
"Ayo dong sayang, jalannya lama sekali. Lihat baby kita pingin menyantap semua makanan itu." Ucap Syiffa yang kini sudah berada di depan pintu masuk dan sambil menatap suaminya yang sedang berjalan.
"Sabarlah sayang. Emangnya kamu pikir makanannya enggak berat apa, nih makananya banyak banget dan ditambah tas punya kamu." Gerutu Fattan.
"Jadi kak Fattan, benaran enggak ikhlas nih membawa makanan serta tas punya syiffa nih." Ucap Syiffa merasa kecewa.
"Bu-bukan begitu sayang, kamu jangan salah paham sayang. Maksudnya-"
"Sudahlah jangan dibahas, Syiffa terlalu kecewa sama kak Fattan." Syiffa memotong pembicaraan suaminya sambil berjalan masuk ke dalam.
"Sayang tungguin dong! Yaelah kenapa jadi ribet begini, apalagi sekarang istriku suka emosional dan mudah tersinggung. Apa emang begitu setiap orang yang hamil?" Ucap Fattan pada diri sendiri.
"Ibu Angel, Ibu, Ayah." Ucap Syiffa merasa tidak percaya dengan hadirnya kedua orangtua Syiffa dan kedua orangtua suaminya. Lalu Syiffa pun memeluk satu pesatu.
"Gimana kabar kamu sayang?" Tanya Bu Angel saat Syiffa memeluknya.
"Tentu saja baik kok Bu," jawab Syiffa sambil menguraikan pelukannya.
"Syukurlah kalau begitu Nak." Ucap Bu Angel sambil tersenyum kepada menantunya.
"Oya tumben banget Ibu sama Ayah ada disini?" Tanya Syiffa.
"Tentu saja, kita kesini kompak karena ingin menyambut calon cucu kita," ucap Bu Angel sambil mengusap perut Syiffa yang masih rata.
"Jadi Ibu sama Ayah sudah tahu, kalau saya hamil." Syiffa sambil menatap Ibu Nina, Bu Angel dan Ayah Anwar.
"Tentu saja sayang, makanya kita berkumpul disini. Sekian lama kita menunggu kehadiran cucu, akhirnya calon cucuku sudah hadir dan masih diperut Ibunya." Ucap Bu Nina sambil menatap Anaknya.
"Oya, Fattan kemana Syiffa?" Tanya Ayah Anwar.
"Tuh kak Fattan," tunjuk Syiffa saat melihat suaminya sudah masuk kedalam ballroom.
"Ya ampun Nak, kasihan sekali kamu harus membawa makanan sebanyak itu," gerutu Bu Nina sambil menghampiri menantunya.
"Iya Bu, ini semua permintaan Syiffa katanya baby kita menginginkan Ayahnya untuk membawa makanan sebanyak ini." Ucap Fattan sambil menatap Bu Nina.
Lalu Bu Nina pun menatap Syiffa, dan tahu maksudnya Syiffa melakukan ini dan Bu Nina pun hanya menggelengkan kepala.
"Sini biar Ibu bantuin," ucap Bu Nina sambil mengambil makanan dari tangan Fattan.
"Tidak usah Bu, biar saya sendiri yang bawakan makanannya." Fattan sambil menatap Bu Nina.
"Sudah tidak apa apa Nak, ayo kita jalan." Ucap Bu Nina.
Lalu Fattan dan Bu Nina pun berjalan menghampiri Syiffa, Bu Angel dan Ayah Anwar. Setelah sampai dengan segera Fattan pun menaruh makanan tersebut diatas meja.
"Buat siapa makanan sebanyak ini?" Tanya Bu Angel.
"Itu buat Syiffa orang yang lagi hamil." Jawab Fattan.
__ADS_1
"Emangnya kamu yakin Nak, mau menghabiskan makanan sebanyak ini?" Tanya Bu Nina.
"Saya pikir sih begitu tadi. Tapi sekarang sudah kenyang Bu hehe," Syiffa sambil cengengesan.
"Terus yang mau menghabiskan makanan ini siapa dong?" Tanya Fattan.
"Ya biarkan Bu Angel, Bu Nina dan Ayah Anwar saja yang menghabiskan makanan tersebut." Jawab Syiffa.
"Apa?" Ucap Bu Angel, Ayah Anwar dan Bu Nina bersamaan.
"Loh kenapa, kok pada kaget?" Tanya Syiffa.
"Iya habisnya mau menghabiskan makanan sebanyak ini gimana Nak, tadi baru saja habis makan jadi sudah kenyang," ucap Bu Angel.
"Ya terserah itu mah, lagian Syiffa enggak maksa kok, ya sudah Ibu, Ayah dan Bu, Syiffa permisi mau ke kamar dulu ya," ucap Syiffa.
"Eh sayang, itu makanannya gimana? Sangat disayangkan tuh kalau enggak dimakan." Ucap Fattan.
"Habisnya gimana dong kak, Syiffa mengantuk banget pingin tidur." Gerutu Fattan.
"Sudahlah Nak, kasihan istrimu tuh. Lagian lagi hamil muda harus banyak istirahat." Ucap Bu Angel.
"Ya sudah kalau begitu, Fattan pun ikut ke kamar juga ah." Fattan sambil menatap Bu Angel.
"Mau ngapain Tan? Ingat masih siang Tan." Ucap Ayah Anwar.
"Ya mau tidur siang juga kali Yah. Lagian Ayah sekarang jadi mesum ih pikirannya." Ucap Fattan.
"Stoop Yah. Fattan sudah ngantuk nih mau tidur siang dulu." Ucap Fattan.
"Ya sudah sana, kalau kamu mau tidur juga." Ucap Ayah Anwar.
"Iya Ayah. Ya sudah kalau begitu Syiffa dan Fattan permisi mau ke kamar dulu. Ya sudah ayo sayang, kita ke kamar," ucap Fattan sambil merangkul pundak istrinya
Lalu Syiffa dan Fattan pun pergi menuju kamar. Kemudian Bu Angel, Bu Nina dan Ayah Anwar pun hanya menggelengkan kepada dan tersenyum saat menatap Fattan dan Syiffa berjalan menuju kamar.
Setelah sampai di dalam kamar, kemudian Syiffa pun merebahkan tubuhnya di atas kasur. Kemudian Fattan pun sama merebahkan tubuhnya diatas kasur.
"Ih apaan sih kak, kok ikut ikutan mulu." Protes Syiffa saat melihat suaminya sama naik keatas kasur.
"Lagian siapa lagi yang ikut ikutan, saya juga sama pingin tidur nih. Kamu so kepedean banget ya." Gerutu Fattan.
"Ck, biasa saja kali kak enggak usah sewot begitu." Ucap Syiffa sambil menatap istrinya yang kini sedang berbaring diatas kasur.
"Lagian siapa yang sewot ih. Syiff kamu itu kenapa sih, kok sekarang kamu suka marah marah ya hah?" Tanya Fattan langsung menindih istrinya diatas tubuh istrinya.
"Si-siapa yang sewot, enggak kok kak. Itu perasaan kak Fattan saja itu mah. Lagian kak Fattan mau ngapain?" Tanya Syiffa merasa kaget saat suaminya tiba tiba menindih tubuhnya.
"Mau tenggokin baby kita sayang," bisik Fattan.
__ADS_1
"Tolonglah kak, jangan sekarang Syiffa cape, pingin istirahat kak. Tadi Ayah sudah ngingetin kamu tuh masih siang katanya jangan lakukan yang macam macam." Ucap Syiffa.
"Emangnya kenapa kalau melakukannya siang hah? Siangkan lebih asyik sayang." Fattan sambil menatap istrinya.
"Tapi kak, Syiffa benar benar lelah nih. Nanti malam saja, Syiffa akan kasih sepuasnya." Ucap Syiffa.
"Bohong!" Ucap Fattan.
"Serius kak. Ngapa-" ucapan Syiffa terpotong saat tiba tiba suaminya mencium lembut bibir miliknya. Kemudian Fattan menggigit bibir bawah milik istrinya.
"Aww.. kak Fattan sakit sekali tahu," gerutu Syiffa saat suaminya melepaskan ciumannya dan berbaring disampingnya.
"Sorry sayang hehe. Oya kamu jangan panggil kakak mulu dong, kali kali panggil Mas, Papih, atau Ayah." Protes Fattan.
"Ih geli masa iya harus panggil itu." Ucap Syiffa
"Ih ini mah punya istri disuruh panggil nama yang saya sebutkan, malah protes." Gerutu Fattan.
"Mmzz.. jangan marah dong kak, Syiffa belum terbiasa." Ucap Syiffa tanggannnya sambil merangkulkan dipinggang suaminya. Dan kini mata mereka saling betatapan.
"Makanya biasain sayang. Oya sayang, saya sangat berterima kasih sama kamu sudah mau mengandung anakku." Ucap Fattan tanggannya sambil mengusap lembut rambut istrinya.
"Iya kak. Lagian itu pasti sudah harapan semua istri, ingin memiliki anak dari suami yang dinikahinya." Ucap Syiffa.
"Saya benar benar merasa mimpi banget sayang, awalnya ribut mulu, suka bertengkar. Tapi sekarang kamu jadi jodohku, benar benar tidak menyangka punya istri yang cantik juga perhatian." Ucap Fattan.
Lalu Syiffa pun hanya tersenyum tanpa menjawab perkataan suaminya.
"Ngantuk nih kak," ucap Syiffa.
"Ya sudah, tidur saja kalau ngantuk mah sayang. Saya juga sama ngantuk nih." Ucap Fattan.
Dengan perlahan lahan Syiffa dan Fattan pun memejamkan matanya. Hingga kini mereka pun benar benar tidur dan berada di alam bawah sadarnya.
.
.
"Bu Angel lihat sini, ini bajunya lucu banget ya buat cucu kita," ucap Bu Nina sambil memperlihatkan handphonennya.
"Iya benar lucu banget ya.y Itu pun sama lucu Bu Nina." Ucap Bu Angel yang kini sedang berada ballroom.
"Bu Angel, mau beli baju yang mana nih buat cucu kita?" Tanya Bu Nina sambil memilih baju baju bayi di habdphonenya di aplikasi online belanja.
"Beli saja semuanya, lagian bagus semua tuh bajunya." Jawab Bu Angel sambil memakan makanan yang Syiffa tadi beli.
"Serius mau semuanya nih?" Tanya Bu Nina.
"Iya serius kok. Sudah sekarang pesanin bajunya." Ucap Bu Angel.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu." Bu Nina sambil memesankan semua barangnya di belanja online.