
"Kalian ternyata ada disini juga ya?" Ucap Syiffa merasa tidak percaya dengan kehadiran dua sahabatnya.
"Iya Syiff, saya disuruh sama Pak Ariff tuh untuk datang kesini, awalnya sih aku menolak takut ganggu kamu. Tapi karena aku kangen sama pulau ini, sudah lama tidak pernah lagi kesini." gerutu Nurul sambil menatap Ariff.
"Tentu saja kalian ini mengganggu kita tahu," ucap Fattan sambil menatap sinis ketiga orang tersebut.
"Kak Fattan apaan sih, jangan bicara gitu ah dia sahabatku juga," kesal Syiffa sambil menyikut perut calon suaminya itu.
"Lagian kamu lupa ya Tan, kamu sendirikan yang suruh mereka buat datang," ucap Ariff sambil menatap Fattan.
Lalu ketiga wanita tersebut menatap tajam Fattan.
"Si-siapa bilang saya yang nyuruh mereka kesini, kamu ngarang banget ya Rif jadi orang." Ucap Fattan dengan nada gugup.
"Ck, ini orang benar benar ya seolah olah saya yang fitnah dia," gerutu Ariff berbicara pelan.
Lalu seseorang laki laki datang menghampiri Nella.
"Hei sayang, sudah lama nunggu disini?" Tanya Veri menghampiri kekasihnya.
"Enggak kok sayang baru saja nyampai kesini." Jawab Nella.
"Oh.. Oya Syiffa selamat atas pertunanganmu bersama Fattan Adijaya. Semoga bahagia, langgeng dan selalu bersama," ucap Veri sambil menjabatkan tangannya.
"Iya sama sama Kak," jawab Syiffa membalas jabatan tangan Veri.
"Ehmzz... Kok dari tadi saya tidak ditanya sih? Kamu benar benar sombong sekali Ver pura pura tidak melihatku." Gerutu Fattan sambil menatap Veri.
"Eh sorry Bos, saya tadi tidak lihat ada kamu." Ucap Veri sambil menatap Fattan.
"Ck, kamu pikir saya apaan hah?" Ucap Fattan menatap tajam Veri.
__ADS_1
"Hehe.. sory Bro cuma bercanda kok. Oya selamat ya Bro, semoga bahagia selalu dan menua bersama dia." Ucap Veri sambil memeluk Fattan.
"Iya Bro, makasih ya." Ucap Fattan membalas pelukan Veri lalu menguraikan pelukannya.
"Loh ternyata kalian saling mengenal ya?" Tanya Syiffa sambil menatap Fattan dan Veri bergiliran.
"Emang ya, kita saling mengenal kok. Dan kamu tahu sayang ternyata dia adalah teman kuliahku dulu di Amerika." Ucap Fattan sambil menatap Syiffa.
"Wah, benarkah itu Kak Veri?" Tanya Syiffa pada Veri.
"Iya benar Syiffa. Dan kamu tahu tidak kalau Fattan ini pria paling pintar, paling keren dan ganteng dikampus kita," puji Veri sambil menatap Fattan.
"Terima kasih Bro atas pujiannya." Ucap Fattan sambil membenarkan baju seolah olah dirinya paling so oke.
"Ck, baru dipuji begitu saja sudah sombong banget ya." Gerutu Nella.
"Masa bodoh!" Ucap Fattan menatap Cindy sinis.
"Tidak apa apa dulu kita emang saling membenci tapi sekarang kita saling mencintai dan menyayangi," ucap Fattan sambil mencium lembut pucuk rambut Syiffa.
"Ck, so romantis lagi." Sindir Nella.
"Emang benar Nell, romantis banget kok ih so sweat banget malahan," Nurul ikut menimpali.
"Ya deh emang mereka itu romantis. Biar enggak ribet urusannya." Ucap Nella.
"Oya sayang yuk kita kesana," ucap Veri sambil merangkul Nella.
"Ya sudah yuk sayang. Oya aku permisi ya mau kesana dulu," ucap Nella sambil berlalu pergi menuju tempat yang di maksud.
"Iya Nella," jawab Syiffa.
__ADS_1
"Ya sudah yuk sayang, kita juga ketempat itu. Disana kita juga bisa menikamti pemandangan bawah pulau yang begitu indah," ucap Fattan.
"Benarkah itu Kak?" Tanya Syiffa.
"Iya benar Sayang." Jawab Fattan.
"Ya sudah yuk Kak, saya tidak sabar pingin lihat kayaknya bagus banget," ucap Syiffa.
"Ya sudah yuk sayang," jawab Fattan sambil merangkul pundak Syiffa lalu Syiffa pun pergi meninggalkan Nurul dan Ariff.
"Loh kok mereka jahat ninggalin aku sendiri," protes Nurul merasa kecewa.
"Kamu tidak sendiri kok, kan ada saya disini," ucap Ariff sambil menaikan dua alisnya.
"Ih apaan sih Kak, aku maunya mereka bukan Kakak," ucap Nurul sambil cemberut.
"Lagian mereka lagi asyik tuh menikmati bersama pasangannya. Sudah sama Kakak saja yuk kita pergi cari tempat romantis juga," ucap Ariff sambil menatap Nurul.
"Lagian Kakak siapa saya hah? Orang kita tidak punya status apa apa di diantara kita ih," gerutu Nurul.
"Iya juga ya hehe.. " ucap Ariff sambil cengengesan.
"Huh dasar ini orang benar benar aneh," ucap Nurul sambil menatap Ariff.
"Maksudnya aneh gimana? Jangan bilang kalau kamu berpikir saya ini..."
"Nah itu Kakak sudah tahu. Ya seperti itulah Kakak," ucap Nurul sambil berlari.
Whatt? Kurang ajar banget itu orang. Dia kira saya orang gila gerutu Ariff pada diri sendiri.
"Jangan Lari kamu Nurul. Kurang ajar banget hah ngatain saya begitu," ucap Ariff sambil berlari mengejar Nurul.
__ADS_1
Kini mereka pun sedang bahagia menikmati dipulau pantara dengan pasangannya mereka masing masing. Dan ada dua orang yang sedang merasakan kekesalannya karena tidak terima apa yang diucapkan Nurul.