
"Rupanya Kalian sudah saling mengenal iya?" Tanya Ibu Ria.
" Iya saya sudah mengenal dia, cowok sombong yag tidak punya hati dan suka bicara seenaknya!" Jawab Nella dengan sinis.
"Tapi kamu juga waktu itu, tidak kalah sombongnya!" Ucap Fattan tak mau kalah.
"Tapi aku sombong waktu itu juga karena pacar kamu. Eh sekarang dia sudah jadi mantan iya buat kamu? kasihan banget, makannya jadi orang jangan terlalu sombong jadi diputusin deh, tahu rasa kan." sindir Nella.
" Kalau ngomong tuh dijaga iya. itu urusan pribadi saya, jadi kamu tidak perlu ikut campur apalagi membahas tentang masa lalu saya, paham kamu!" Ucap Fattan sambil menatap Tajam Nella.
"Sudah... Sudah.. kalian ini gimana sih, kenapa jadi ribut?" Ucap Ibu Ria melerai pertengkaran mereka.
"Enggak tahu nih. Nell kamu tuh memalukan Mamih saja tahu enggak, bisa enggak sedikit bersikap sopan dihadapan mertua kamu!" Ucap Mamih Rina.
"Ck, Mih aku enggak mau dijodohkan sama Pria seperti dia, dia bukan pria selera Nella." Ucap Nella.
"Ck, lagi pula siapa juga yang mau sama kamu hah? Cok kepedean sekali kamu." gerutu Fattan.
"Tuhkan Mamih lihat sendirikan sikap dia kaya gimana, Ogah deh." Ucap Nella.
"Sudah.. lagian kan kamu belum kenal Fattan lebih detail, padahal dia sebenarnya baik dan penyayang kok. sudah jalani saja dulu, nanti juga seiringnya waktu kalian bakal pada jatuh cinta." Ucap Mamih Rina.
"Tapi Mih... "
__ADS_1
"Benar juga tuh apa yang dikatakan Mamih kamu, tidak ada salahnya untuk mencoba dulu?" Ucap Ibu Ria.
"Ibu dia... "
"Ya sudah yuk, mari kita makan bersama dulu. disana sudah disiapin makan malam banyak sama Bi Inah." Ucap Ibu Ria memotong pembicaraan Fattan.
ck, menyebalkan sekali ini Ibu. Dengan sengaja memotong pembicaraanku gerutu batin Fattan.
"Ya sudah yuk Nak Nella... Nak Fattan mari kita makan bersama!" ajak Ibu Ria.
Lalu dengan terpaksa Fattan dan Nella mengikuti ajakan Ibu Ria dan yang lainnya pun berjalan menuju meja makan.
Di tempat lain,
Tok.. tok... tok.. suara seseorang mengetuk pintu.
"Nak Syiffa.. yuk kita makan dulu Nak." Ucap Ibu Nina.
" Iya bentar Bu.." jawab Syiffa berjalan menuju keluar.
"ya sudah yuk Bu, kita mari." Ucap Syiffa yang baru saja sampai dipintu.
Lalu mereka pun berjalan ke meja makan untuk makan malam.
__ADS_1
"Makasih iya Bu, sudah selalu siapin makan untuk Syiffa." Ucap Syiffa.
"Iya Nak, lagi pula ini sudah tugas kewajiban Ibu kok Nak." Ucap Ibu Nina.
"Maafin syiffa iya Bu.. " Ucap Syiffa.
"Maaf untuk apa maksudnya?" Tanya Ibu Nina.
"Maaf Syiffa belum bisa membahagiakan Ibu, dan selalu merepotkan Ibu." Ucap Syiffa sambil menundukan kepalanya.
"Sstt.. Ibu paling tidak suka sama orang yang suka merendahkan diri sendiri, bahkan suka menyalahkan diri sendiri karena penyebabnya. Lagi pula Nak, Ibu sudah pernah bilang cukup menjadi orang baik dan menurut sama Ibu itu sudah bikin Ibu bangga." Ucap Ibu Nina.
"Syiffa salut sama kebaikan Ibu selama ini, Terima kasih Bu atas didikan dan kasih sayang yang selalu limpahkan sama Syiffa." Ucap Syiffa.
"Iya Nak, ya sudah makan dulu nanti keburu dingin enggak enak." Ucap Ibu Nina.
"Iya Bu .. " jawab Syiffa.
Lalu mereka pun menikmati makan malamnya.
sebelumnya saya ucapin terima kasih kepada para readers yang sudah membaca karyaku yang receh ini, dan semoga kalian semua pada sehat sehat iya kakak kakak. Oya jangan lupa mampir ke novelku yang terbaru judulnya " Dia Pembantu Idamanku" . Terima kasih
__ADS_1