Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps. 84


__ADS_3

"Ini mas pesenannya." Ucap pelayan sembari menaruh makanan dan minumannya di meja.


"Iya makasih ya Pak." Ucap Angga.


"Iya sama sama mas, selamat menikmati hidangannya mas." Ucap pelayan sambil tersenyum dan berlalu pergi.


"Ayo kita makan Syiff mumpung masih hangat nih." ucap Angga.


"Iya kak." ucap Syiffa.


Lalu mereka pun menikmati makanannya tanpa ada yang bersuara.


"Alhamdulillah, nikmat banget ya Kak." ucap Syiffa yang sudah beres makan.


"Heem.... Mau tambah lagi? biar aku pesen lagi." ucap Angga.


"Enggak usah kak, lagian aku sudah kenyang kak, buat ajalah satu di bungkus buat Nurul." Ucap Syiffa.


"Oke, siaplah Syiff." Ucap Angga.


"Nih kak uangnya!" ucap Syiffa sambil menyodorkan 300.000 ribu.


"Enggak usah Syiff, simpen aja tuh uangnya lumayan buat jajan kamu biar aku aja yang bayar, itung itung aku traktir kamu." Ucap Angga.


Tapi kak.....


"Sudah jangan banyak tapi tapian. Ya sudah bentar ya Syiff aku bayar dulu sekalian pesan buat Nurul." ucap Angga.


"Iya sudah kalau begitu, makasih ya Kak." ucap Syiffa.


Lalu Angga pun pergi menuju kasir.


-


Di tempat lain.


"Terima kasih pak Fattan atas kerjasama nya, semoga perusahaan bapak semakin berkembang pesat dan lebih baik lagi." ucap klien sambil menjabat tangan Fattan


"Iya terima kasih pak, senang bisa bekerja sama dengan anda." ucap Fattan.

__ADS_1


"Ya sudah, karena tidak ada lagi yang kita bahas, saya permisi pamit ya pak Fattan." ucap Klien.


"Ya silahkan pak." ucap Fattan.


Lalu klien tersebut pergi dari restoran tersebut untuk pulang.


"Karena enggak ada lagi pertemuan bisnis atau rapat, jadi sekarang gimana Pak Fattan, mau pulang aja?" Tanya Ariff.


"Enggak usah panggil bapak kali Riff, sudah enggak ada siapa siapa! sudah pulang aja." ucap Fattan.


"Baik bos." Ucap Ariff.


Lalu Fattan dan Ariff, berjalan melangkah keluar dari restoran.


"Eh, bentar Ttan." ucap Ariff.


"Apaan sih Riff, ada yang ketinggalan?" Tanya Fattan.


"Bukan begitu, tapi lihat tuh ada Syiffa." ucap Ariff sambil menaikan satu alisnya.


"Terus hubungannya apa sama dia? Sudah ayo kita pulang aja!" ucap Fattan.


"Baiklah, jangan lama!" ucap Fattan.


Sebenarnya dalam hati Fattan berniat juga pingin bertanya gimana kabarnya, tapi dia merasa gengsi.


Lalu Fattan dan Ariff pun berjalan menuju tempat Syiffa.


"Hey Syiff selamat malam, sendirian aja nih?" Ucap Ariff.


"Eh pak Ariff, pak Fattan ada disini juga ternyata?" Ucap Syiffa.


"Enggak sendiri kok, tapi sama teman Pak." ucap Syiffa.


"Ck, bilang aja pacar enggak usah bilang teman, emang kita enggak tau apa?" ucap Fattan.


"Maksud Pak Fattan apa ya? Jangan bicara seenaknya pak, emang iya saya kesini bersama teman kok bukan Pacar, jadi jaga bicara bapak!" ucap Syiffa menatap tajam Fattan.


Alasan aja,, lagi----

__ADS_1


Ucapan Fattan tergantung, saat mendapat tatapan dari Ariff.


"Iya syiff, kebetulan kami ada pertemuan klien disini, dan sekarang mau pulang tapi lihat kamu lagi sendiri, jadi kita samperin dulu kamu, oya gimana keadaan Ibu kamu sekarang?" Tanya Ariff.


"Alhamdulillah pak, sekarang Ibu sudah lebih baik kok." ucap Syiffa.


"Syukurlah kalau begitu, semoga cepat sembuh ya Syiffa." ucap Ariff.


"Iya makasih ya Pak." Ucap Syiffa.


"Syiff sekarang pulang yuk, aku sudah beli kok buat Nurul." ucap Angga.


"Ya sudah yuk kak." ucap Syiffa.


"Eh ada Pak Ariff? sama pak Fattan? ternyata, selamat malam pak." Ucap Angga yang baru menyadari keadaan mereka.


"Jadi ternyata yang tadi di motor itu kamu?" Ucap Ariff.


"Maksudnya pak Ariff, pak Ariff lihat kita dijalan gitu tadi?" Ucap Syiffa.


Heem,,, ucap ariff.


"Oh.... Pantesan aja pak, temen bapak ini menyangka saya naik motor sama pacar." Ucap Syiffa menatap sinis Fattan.


"Si-siapa lagi yang menyangka gitu, jangan nuduh sembarangan ya kamu!" ucap Fattan merasa tidak bersalah.


"Whatt, dia bilang... "


"Sudah Syiff ayo kita pulang, permisi ya pak Fattan? pak Ariff? saya pulang duluan ya pak." ucap angga memotong pembicaraan syiffa, sambil menarik Syiffa untuk pergi.


Ck, itu anak, kirain aku setelah tahu siapa aku sebenarnya bakal berubah, ternyata salah aku menilai, baru pertama kali aku lihat cewek seperti itu, lihat aja kamu, aku akan buat kamu berlutut padaku gerutu Fattan sambil senyum sinis.


"Fattan ayo kita pulang!" ajak Ariff.


"Ya aku juga mau pulang, hati ku jadi kesal karena cewek itu." ucap Fattan berjalan keluar.


"Eh Ttan tunggu! Iya aku di tinggalin." ucap Ariff.


Lalu Ariff dan Fattan pun, pergi dari restoran tersebut.

__ADS_1


__ADS_2