bakal tebal tebal banget," lagian Syiffa sudah cantik ucap Ati.
"Mmm,,, baiklah kalau begitu." ucap Syiffa menuruti ucapan Ati.
__ADS_1
"Beres nih Syiffa, coba kamu lihat cermin?" ucap Ati yang sudah selesai menandani Syiffa.
Ternyata benar juga, aku kelihatan berbeda lumayanlah tidak mempermalukan seorang Pimpinan batin Syiffa.
"Terima kasih iya Mbak." ucap Syiffa.
"Iya sama sama" jawab Ati.
Lalu Syiffa pun berjalan keluar dari ruang ganti dan menuju seseorang.
"Iya sudah yuk Pak berangkat." ucap Syiffa.
Ya sudah kalau mem- ucapan Fattan terpotong saat menatap Syiffa.
Ternyata dia cantik banget kalau sudah begini jauh dari pada si Laras Batin Fattan.
"Eh enggak kok, sudah ayo kita berangkat sudah enggak ada waktu lagi!" ucap Fattan.
"Tapi Pak baju yang aku Pakai belum dibayar?" Ucap Syiffa.
"Sudah jangan dipikirin nanti saya bayar."
Ucap Fattan.
Mentang mentang anak horang kaya, mau beli pun seenaknya gerutu Syiffa.
"Apa kamu bilang barusan?" Tanya Fattan.
__ADS_1
Eh enggak kok, saya enggak berkata apa apa kok Pak ucap Syiffa berbohong.
"Ck, emangnya Saya enggak dengar apa?" ucap Fattan sambil masuk ke dalam mobil sambil tersenyum tipis.
Lalu keduanya Pun masuk ke dalam mobil dan menuju ke tempat mereka yang di tuju.
"Eh iya Pak kalau boleh tau Pak Fattan sama Pak Ariff bersaudara iya?" Tanya Syiffa memulai pembicaraan.
"Emangnya kenapa?" Tanya Fattan.
"Enggak apa apa sih Pak, soalnya Pak Ariff sama Pak Fattan akrab banget," kemana mana selalu ada ucap Syiffa.
"Dia bukan saudara saya, tapi saya sudah menganggap dia sebagai Kakakku," dia juga yang sudah berjasa dalam perusahaan Ayahku ucap Fattan.
"Oh gitu iya Pak." ucap Syiffa.
"Oya kamu bisa enggak jangan panggil aku Bapak." Lagian aku bukan Bapakmu dan apa kata orang bilang nanti masuk kesana kamu bilang begitu ucap Fattan.
"Yaelah Pak, aku panggil Bapak lagian saya menghormati bapak sebagai Atasan saya, emang salah iya?" Tanya Syiffa.
"I- iya enggak salah sih, tapi ini bukan di tempat kerja jadi jangan Panggil Formal." ucap Fattan.
Terus panggil apa dong? Kakak? Mas? Atau-
Panggil "sayang." ucap Fattan.
"Whatt?? Yang benar aja Pak,"apa apaan sih Pak harus bilang begitu gerutu Syiffa
__ADS_1