Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps. 78


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, Syiffa dan Dr. Rani pun masuk keruangan rawat ibu nina untuk memeriksa kondisinya.


"Gimana dok?" Tanya Syiffa.


"Alhamdulillah ya mbak, kondisi ibu mbak sekarang sudah baik, untuk sementara ibu mbak belum bisa pulang ke rumah,harus tetap disini untuk beberapa hari agar mendapatkan perawatan intenstif dari team medis supaya ibu mbak bisa sembuh total,kalau mbak setuju mbak bisa mendatangani berkas berkas di bawah ini!" ucap Dr. Rani sambil menyodorkan berkas kertas yang di bawa oleh susternya.


Lalu Syiffa pun mengambil berkas kertas tersebut, dan betapa terkejutnya saat melihat nilai Rp. Yang harus dibayar.


"Kemana harus mencari uang sebesar Rp . 30.000.000. Aku bingung, kadang untuk sehari hari aja aku mengeluh, tapi aku enggak boleh putus asa, ini semua demi Ibu, demi kesembuhan Ibu, lagian allah swt enggak bakal membebani suatu kaum di luar kemampuan kita, maka enggak ada yang sulit selama kita masih mau berusaha, iya aku harus semangat!" batin Syiffa menyemangati diri sendiri.


Lalu Syiffa pun mendatangani berkas tersebut tanda setuju atas isi dari tersebut.


"Ini Dok saya sudah tanda tangani berkas tersebut." ucap Syiffa sambil menyodorkan berkas tersebut.


"Ok... Makasih ya mbak, oya mbak kenal sama pak Fattan dan pak Ariff?" Tanya dr. Rani.


"Yang di maksud dokter, pak Fattan anak dari pemilik perusahaan Pt. Juhes adijaya kan? Iya aku kenal dia Dok, kebetulan saya kerja di perusahaan dia dok, emang nya kenapa dok?" Tanya Syiffa.


"Tidak ada apa kok, kirain saya, kamu tuh pacar nya pak Fattan, habisnya semua bi--"


"Maaf permisi Dok, disana ada pasien yang membutuhkan dokter, ini darurat banget Dok!" ucap suster memotong pembicaraan Dokter.

__ADS_1


"Baiklah suster, ya sudah saya permisi ya mbak." ucap Dr. Rani sambil melangkah pergi keluar dari ruangan Bu Nina.


"Maksudnya dokter itu apa ya? masa saya di kira pacar pak Fattan, ngaco kalo mgomong dokter itu." ucap Syiffa sambil mengerutkan keningnya merasa ada yang aneh.


_


Perusahaan Pt. Juhes adijaya.


"Syiffa kemana sih? Kok di telpon enggak nyambung mulu hpnya, enggak aktip lagi. Kenapa tuh sih anak enggak masuk kerja." ucap Nurul berbicara pada diri sendiri sambil makan di kantin. Kebetulan lagi jam istirahat.


"Hey Nur, sendirian aja nih? Oya kenapa Syiffa enggak masuk kerja ya Nur?" Tanya angga mendekati meja yang di duduki Nurul.


"Eh pak Angga, aku juga enggak tau pak, dari pagi sampai sekarang hp nya enggak aktip pak." ucap Nurul.


"Heem... Aku kok merasa ada yang tidak beres sama Syiffa, merasa ada sesuatu yang terjadi sama Syiffa pak.." ucap Nurul.


"Aku juga sih berpikir begitu Nur." ucap Nngga.


"Ehmzz... Oya Syiffa enggak kerja kan hari ini?" Tanya seseorang.


"Eh pak Ariff, iya pak hari ini Syiffa enggak masuk kerja, saya juga enggak tau kenapa dia enggak masuk kerja pak!" ucap Nurul.

__ADS_1


"Emangnya kamu enggak tau ya Nur, kenapa Syiffa enggak kerja?" Ucap Ariff.


"Emang nya pak Ariff tau, alasannya kenapa Syiffa enggak masuk kerja?" Ucap Nurul balik nanya.


"Yaelah ini anak, malah balik nanya, ya taulah Nur, orang saya dan Fattan yang nganterin Ibu nya Syiffa ke rumah sakit!" ucap Ariff.


"Ma-maksud pak Ariff, nganterin Ibu Syiffa ke rumah sakit, emangnya ibu nya Syiffa kenapa ya pak?" Tanya Nurul.


Lalu Ariff pun menceritakan semuanya awal mula sampai nganterin ke rumah sakit tapi dia enggan memberitahukan apa penyebab Ibu Nina sampai di larikan ke rumah sakit.


"Terus Syiffa dan Ibunya berada di rumah sakit mana pak?" Tanya Nurul.


"Dia berada di rumah sakit Harapan." jawab Ariff.


"Makasih ya pak atas infonya!" ucap Nurul.


"Heem, Ya sudah saya permisi!" ucap Ariff langsung melangkah pergi meninggal kan Nurul dan Angga.


"Aku aneh banget deh pak sama pak Ariff, dia yang bertanya dia yang menjawab dan dia juga yang kasih tau kita tentang Syiffa, sungguh tuh bener parah banget." ucap Syiffa.


"Sudah lah Nur, yang penting kita sudah tahu tentang Syiffa. Entar pulang kerja, tengokin Syiffa yuk." ucap Angga.

__ADS_1


"Siap pak!" ucap Nurul.


Lalu bell istirahat pun berbunyi pertanda mulai bekerja seperti bisa. Lalu Nurul dan Angga pun melangkah pergi dari kantin dan menuju ke tempat kerjanya.


__ADS_2