
"Lihat itu cewek kecentilan banget ya, enggak tau malu lagi. Emang dia siapa sich?" cantik juga enggak lirih Cindy.
"Kalau enggak salah dia itu anak baru kerja di bagian Qc." lirih Metta.
"What cuma kerja bagian Qc? anak baru lagi? tapi kok bisa deket banget ya sama pak Ariff." lirih Cindy.
"Enggak tau sich tuh anak, murahan banget ya Cin. Mending sama aku aja, sudah cantik bagian staff lagi." lirih Metta menyombongkan diri.
"Ish geer banget, cantikan aku lah dari pada kamu, aku lebih pantas sama dia." lirih Cindy.
"Iya.. iya.. tuan putri, kamu memang pantas sama dia, selain cantik kamu juga pintar dan jabatanmu lebih tinggi dari pada anak centil itu." lirih Metta.
"Nah gitu dong. makasih atas pujian nya!" lirih Cindy dengan sombong.
"Eh pak, bentar lagi masuk kerja nya pak saya duluan ya pak." lirih Syiffa.
"Bareng saja sama saya, saya juga sama mau ke tempat kerja." lirih Ariff.
Lalu mereka berdua pun berjalan menuju tempat kerja.
__ADS_1
Banyak orang orang yang melihat mereka bahkan ramai menggosipkan mereka berpacaran dan tiba tiba
"Buggggh. "
"awww..." sakit, lirih Syiffa terjatuh.
"Kamu enggak apa apa kan Syiff?" Tanya Ariff sambil membantu Syiffa yang terjatuh.
"Enggak apa apa kok Pak." jawab Syiffa.
"Aduh maaf yah, saya enggak sengaja." tadi saya buru buru, enggak tau ada orang di depan. Maaf ya gadis cantik lirih Cindy (jijik banget aku pingin muntah dech panggil dia gadis cantik, malahan lebih cantik aku lah dari pada dia batin cindy).
"Iya enggak apa apa kok Bu. "lirih Syiffa.
"Maaf Cin, habis nya lucu sich perkataan gadis itu bilang kamu....."
"Diam kamu!" Bentak Cindy memotong pembicaraan Metta.
"Maaf gadis manis, jangan panggil aku Ibu. Emang nya saya sudah tua gitu? panggil aku kak Cindy saja." ucap Cindy.
__ADS_1
"Maka nya kalo jalan hati hati Cindy, jangan terburu buru gitu jadi nya begini kan akibat nya." lirih Ariff dengan suara lembut.
"Eh ada pak Ariff ? kirain saya yang bersama gadis ini bukan pak Arif, Maaf ya pak." lirih Cindy.
"Oya apa kabar nya pak? sudah hampir satu bulan saya enggak pernah lihat pak Ariff dan juga pak Fattan." lirih Cindy.
"Seperti yang kamu lihat saya baik baik saja. Saya sama pak Fattan lagi sibuk ngurusin permasalahan yang terjadi pada perusahaan kita sekarang, kamu sendiri tau kan masalahnya yang menimpa perusahaan kita." lirih Ariff.
"Ya saya tau kok pak, tega banget orang itu enggak tau malu banget ya pak. Terus gimana dong sekarang pak masih belum ketemu orang nya?" Lirih Cindy.
"Belum Cin, awalnya sich sudah menemukan orang tersebut dan yakin orang tersebutlah pelaku nya. Tapi saya enggak mungkin nuduh gitu saja sama orang itu kalau belum punya bukti." lirih Ariff.
"oh gitu ya pak , emang nya siapa pelaku nya yang pak Ariff maksud" tanya Cindy.
"Maaf saya belum bisa memberitahu kalian sebelum punya bukti dahulu, takut nya jadi fitnah." lirih Ariff sambil menatap Syiffa yang dari tadi diam tanpa berbicara satu kata pun.
"Syiff...... " Ucap Ariff.
"Eh pak maaf ya, saya duluan ya pak. saya sudah sampai di tempat kerja saya." lirih syiffa memotong pembicaraan Ariff.
__ADS_1
"Emmm... ya sudah silahkan Syiff." jawab Ariff.
"Ya sudah saya permisi ya pak, Bu eh maksud nya kak." lirih Syiffa.