
"Syiffa kami turut berduka cita yang sedalam dalam nya. Semoga bapakmu diterima amal ibadanya, di tempatkan di tempat yang terbaik di sisi-Nya. Dan kamu harus sabar, kuat, ikhlas menerima semuanya." ucap seseorang.
"Eh pak Ariff? Pak Fattan? Makasih ya pak atas doanya. Dan terima kasih juga tadi sudah nganterin Syiffa nyampai rumah. Apa jadinya kalo enggak ada kalian. Maaf Syiffa sudah ngerepotin Pak Ariff sama Pak Fattan."
"Ya sama sama Syiff. Enggak kok Syiff." ucap Ariff.
"Ya sudah yuk cabut sudah larut malam nih." ucap Fattan sambil melihat arloji jam tangan nya.
Ya sudah syiff kami permisi mau pulang ya syiff. "assalamualaikum.." ucap Ariff.
"walaikumsalam." jawab Syiffa.
Lalu keduanya pun pergi meninggalkan rumah Syiffa.
"Itu manusia atau bukan sih? Bener bener nyebelin banget sih. Sudah tau ada yang sedang berduka cita, bicara kek atau apa gitu? ini orang datar banget dan cuek banget. Bener bener tidak ada rasa empati dan simpati ya." ucap Syiffa bicara pada diri sendiri.
_
__ADS_1
Pagi harinya jenazah bapak rozak akan di kuburkan setelah semalaman semua dari keluarga bapak rozak berdatangan melayat jenazah terutama adik adik dari bapak rozak.
Setelah selesai di mandikan, sholatkan dan di kain kafan kan saatnya mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan yaitu liang lahat dan semua nya sudah selesai. Kini hanya ada Syiffa, Ibu Nina dan ketiga sahabatnya.
"Maaf kan syiffa ya pak." Semasa hidup bapak, syiffa belum bisa membahagiakan bapak. Belum bisa membalas semua jasa bapak dan "maaf kan Syiffa pak, yang selalu merepotkan bapak." ucap Syiffa sambil menangis menatap tempat makam Bapak rozak.
"Sudahlah jangan terus berlarut sedih syiff, harus sabar dan kuat Syiffa, ikhlaskan kepergian bapakmu syiffa agar dia bisa tenang di alam sana Syiff." ucap Nella sambil mengusap lembut punggung syiffa.
"Ya syiff, ingat kamu tidak sendiri masih ada Ibu kamu syiff. kamu harus membahagiakan dan menjaga Ibumu dengan baik." ucap Hasna ikut menimpali.
"Ya makasih semuanya." ucap Syiffa memeluk Hasna dan Nella.
Lalu mereka pun tertawa melihat kelakuan Nurul.
"Ya sudah yuk Nak kita pulang!" ajak Ibu Nina.
Ya ibu. "Maafin syiffa ya Bu bila selama ini Syiffa selalu merepotkan Ibu, dan maafkan Syiffa belum bisa membahagiakan Ibu, tapi Syiffa janji akan sebisa mungkin membuat Ibu bahagia." ucap Syiffa memeluk Ibu Nina.
__ADS_1
Lalu Ibu Nina pun membalas pelukan syiffa. "makasih iya Nak." ucap Ibu Nina.
Lalu Ibu Nina, Syiffa dan ketiga sahabatnya pergi berjalan menuju rumah Syiffa.
-
Ditempat lain.
"Ayah sangat bangga padamu Nak, kau dapat menyelesaikan masalah perusahaan secara diam diam tanpa sepengetahuan Ayah." ucap Ayah Anwar yang secara tiba tiba datang.
"A-ayah? Kenapa enggak bilang sama Fattan kalau Ayah hari ini pulang Yah." ucap Fattan.
"Emang nya penting ya buat kamu? Jadi Ayah harus bilang dulu kalau mau pulang?" Ucap Ayah Anwar.
"Iya penting lah Ayah, jadi kan Fattan bisa menjemput Ayah ke bandara. Oya kenapa ayah tau tentang masalah itu?" Tanya Fattan.
Pasti ini ulah si Ariff kan cuma dia yang tau masalah ini batin Fattan.
__ADS_1
"Apa yang kamu pikirkan benar. Emang Ariff yang memberitahukan semua nya." ucap Ayah Anwar.
"Whatt? Kenapa dia tahu apa yang ada dalam pikiran saya." batin Fattan.