
Di sebuah ruangan, ada seorang pria yang gagah dan tampan sedang berbincang bincang dengan asistennya.
"Kamu serius, mau jadikan dia sekretarismu." ucap Ariff.
"Emangnya kenapa kalau saya serius dia jadi sekretarisku?" tanya Fattan.
"Iya enggak apa apa, cuma saya aneh aja,padahal di luar sana banyak ----"
"Jangan bilang kamu meremehkan kemampuan dia. Aku lihat dari hasil testing interview kemarin dia lumayan cukup bagus." ucap Fattan memotong pembicaraan Ariff.
"Maaf bukan aku meremehkan dia Tan, tapi aku juga setuju kok dengan kemampuan dia menjadi sekretaris kamu." ucap Ariff.
"Baguslah kalau begitu, jika kau setuju" ucap Fattan datar.
"Tapi aku tau alasan sebenarnya apa, kamu pasti...."
"Kalau kamu sudah tau sendiri alasannya apa, mengapa harus bertanya lagi?" ucap Fattan.
"Ck, kau itu sangat menyebalkan sekali .Tapi saya ingatin lagi iya tan, jangan jadikan dia sebagai pelampiasan untuk balas dendammu." ucap Fattan.
"Nyantai ajalah Riff, enggak bakal kok." ucap fattan sambil menyeringai senyum tipisnya.
"Oke, kalau begitu,"ucap Ariff.
Bel pun berbunyi tanda seluruh karyawan masuk untuk melakukan pekerjaannya kembali.
"Eh selamat siang Pak Ariff?" ucap Syiffa yang baru saja masuk keruangannya.
__ADS_1
"Siang juga syiff, oya gimana tadi lancar pekerjaannya?" tanya Ariff.
"Alhamdulilah pak lancar, itu juga masih dibantu sama Ibu Imel." ucap Syiffa.
"Oh gitu iya Syiff, tetap semangat. Dan satu hal yang saya ingin ucapkan sama kamu ....."
"Emangnya apa pak ?" tanya syiffa penasaran.
Lalu Ariff pun menatap fattan dan fattan pun membalas tatapan ariff.
"Apa!" ucap Fattan dengan tegas.
"Enggak ada apa apa kok, biasa aja kali pak Fattan." ucap Ariff.
"Ck, kau itu selalu menyebalkan." ucap Fattan.
"Oya Pak Ariff , katanya ada yang mau dikatakan apa pak?" tanya Syiffa.
"Saya hanya ingin mengatakan, kamu harus sabar menghadapi sikap dan prilaku manusia srigala itu. kabuuuurrrrr......" ucap Ariff sambil berlari keluar meninggalkan ruangan Fattan.
"Ariiiiiiiifffff ........!" teriak Fattan sambil melemparkan berkas, namun hanya sampai kena pintu.
"Ck, kurang ajar banget kamu Ariff.!"*
Oya Syiff, ini berkasnya yang harus kamu kerjakan sekarang ucap fattan sambil memberikan berkasnya.
"Baik pak." ucap Syiffa.
__ADS_1
"Oya syiff, kamu pasti bisakan kerjakan sendiri? Kebetulan tadi Bu Imel izin pulang, anaknya sakit keras." ucap Fattan.
"Iya bisa kok pak, kebetulan aku sedikit demi sedikit sudah paham yang Ibu Imel ajarkan." ucap Syiffa.
"Baguslah kalau begitu, sekarang kerjakan ini." ucap Fattan.
Lalu syiffa pun mengerjakan apa yang diperintahkan oleh fattan, sampai tidak terasa waktu bell pulang pun berbunyi.
"Akhirnya beres juga, waktunya pulang sekarang." ucap Syiffa sambil memberes bereskan semua berkas berkas yang sudah di kerjakan.
"Mau kemana kamu?" tanya Fattan yang baru saja masuk ruangannya dan melihat syiffa sedang membereskan ruangan kerja nya.
"Mau pulang pak, lagian ini waktunya pulang dan semua berkas berkasnya sudah beres saya kerjakan." jawab Syiffa.
"Enggak boleh pulang, kamu lembur sekarang!! Lagian masih banyak berkas yang harus di kerjakan lagi." ucap Fattan.
"Baiklah kalau begitu pak" ucap Syiffa.
"Oya pak, saya permisi dulu ya pak, mau ke toilet dulu" ucap Syiffa.
"Iya silahkan" jawab Fattan.
Lalu Syiffa pun berjalan menuju toilet, tidak sengaja berpas pasan dengan Cindy dan Mella.
"Oh ini ternyata cewek yang sudah memakai pelet untuk mendapat perhatian dari pak Fattan." ucap Cindy.
"Maksud kamu apa bicara begitu?" ucap Syiffa menatap tajam Cindy.
__ADS_1