
Tok.. tok.. tok.. suara mengetuk pintu.
Lalu Fattan pun terbangun, karena mendengar suara mengetuk pintu. Lalu mengambil baju dari lemari untuk menutupi tubuh polosnya akibat pergumulan panas mereka. Lalu menatap sekilas Istrinya yang kini masih tertidur nyenyak dengan tubuh polosnya kemudian Fattan pun membenarkan selimutnya dan menyelimutkan selimutnya untuk menutupi tubuh Istrinya sampai pundak. Lalu Fattan pun tersenyum saat mengingat kejadian tadi saat mereka melakukan yang pertama kalinya. Dengan segera Fattan pun berjalan dan membuka pintunya karena tadi ada yang mengetuk pintu.
"Maaf Den Fattan, Bibi mengganggu Den Fattan. Bibi disuruh Nyonya untuk membawa makanan untuk Den Fattan dan Non Syiffa." Ucap Bi Ati saat Fattan langsung membuka pintu kamarnya.
"Ya sudah Bi simpan saja makanannya di atas meja," ucap Fattan sambil menatap jam tangannya.
"Baik Den Fattan." Bi Ati sambil berjalan menuju kamar tuannya lalu menyimpan makanan tersebut diatas meja sesuai perintah dari Fattan. Lalu Bi Ati tersenyum saat melihat Syiffa yang kini masih tidur dan kelihatan tanda tanda merah di jenjang leher Syiffa.
"Kenapa Bibi tersenyum melihat Syiffa?" Tanya Fattan saat berjalan memasuki kamarnya.
"Eh Den Fattan, enggak kok Den Fattan cuma ada yang lucu saja Den hehe." Ucap Bi Ati cengengesan sambil menatap Fattan.
"Lucu? Apa yang lucu Bi?" Tanya Fattan merasa penasaran maksud Bi Ati.
"Itu Den.. Mmmzz.. Oya Den Fattan gimana malam pertamanya sukseskan?" Bisik Bi Ati mengalihkan pertanyaan.
"Ya pastinya sukseslah. Bibi bisa lihatkan tan.. Oya Fattan baru nyadar nih kalau yang dimaksud Bibi pasti tanda merah yang ada di leher Istriku kan?" Tanya Fattan sambil menatap Bi Ati.
"Iya Den Fattan hehe, oya gimana Den nikmatkan?" Bisik Bi Ati.
"Yaelah Bi, jangan dibahaslah masalah yang begitunya lagian pasti Bibi juga merasakannya gimana." Ucap Fattan merasa sedikit malu dan salah tingkah.
"Maaf Den Fattan jadi membuat Aden salah tingkah hehe.. ya sudah kalau begitu saya permisi ya Den," ucap Bi Ati.
"Iya Bi." Jawab Fattan. Lalu Bi Ati pun pergi meninggalkan kamar Fattan. Kini hanya tinggal Fattan dan Istrinya. Lalu Fattan berjalan menghampiri Istrinya yang masih tidur.
Ini anak belum bangun juga ya dari tadi, segitu nyenyaknya tidur sampai sampai tadi ada yang mengetuk pintu dan mengobrol dengan Bi Ati pun tidak dengar. Saya sangat beruntung Sayang sekarang kamu sudah jadi milikku seutuhnya dan terima kasih juga kamu sudah menjaga kesucianmu hanya untuk pria yang sudah sah menjadi suamimu ucap Fattan sambil mencium lembut pucuk rambut Istrinya. Syiffa pun terbangun karena merasa ada sesuatu yang mengusiknya lalu dengan perlahan Syiffa pun membukakan matanya.
"Kakak lagi ngapain hah? Mengapa menatapku seperti itu?" Tanya Syiffa merasa kaget saat suaminya memandangi dirinya begitu dekat lalu Syiffa pun duduk dan mengambil selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.
"Ya tentu saja sedang menatap wajahmu ternyata kamu cantik juga sayang." Ucap Fattan sambil menatap Istrinya.
__ADS_1
"Iss enggak ada kerjaan sekali menatapku. Terus kenapa Kakak baru menyadari sekarang kalau saya ini cantik dari dulu kemana saja dong? Paling dipikirannya cuma ada Kak Lara dulu," Ucap Syiffa sambil menatap kembali suaminya.
"Sudahlah sayang kamu jangan bahas masa lalu saya, sekarang fokus ke masa depan kita. Kakak paling enggak suka ketika kamu berbicara masa lalu saya maupun masa lalu kamu!!" Ucap Fattan menatap tidak suka Istrinya.
"Iya deh Kak maafin saya ya." Ucap Syiffa meminta maaf pada suaminya.
"Iya sayang, lain kali jangan bahas lagi tentang masa lalu ya." Ucap Fattan.
"Iya janji deh Kak enggak bakalan ulangi lagi kok Kak," ucap Syifa.
"Ya sudah sekarang mandi sana, Bi Ati sudah nyiapin makanan buat kita tuh," ucap Fattan sambil menatap makanan tersebut.
"Baik Kak. Eh iya Kak, Syiffa minta tolong dong Kak." Ucap Syiffa.
"Minta tolong apaan sayang?" Tanya Fattan kepada Istrinya.
"Tolong ambilin handuk dilemari Kak hehe." Ucap Syiffa pada suaminya.
"Ambil saja sendiri handuknya di lemari, lagian ngapain harus malu sih Kakak kan sudah lihat semuanya tubuh kamu dan bentuk kamu kayak gimana," ucap Fattan sambil menatap atas kepala Syiffa dan bawah Kaki Syiffa.
"Ini anak malah marah lagi, lagian Kakak tadi cuma bercanda kok sayang," ucap Fattan sambil mengambil handuk dilemari buat Istrinya. Lalu memberikan handuk tersebut pada Istrinya.
"Nah gitu dong Kak, kan Syiffa tambah cinta dan sayang sama Kakak. Oya terima kasih Kak sudah mau ambilin handuknya." Syiffa yang kini sudah memakaikan handuk ke tubuhnya.
"Iya sayang," jawab Fattan.
"Loh Kakak mau kemana, Kenapa ngikutin saya?" Tanya Syiffa yang kini berjalan menuju bathroom tapi terkejut saat suaminya pun mengikutinya.
"Ya tentu saja Kakak juga mau mandi sayang." Ucap Fattan sambil menatap Istrinya.
"Bukannya Kakak sudah mandi ya? Kenapa mandi lagi." Tanya Syiffa.
"Kata siapa saya sudah mandi hah?" Tanya Fattan sambil melangkah mendekati Istrinya.
__ADS_1
"I-iya kata sayalah Kak, habisnya Kakak sudah memakai baju lengkap tuh." Syiffa sambil melangkah jalan mundur untuk menghindari suaminya yang kini semakin berjalan mendekati dirinya.
"Emangnya kalau sudah pakai baju seperti ini, sudah dikatakan mandi iya?" Tanya Fattan yang kini berjalan semakin dekat dengan Istrinya.
"I-iya bisa dibilang gitu sih Kak," jawab Syiffa merasa gugup saat suaminya semakin dekat dengan dirinya, dan Syiffa pun mencoba menghindarinya namun tiba tiba
Byuuurr... Syiffa pun terjatuh masuk ke dalam bathroom. Sehingga kini tubuhnya tergelentak di bathroom yang berisi air.
"Hahahah... makanya Sayang, kalau suami mendekati jangan mencoba menghindar jadi gini kan kena akibatnya tuh kualat tahu hahahha. Lagian saya pakai baju ini karena tadi ada Bi Ati mengetuk pintu," Fattan tertawa lepas melihat tingkah Istrinya.
"Enggak lucu tahu Kak malah tertawain lagi, lagian Kakak mau ngapain sih ngikutin saya kesini hah?" Kesal Syiffa yang kini berada di dalam bathroom.
"Ya mau ikut bareng mandi sama kamu sayang," jawab Fattan.
"Enggak boleh Kak!! Sudah saya dulu mandinya." Ucap Syiffa sambil mencegah suaminya yang kini mau masuk ke dalam bathroom.
"Kenapa enggak boleh Sayang? Kan ini suami kamu loh, ngapain harus larang larang hah?" Tanya Fattan sambil menatap Istrinya.
"Bu-"
Bbyuurr.. Fattan pun langsung masuk ke dalam bathroom ketika menghempaskan tangan Syiffa yang tadi menghalanginya.
"Sudah jangan banyak bicara!! sekarang kita mandi bareng." Ucap Fattan sambil membuka baju nya hingga tubuhnya polos tanpa benang sehelai pun. Lalu Syiffa pun dengan segera menutup wajahnya dengan tangan sendiri.
"Kenapa kamu menutupi wajahmu seperti itu hah? Bukannya kamu sudah melihat semuanya tubuhku ini." Protes Fattan pada Istrinya.
"Belum terbiasa Kak, saya melihat langsung seperti ini," ucap Syiffa masih menutupi wajahnya dengan tangan.
"Makanya harus di biasain dari sekarang, sudah ayo kita mandi jangan terlalu lama di bathroom nanti masuk angin sayang," ucap Fattan sambil menghempaskan tangan Syiffa yang menutupi wajahnya sendiri. Lalu dengan susah payah Syiffa pun menelan salivanya sendiri ketika melihat tubuh Fattan yang sempurna dengan kekar ototnya dan bentuk perut pick upnya yang begitu didambakan oleh semua pria. Dengan terpaksa Syiffa pun harus mandi bareng bersama suaminya di dalam satu bathroom. Entah apa saja yang mereka lakukan di dalam bathroom hanya Syiffa dan Fattan yang mengetahui. Saya pun sebagai authornya tidak dikasih tahu sama mereka apa saja yang dilakukannya miriskan😅😅.
.
Satu jam sudah mereka menghabiskan mandi bersama di dalam bathroom. Kini Fattan dan Syiffa pun keluar dan berjalan menuju lemari untuk mengambil bajunya dan juga baju suaminya. Kemudian masing masing memakaikan bajunya sendiri. Setelah beres lalu mereka pun berjalan menuju soffa untuk makan malam.
__ADS_1
"Kak enggak salah nih kita makan jam segini?" Tanya Syiffa sambil menatap jam dindingnya menunjukan pukul 22.00 wib.