
Panti Asuhan Bunda
Setelah sampai dipanti asuhan, lalu mereka pun dengan segera keluar dari mobil.
"Ayo sayang, kita keluar." Ajak Fattan.
"Baik kak." Jawab Syiffa sambil keluar dari mobilnya. Lalu disusul dengan Nurul dan Ariff.
"Loh Nella sama Hasna mana kok belum sampai mereka kesininya?" Tanya Syiffa saat melihat mobil yang ditumpangi Nella dan Hasna belum datang.
"Mungkin masih dijalan mobilnya mogok kali sayang. Sudahlah sayang, ayo masuk ke dalam saja." Ucap Fattan sambil merangkul pundak Syiffa.
"Tapi kak, kita tidak bisa masuk begitu saja ke dalam. Nanti kita bareng masuknya bersama Nella dan Hasna juga." Syiffa sambil menatap suaminya.
"Sudahlah sayang, kan nanti mereka juga bisa menyusul masuk ke dalam. Lagian ngapain sih, harus menunggu mereka. Menyebalkan sekali." Gerutu Fattan.
"Kak Fattan barusan bilang apa hah? Justru kak Fattan yang sangat menyebalkan." Syiffa sambil menatap suaminya.
"Benar ya sayang, kalau bicara dengan Ibumu harus sabar. Apalagi sekarang suka jadi serba salah dan selalu disalahin." Fattan sambil mengusap perut istrinya yang kini sudah kelihatan membuncit dan seolah olah sedang berbincang dengan baby tersebut.
"Iss lebay sekali dirimu itu." Gerutu Syiffa.
"Syiff, saya permisi dulu ya mau ke toliet dulu sebentar." Ucap Nurul sambil menatap Syiffa.
"Iya silahkan Nur." Jawab Syiffa.
Lalu Nurul pun berjalan menuju toilet. Tiba tiba mobil yang ditumpangi Nella dan Hasna pun telah sampai di panti asuhan. Dengan segera Nella dan Hasna pun keluar dari mobil dan berjalan menghampiri Syiffa.
"Syiffa...." teriak Hasna dengan suara cemprengnya lalu berjalan menghampiri Syiffa.
"Kamu kalau bicara, bisa enggak pelan gitu jangan teriak teriak. Kupingngku mau pecah nih mendengar suara kamu." Gerutu Fattan sambil menatap Hasna.
"Maaf kak hehe," jawab Hasna sambil cengengesan.
"Kak Fattan!" Syiffa sambil menatap suaminya.
"Sudah ah ayo kita masuk kedalam. Lagian semuanya sudah kumpul tuh." Ucap Fattan.
"Ya sudah, ayo kita masuk kedalam." Ajak Syiffa kepada sahabatnya. Lalu mereka berjalan menghampiri yayasan tersebut.
"Oya Syiff, Nurul kemana?" Tanya Hasna.
"Dia tadi izin ke toilet." Jawab Syiffa.
"Oh begitu ya Syiffa." Ucap Hasna.
"Assalamu'alaikum.... " ucap Syiffa.
Lalu dengan segera seseorang pun membuka pintunya.
"Walaikumsalam. Eh Nak Syiffa, Nak Fattan, Apa kabar sayang?" Ucap Bu Lili sambil memeluk Syiffa
"Baik kok Bu. Ibu sendiri gimana baikkan kabarnya?" Tanya Syiffa balik sambil menguraikan pelukannya.
"Tentu saja baik kok Nak." Ucap Bu Lili sambil tersenyum kepada Syiffa.
"Oya Bu, kenalin dia teman Syiffa. Namanya Nella dan Hasna Bu, dia sahabat Syiffa." Ucap Syiffa memperkenalkan sahabatnya.
"Assalamu'alaikum Bu." Ucap Nella.
__ADS_1
"Walaikumsalam Nak." Jawab Bu Lili. Lalu Nella dan Hasna pun mencium tangan punggung Bu Lili.
"Ya sudah, ayo kita masuk kedalam." Bu Lili mempersilahkan masuk.
Lalu mereka pun berjalan masuk ke dalam yayasan tersebut.
"Silahkan duduk Nak." Ucap Bu Lili saat sudah berada di ballroom.
"Iya terima kasih Bu." Jawab Syiffa.
"Oya Bu kedatangan kita kesini, kebetulan ada rezeki nih dari Syiffa dan kak Fattan lumayanlah Bu buat anak anak." Ucap Nella.
"Sebelumnya Ibu sangat berterima kasih sama Nak Fattan dan Nak Syiffa sudah mau berbagi rezeki." Ucap Bu Lili sambil menatap Syiffa.
"Iya Bu. Itu suatu kewajiban bagi kita kalau punya rezeki pasti harus berbagi kepada yang membutuhkannya. Dan lagi pula istri saya lagi hamil nih Bu, empat bulan. Saya minta doanya semoga istri saya lancar dalam persalinanya." Ucap Fattan sambil tersenyum.
"Oh kamu lagi hamil sayang? Kenapa Ibu tidak menyadarinya kalau kamu hamil. Pasti Ibu dan anak anak disini, akan mendoakanmu semoga rezekinya lancar dan juga persalinanmu nanti lancar juga." Ucap Bu Lili sambil tersenyum kepada Syiffa.
"Aamiin Bu. Terima kasih Bu, atas doanya Bu." Syiffa membalas senyuman Bu Lili.
"Iya Nak." Jawab Bu Lili.
"Non Syiffa, ini dimana taruhnya?" Tanya Pak Toni sambil membawa bingkisan beserta uang di dalamnya.
"Bawa saja kesini, kasih sama Bu Lili." Ucap Syiffa.
"Baiklah Non." Jawab Pak Toni, sambil membawakan barang barang tersebut kepada Bu Lili.
"Oya kak, kak Ariff mana? Kok dari tadi saya tidak melihat kak Ariff." Tanya Syiffa kepada Fattan.
"Dia tadi izin juga ke toilet sayang." Jawab Fattan.
"Oh." Jawab Syiffa. Kini Syiffa pun semakin yakin pasti ada sesuatu terjadi diantara Nurul dan Ariff.
Lalu dengan segera para anak-anak panti asuhan pun segera menghampiri Bu Lili.
"Iya ada apa Bu?" Tanya Reza mewakili anak anak lain.
"Ini ada rezeki dari kak Fattan sama kak Syiffa. Nanti di ambil satu persatu dan jangan saling berebutan." Ucap Bu Lili.
"Baik Bu." Jawab anak anak panti asuhan.
"Dan kalian ucapkan terima kasih, sama kakak-kakak yang ada disini." Ucap Bu Lili.
"Terima kasih kak," jawab ucap anak anak panti asuhan.
"Sama sama sayang." Jawab Syiffa.
"Ya sudah nanti, kak Eli yang akan membantu membagikannya ya." Bu Lili sambil tersenyum kepada anak-anaknya.
"Baik Bu." jawab anak anak.
"Ya sudah, ayo kesini Nak." Ucap Eli.
Dengan segera anak anak pun, menghampiri kak Eli. Dan mengantri untuk mendapatkan bingkisan dan uang yang ada di dalamnya. Lalu Syiffa, Fattan, Nella dan Hasna pun tersenyum saat anak anak begitu bahagia menerimanya.
.
.
__ADS_1
Kenapa harus ada kak Ariff lagi yang ikut kesini dan main ke rumah Syiffa. Padahal ini yang aku tidak di inginkan bertemu dengan kak Ariff gerutu Nurul yang kini berada sudah selesai di toilet. Lalu ketika Nurul berjalan, tiba tiba dengan tidak sengaja Ariff menabrak Nurul dari berlainan arah sehingga Nurul pun terjatuh.
"Ahh...." teriak Nurul saat tubuhnya akan terjatuh. Namun dengan segera Ariff pun menahan tubuh Nurul agar tidak terjatuh. Kini mata hitam mereka saling bertatapan satu sama lain.
"Eh, maaf." Ucap Nurul saat sadar yang menolong itu Ariff. Lalu dengan segera Nurul pun berdiri.
"Iya." Jawab Ariff dengan datar.
"Ya sudah, saya permisi." Ucap Ariff sambil berlalu meninggalkan Ariff. Tapi tiba tiba Ariff pun menahan lengan Nurul agar tidak pergi.
"Nurul." Ucap Ariff sambil menahan lengan tangan Nurul.
"Ada apa lagi kak? Lagian sudahlah kak, jangan dibahas lagi. Anggap saja, itu tidak pernah terjadi." Ucap Nurul.
"Kenapa kamu berbicara begitu? Lagian saya sudah berubah pikiran, dan mau menikahi kamu." Ariff sambil menatap Nurul.
"Sudahlah kak, saya bilang cukup. Tidak perlu lagi dibahas. Dan anggap saja kita tidak pernah terjadi sesuatu. Lagian percuma saja kita menikah tapi diantara kita tidak cinta kak, bakal seperti apa nantinya kak. Bukankah kak Ariff yang bilang begitu hah?" Nurul sambil menatap tajam Ariff. Dan tidak terasa airmatanya terjatuh.
"Iya sih. Tapi saya tanya sekali lagi, sama kamu. Apakah benar, anak yang ada dikandungan kamu itu anak aku?" Tanya Ariff.
"Ya sudah kalau kak Ariff tidak percaya tidak apa apa. Dan asal kak Ariff tahu, kak Ariff orang satu satunya yang telah merebut kesucianku." Ucap Nurul sambil berlalu pergi meninggalkan Ariff dan menghapus airmatanya yang membasahi pipinya.
Arrgh.... kenapa ini bisa terjadi seperti ini sih. Dia datang saat aku keadaan dalam mabuk. Dan kenapa bisa lagi aku melakukannya dengan wanita yang aku tidak cintai. Argggh.... teriak Ariff benar benar stress. Lalu Ariff pun mencoba menarik napasnya dan membuang napasnya dengan kasar. Kemudian Ariff berjalan menghampiri dimana Fattan dan yang lainnya berada.
"Nurul, kamu lama sekali di toilet habis ngapain sih hah?" Tanya Hasna saat Nurul berjalan menghampiri mereka.
"Maaf Na, tadi perutku mules banget nih. Tadi bolak balik ke toilet. Mungkin karena makan bakso kepedasan, jadinya begini deh." Ucap Nurul.
"Siapa suruh, untuk menambahkan lagi sambalnya hah? Tadikan kita sudah bilang sama kamu, jangan terlalu kepedasan. Tapi kamu nya, malah tidak dengar." Gerutu Nella.
"Benar tuh." Hasna ikut menimpali.
"Iya maaf hehe." Ucap Nurul cengengesan. Lalu Nurul pun duduk disamping Nella.
Tiba tiba Ariff pun datang dan menghampri Fattan.
"Ini lagi, kenapa lama ditoiletnya hah?" Tanya Fattan sambil menatap Ariff.
"Kan tadi kamu sendiri tahu, kalau tadi ada yang menelpon saya. Terus, perutku mules nih jadi terpaksa ke toilet." Ucap Ariff lalu sekilas menatap Nurul. Kemudian Nurul pun memalingkan wajahnya.
"Ya sudah, karena sudah selesai nih. Mari kita pulang." Ajak Syiffa.
"Ya sudah, ayo." Jawab Fattan. Lalu Syiffa, Fattan dan yang lain pun berpamitan kepada Bu Lili.
"Bu, saya pamit dulu ya. Mau pulang dulu." Ucap Syiffa.
"Iya silahkan Nak. Dan terima kasih banyak atas semuanya. Semoga lancar selalu dan sehat sehat ya, De utun sayang." Ucap Bu Lili sambil mengusap perut Syiffa.
"Iya terima kasih Bu." Jawab Syiffa.
"Assalamu'alikum Bu...." ucap Syiffa.
"Walaikumsalam...." jawab Bu Lili.
Lalu mereka pun berjalan menuju mobil untuk pulang, setelah mencium tangan Bu Lili dan berpamitan satu persatu.
Satu jam sudah, kini mereka sampai dirumah kediaman Fattan. Kini acara pengajian pun dimulai bersama anak anak panti asuhan dirumahnya hingga selesai. Setelah semuanya beres satu persatu persatu berpamitan pulang. Kini hanya ada Fattan, Syiffa dan kedua orangtua mereka.
"Ya sudah, Syiffa pamit dulu ngantuk nih. Syiffa tidur duluan ya." Ucap Syiffa.
__ADS_1
"Ya sudah Nak, kamu tidur sana. Harus banyak istirahat dan jangan kecapean." Ucap Bu Nina.
"Iya baik Bu." Jawab Syiffa. Lalu pergi menuju bedroom. Kemudian Fattan pun menyusul istrinya ke dalam bedroom.